Loading...

Kuliah Umum: Potensi Pemanfaatan Lahan Marginal untuk Tanaman Kelapa Sawit di UNPRI


Sebanyak 500 mahasiswa/i Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia (UNPRI) mengikuti kuliah umum bertema “Potensi Pemanfaatan Lahan Marginal untuk Tanaman Kelapa Sawit” yang diselenggarakan pada Jumat, 9 Mei 2025 di Mini Hall Lantai 10 Kampus UNPRI, Jalan Sampul No. 3, Kota Medan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya akademik fakultas untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai pengembangan sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa sawit yang memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia.

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber utama Dedik Budianta, Guru Besar dari Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, dengan moderator Andry Admaja Tarigan, dosen Fakultas Agro Teknologi UNPRI. Dalam pemaparannya, Prof. Dedik menjelaskan bahwa potensi lahan marginal di Indonesia sangat besar. Ia menyampaikan bahwa lahan marginal di Indonesia didominasi oleh lahan kering yang mencapai sekitar 144,47 juta hektare atau sekitar 75,6% dari total daratan Indonesia. Lahan tersebut tersebar di berbagai wilayah seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara, dan Maluku.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa sebagian besar lahan marginal tersebut berada di dataran rendah dengan tingkat keasaman tanah yang cukup tinggi. Sekitar 107,36 juta hektare tergolong tanah masam dan 37,12 juta hektare termasuk tanah alkalis. Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi lahan basah seperti rawa lebak dan pasang surut yang mencapai sekitar 32,6 juta hektare. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun tergolong marginal, lahan tersebut masih memiliki peluang untuk dimanfaatkan secara optimal melalui teknologi dan pengelolaan yang tepat.

Prof. Dedik juga menguraikan bahwa pada lahan kering, jenis tanah yang dominan adalah Ultisol dengan luas sekitar 45,8 juta hektare atau sekitar 24–25% dari total daratan Indonesia. Selain itu terdapat pula jenis tanah lain seperti Oxisol seluas 14,1 juta hektare, Spodosol sekitar 2,16 juta hektare, serta Aridisol yang tersebar terbatas di beberapa wilayah. Sementara pada lahan basah, tanah didominasi oleh Inceptisol seluas 20 juta hektare, Entisol sekitar 7 juta hektare, serta tanah gambut yang mencapai 13,4 juta hektare. Tanah-tanah tersebut umumnya memiliki keterbatasan sifat fisik dan kimia sehingga memerlukan strategi pengelolaan khusus agar dapat dimanfaatkan secara produktif.

Dekan Fakultas Agro Teknologi UNPRI, Suratni Afrianti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan kuliah umum ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa serta memperkaya pemahaman mereka terhadap isu-isu strategis di bidang pertanian dan perkebunan. Menurutnya, kelapa sawit merupakan komoditas unggulan yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Namun di sisi lain, tantangan pengembangannya semakin kompleks, terutama terkait keterbatasan lahan produktif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh wawasan baru mengenai potensi pemanfaatan lahan marginal sebagai alternatif pengembangan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Kuliah umum tersebut juga menjadi momentum penting untuk mendorong mahasiswa agar lebih kritis, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya lahan di masa depan.

Kembali ke Seluruh Postingan Kembali ke Halaman Dosen

© Universitas Prima Indonesia 2023 - All rights reserved.