Program Kosabangsa UNPRI-UNAND Tingkatkan Nilai Guna Mangrove

Kerjasama UNPRI-UNAND di Tanjung Rejo

Selasa, 08 November 2022 08:31:30 oleh Muhammad Aditya Kurnia | berita sebelumnya | berita selanjutnya



Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dilaksanakan di Sumatera Utara dengan sasaran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis mangrove di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Program kolaborasi dilaksanakan tim dari Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan sebagai pengusul dengan tim dari Universitas Andalas (UNAND) Padang selaku pendamping, bersama masyarakat dengan sasaran kelompok UMKM Srikandi Bakti Nyata dari Desa Tanjung Rejo.

Ketua Tim Pengusul Kosabangsa dari Unpri, Purnama Yanti, di Medan, Sabtu (5/11/2022), mengatakan, program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Dalam Peningkatan Nilai Guna Mangrove” bertujuan untuk meningkatkan taraf usaha kelompok UMKM yang selama ini memproduksi sejumlah produk olahan makanan dan minuman berbahan dasar mangrove.

“Tahap awal program ini dengan memberikan bantuan alat-alat pendukung produksi, nantinya dilanjutkan pembinaan dan pendampingan, sehingga kelompok usaha ini benar-benar mandiri,” kata Purnama.

Pada kegiatan itu, lanjutnya, diserahkan juga sejumlah alat produksi, seperti lemari es, freezer, showcase, blender, food processor, mixer, spinner, pengaduk dodol, pengadon, kompor gas, penepung, oven, dispenser, vacuum sealer, dan lain-lain.

“Sebelumnya, kami sudah melihat Kelompok UMKM Srikandi ini mampu mengolah bahan baku mangrove menjadi sejumlah produk makanan dan minuman seperti kue bawang, stik, dodol, selai, sirup, dan lainnya. Dengan adanya bantuan alat-alat mekanis dan semi mekanis ini, diharapkan ada peningkatan nilai guna mangrove hingga akhirnya meningkatkan nilai tambah produk,” ujar Purnama, didampingi anggota tim, Rafida Khairani, Herlin Munthe, Rudiyanto, dan Kristi Endah Ndilosa Ginting.

Sementara Ketua Tim Pendamping dari UNAND, Khasrad bersama anggota Tetria Delia Nova dan Yurniwati berharap, dengan tambahan alat-alat yang lebih modern, kelompok juga bisa melakukan inovasi, sehingga tercipta diversifikasi produk.

“Sekilas kami melihat banyak potensi di desa ini, mulai hasil dari kawasan hutan mangrove yang hari ini sudah dimanfaatkan jadi berbagai produk, juga potensi perikanan. Mungkin bisa juga dilakukan inovasi untuk memadukan bahan baku tersebut,” kata Khasrad.

Dia menekankan untuk memperkuat kerja sama dan motivasi, sehingga program tersebut bisa terlaksana dengan baik.

“Jangan pula setelah mendapat peralatan yang lengkap, kinerja kelompok jadi melempem, sehingga akhirnya alat-alat yang sangat bagus ini tidak termanfaatkan. Ini amanah pemerintah yang diberikan kepada kita semua,” ujarnya seraya mengingatkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pendampingan, baik secara langsung atau via zoom meeting.

Ketua Kelompok UMKM Srikandi Bakti Nyata, Syakila mengucapkan terima kasih atas apa yang diberikan Kemenristek Dikti melalui tim dari UNPRI dan UNAND.

“Kami akan berusaha konsisten menjalankan usaha. Hari ini merupakan sejarah bagi kami, langkah lebih maju untuk bisa mengembangkan usaha kelompok,” ucapnya. Hadir dalam acara tersebut, antara lain perwakilan Kepala Desa Tanjung Rejo, perwakilan Dinas Kehutanan, serta pengurus Kelompok Tani Hutan (KTH) Bakti Nyata selaku pembina Kelompok UMKM Srikandi.

Usai kegiatan, tim pendamping dari UNAND diajak berkeliling untuk melihat kawasan mangrove wilayah Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang dikelola KTH Bakti Nyata.

sumberberita : bisanews.id


Berita Seputar Universitas Prima Indonesia:

Berita Lain:

Berita Halaman Depan: