Visi
Menghasilkan sarjana farmasi yang profesional berwawasan sociotechnopreneurship, unggulan dalam penggunaan obat pada penyakit degeneratif pada tahun 2030.
Sarjana · Universitas Prima Indonesia
Membangun Farmasis Profesional untuk Pelayanan Kesehatan yang Lebih Baik
Ahli Farmasi Klinis Terlatih.
Sarjana Farmasi Klinis adalah seorang lulusan yang memiliki keahlian dalam bidang pengelolaan obat dan perawatan pasien. Program studi ini menggabungkan pengetahuan farmasi dengan praktik klinis, bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang mampu memberikan layanan obat yang spesialis dalam tim kesehatan. Mereka tidak hanya memahami sifat kimia dan farmakologi obat, tetapi juga tahu bagaimana mengoptimalkan terapi obat berdasarkan kebutuhan individu pasien.Selama masa studi, mahasiswa mempelajari mata kuliah inti seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakoterapi, dan farmakokinetik klinis. Selain itu, mereka juga mendapatkan pengalaman praktis melalui magang dan rotasi klinis, di mana mereka belajar bekerja sama dengan dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya untuk memastikan penggunaan obat yang aman dan efektif bagi pasien.Lulusan Sarjana Farmasi Klinis biasanya bekerja di rumah sakit, apotek komunitas, perusahaan farmasi, atau lembaga penelitian. Tugas mereka meliputi mengevaluasi resep obat, memantau kemanjuran dan efek samping obat, memberikan konseling obat, serta berpartisipasi dalam pengembangan kebijakan pengelolaan obat. Tujuan mereka adalah memastikan keamanan dan efektivitas terapi obat sambil meminimalkan risiko masalah terkait obat.Selain itu, lulusan Farmasi Klinis juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik, memungkinkan mereka untuk menjelaskan informasi obat yang kompleks kepada pasien dan membantu mereka memahami rencana perawatan. Hal ini meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan memastikan hasil kesehatan yang lebih baik. Mereka berperan sebagai penghubung penting antara pasien dan tim kesehatan, menjembatani kesenjangan dengan keahlian mereka.Secara keseluruhan, Sarjana Farmasi Klinis adalah anggota penting dalam tim kesehatan. Melalui pengetahuan spesialis dan keterampilan klinis mereka, mereka memberikan terapi obat yang dipersonalisasi, meningkatkan kualitas perawatan pasien secara keseluruhan. Peran mereka sangat krusial dalam memastikan kesehatan dan pemulihan pasien.
Menghasilkan sarjana farmasi yang profesional berwawasan sociotechnopreneurship, unggulan dalam penggunaan obat pada penyakit degeneratif pada tahun 2030.
Dihasilkannya lulusan tenaga teknis kefarmasian yang profesional, berpegang teguh pada kode etik tenaga teknis kefarmasian serta berwawasan sociotechnopreneurship, berkeunggulan pada pemecahan masalah penggunaan obat pada penyakit degeneratif. Dihasilkannya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang farmasi klinis yang digunakan untuk menjawab permasalahan kefarmasian khususnya dalam penggunaan obat pada penyakit degeneratif yang bermanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dihasilkan pengabdian masyarakat berbasis penalaran dan karya-karya penelitian yang bermanfaat untuk menyelesaikan permasalahan kefarmasian dalam penggunaan obat pada penyakit degeneratif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dihasilkannya layanan yang prima dengan tata kelola sumber daya internal yang optimal serta didukung oleh kerjasama dengan institusi baik dalam maupun luar negeri.
Terciptanya lulusan tenaga teknis kefarmasian yang profesional, berpegang teguh pada kode etik tenaga teknis kefarmasian. Terciptanya karya ilmiah di bidang farmasi klinis yang digunakan untuk menjawab permasalahan kefarmasian. Terwujudnya pengabdian kepada masyarakat berbasis penalaran, karya penelitian dan sociotechnopreneurship yang bermanfaat. Terwujudnya layanan yang prima dengan tata pamong yang baik untuk menjamin pencapaian kompetensi lulusan. Terciptanya kegiatan kerjasama institusional yang bermutu, saling menguntungkan untuk mendukung ketercapaian kompetensi lulusan. Terciptanya SDM yang unggul untuk mendukung tercapainya kompetensi lulusan. Terciptanya mahasiswa yang unggul dan berprestasi baik secara akademis maupun non akademis melalui program pengembangan mahasiswa yang komprehensif.
