MAHASISWA FKIP UNPRI JADI PEMBICARA GEMPITA SASTRA

Sabtu, 28 September 2019 12:32:01 oleh Mesrawati | berita sebelumnya | berita selanjutnya

Gerakan Masyarakat Penggiat Seni dan Sastra (GEMPITA) menggelar pergelaran puisi dan diskusi sastra dengan tema "Menemukan dan Mengembangkan Ide Tulisan" pada hari Jumat 27 September 2019 di Kallery Kafe Jalan Karya No. 209. Kegiatan ini melibatkan berbagai komunitas sastra se-Sumatera Utara yang beranggotakan pelajar, mahasiswa, sampai masyarakat umum dan mendapat sambutan sangat baik. Terbukti meski acara baru dibuka pukul 15.00 Wib, satu jam sebelum acara peserta sudah berdatangan sebab khawatir tidak mendapatkan tempat duduk.

Hal yang membahagiakan civitas UNPRI ialah dipilihnya salah seorang mahasiswa FKIP UNPRI sebagai pembicara. Kasih Kristina Waruwu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNPRI yang juga anggota Komunitas Penulis Anak Kampus (KOMPAK) diberi kehormatan menyampaikan materi tentang "Menggali ide dari hal yang sepele".

Melalui paparannya, Kasih Waruwu mengemukakan bahwa ide sederhana justru potensi luar biasa untuk dijadikan karya. Misalnya bagi orang awam, malam itu hanya rutinitas biasa, tetapi bagi penulis yang punya kepekaan sastra justru malam itu romantisme. "Bagi pemuja bulan, ia hanya terfokus pada keindahan cahaya. Padahal tanpa malam yang gelap gulita, bulan tak akan istimewa. Jadi malam justru sumber keindahan yang menakjubkan."

Selain Kasih Waruwu, GEMPITA juga menghadirkan pembicara Muhammad Tommy Lumban Tobing dari Komunitas Ruang Sastra (KORSAS) sekaligus Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Kreatif Unimed. Materi yang disajikan tak kalah menarik, yakni "Membahasakan manusia dalam karya". Secara singkat, Tommy Lumban Tobing mengangkat esensi keabadian manusia apabila menahbiskan hidup untuk memuliakan hidup lewat tulisan. "Karya memiliki jiwa yang akan menghidupkannya dari waktu ke waktu selayaknya manusia berpikir demi meneruskan akal sehatnya tetap bekerja."

Saat ditanya tentang kegiatan GEMPITA, Rizkina selaku mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang juga anggota komunitas DIKSI berpendapat kegiatan GEMPITA sangat bermanfaat terutama bagi penulis pemula.

Titan Sadewo, mahasiswa UMSU yang bergiat di komunitas FOKUS mengemukakan kalau kegiatan GEMPITA juga sangat menarik sebab ada pembacaan puisi. "Biasanya pertunjukkan baca puisi itu di taman budaya, di kampus atau sekolah. Ini diadakan di kafe, menunjukkan puisi juga bisa dinikmati oleh masyarakat."

Sementara itu, ketua umum GEMPITA, Boy Pratama Sembiring menyampaikan tujuan dilaksanakan pergelaran dan diskusi sastra "Menemukan dan Mengembangkan Ide Tulisan" di kafe memang untuk mendekatkan sastra kepada masyarakat. "Sastra juga punya peran penting mencerdaskan kehidupan bangsa. Jika masyarakat bisa didekatkan dengan sastra, harapannya rasa kecintaan terhadap karya sastra juga meningkat, sehingga literasi berbasis masyarakat bisa dimaksimalkan."


Berita Seputar :

Berita Lain:

Berita Halaman Depan: