Pembuka Wacana Pengenalan Arsitektur Nusantara
- 17/11/2025 by Bhakti Alamsyah
Istilah Arsitektur Nusantara pertama sekali dimunculkan dari pemikiran seorang mahaguru (Profesor) yang sangat saya hormati melalui pemikiran-pemikiran beliau. Josef Prijotomo adalah nama Mahaguru tersebut yang sekarang telah meninggalkan dan mewarisi pemikiran Arsitektur Nusantara khususnya kepada para penerus melalui anak didik beliau yang telah menyebar keseantero Nusantara. Selain Mahaguru Josef Prijotomo, kita juga mengenal Mahaguru Totok Roesmanto, Mahaguru Gunawan Tjahyono dan masih banyak mahaguru lainnya yang berminat dalam mengembangkan pengetahuan Arsitektur Nusantara ini. Pada awalnya insan nusantara mengenal Arsitektur Nusantara dengan istilah Arsitektur Tradisional, namun mengapa hari ini kita lebih mengenal istilah Arsitektur Nusantara. Arsitektur Tradisional merupakan arsitektur yang dikembangkan secara bertradisi dimana perkembangannya menyatu dengan pemahaman-pemahaman yang baik bersifat arsitektural maupun bersifat ke-antropologian. Untuk pemahaman arsitektural sangat begitu banyak pengetahuan yang teredia mulai dari bangunan bagian bawah, tengah hingga bagian atas bangunan.
Hal inilah yang mengilhami para peneliti dan pemerhati serta akademisi untuk memisahkan dua pengetahuan yang ada di Arsitektur Tradisional terutama pengetahuan kearsitekturannya. Kebergaman pengetahuan kearsitekturan yang berasal dari Arsitektur Tradisional dari seluruh wilayah Indonesia inilah yang akan mengisi keberagaman pengetahuan kearsitekturan dalam wadah yang disebut dengan Arsitektur Nusantara. Arsitektur Nusantara diharapkan mampu berdiri sejajar dengan pengetahuan yang telah ada sebelumnya misalnya Arsitektur Eropa, Amerika, Meditirania dsb.
Berdasarkan penelusuran serta penelitian-penelitian sebelumnya terhadap pengetahuan kearsitekturan tradisional, baik secara langgam, style, bahan, struktur, dianggap tidak mampu untuk menjadi arsitektur yang dapat dikembangkan menjadi arsitektur kekinian (kiwari) dan hasil-hasil penelusuran dan penelitian hanya sebagai directory yang diam membisu sebagai asset yang hanya terdokumenter saja. Dengan kata lain bahwa sangat kecil sekali kemungkinan Arsitektur Tradisonal dapat berkembang menjadi langgam yang dapat menjiwai arsitektur di Indonesia. Belum lagi kearsitekturan di Indonesia sangat dipengaruhi dengan perkembangan-perkembangan Arsitektur pendatang yang masuk melalui proses sejarah maupun proses asimilasi kebudayaan luar dengan kebudayaan di Indonesia.
Berdasarkan hal tersebut, timbul suatu pertanyaan bagaimana cara pikir maupun konsep dan teori-teorinya ditumbuh-kembangkan dari Bumi Pertiwi melalui kekayaan Arsitektur Tradisional. Penjelajahan dan Pemikiran para peneliti terutama sang Mahaguru Josef Prijotomo terhadap Arsitektur Tradisional (tahun 1999-2020) bertujuan untuk mengetahui perjalanan pergeseran pemikiran dari Arsitektur Tradisional ke Arsitektur Nusantara, dan juga untuk mengetahui dampak atau implikasi pemikiran Prijotomo tersebut di masa sekarang. Dengan kata lain bahwa pengetahuan kearsitekturan dalam Arsitektur Tradisional akan dikembangkan pengetahuannya yang meliputi pengetahuan terhadap langgam, style, bahan, struktur, tata aturan bangunan, tata letak bangunan dan terkristal dalam wilayah pengetahuan Arsitektur Nusantara.