Memiliki ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menunjukkan sikap religius, nasionalis, toleransi, beretika, bertanggung jawab, bermoral serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Mampu menginternalisasi kemandirian, karakter tangguh, kolaboratif, adaptif, inovatif dan menerapkan prinsip kewirausahaan melalui pemanfaatan teknologi yang berdampak kepada masyarakat. Mampu melaksanakan pengelolaan obat, peracikan obat, dan distribusi obat dengan mematuhi regulasi yang berlaku dalam pelayanan farmasi. Mampu memberikan pelayanan farmasi yang aman, efektif, dan efisien kepada pasien atau pengguna obat di apotek atau fasilitas kesehatan lainnya. Mampu mengidentifikasi dan menganalisis masalah farmasi yang dihadapi dalam praktik dan penelitian serta memberikan solusi berbasis ilmiah. Mampu berkomunikasi secara efektif dengan pasien, tim medis, dan peneliti dalam memberikan informasi obat dan hasil penelitian secara lisan maupun tertulis. Mampu bekerja dalam tim multidisiplin untuk mendukung kegiatan pelayanan farmasi, penelitian, dan pengelolaan laboratorium. Mampu mengelola kegiatan laboratorium farmasi, memastikan standar keselamatan, dan menjaga kualitas hasil pengujian dan penelitian. Mampu menganalisis data penelitian farmasi dengan teknik statistik yang tepat dan menginterpretasikan hasil secara akurat. Mampu menyusun laporan ilmiah yang sesuai dengan standar akademik dan etika penelitian untuk publikasi atau presentasi. Mampu merencanakan, mengelola, dan mengembangkan usaha farmasi dengan keterampilan manajerial dan kewirausahaan yang efektif sesuai dengan regulasi industri.
| Kode | Mata Kuliah / Tahap | SKS |
|---|---|---|
| FKK6201 | Matematika Farmasi | 2 |
| FKK6202 | Ilmu Resep | 3 |
| FKK6204 | Kimia Dasar | 3 |
| FKK6206 | Biologi Sel | 2 |
| FKK6207 | Botani Farmasi | 2 |
| FKK6208 | Anatomi dan Fisiologi Manusia | 2 |
| UNPRI6203 | Pancasila | 2 |
| UNPRI6210 | Agama | 2 |
| UNPRI6204 | Bahasa Indonesia | 2 |
| Total | 20 | |
Bidang pekerjaan dan peran profesional yang dapat dituju lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
Melanjutkan pendidikan akademik ke pendidikan profesi Apoteker untuk memperoleh kompetensi dan kualifikasi profesional sebagai apoteker.
Karakteristik dan kemampuan yang diharapkan melekat pada lulusan program studi.
Lulusan yang memiliki sikap, pengetahuan, dan kemampuan dasar kewirausahaan serta mampu mengidentifikasi peluang, mengembangkan gagasan, dan mengelola inovasi atau usaha di bidang kesehatan dan kefarmasian secara kreatif, etis, dan bertanggung jawab.
Lulusan yang mampu menunjukkan sikap profesional, berpikir kritis, adaptif, kreatif, dan inovatif dalam melaksanakan tugas di bidang kesehatan dan kefarmasian serta mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pelayanan dan pengembangan praktik kefarmasian.
Lulusan yang mampu menerapkan metode ilmiah dalam mengidentifikasi masalah, melakukan penelusuran literatur, mengumpulkan dan mengolah data, serta mendukung penelitian dan pengembangan inovasi farmasi klinis dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya lokal Sumatera secara ilmiah, berkelanjutan, dan bertanggung jawab.
Lulusan yang memiliki landasan akademik, sikap profesional, kemampuan belajar mandiri, berpikir reflektif, dan kesiapan untuk melanjutkan pendidikan ke Program Profesi Apoteker serta mampu mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang perlu dicapai mahasiswa pada akhir pendidikan.
Menunjukkan karakter bertaqwa, beretika, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan melalui kepribadian yang mandiri, adaptif, dan kolaboratif, serta mampu mengimplementasikan prinsip sociotechnopreneurship yang berdampak bagi masyarakat.
Menunjukkan integritas moral, etika, tanggung jawab sosial, sikap humanis, nasionalisme, dan toleransi dalam menjalankan aktivitas akademik maupun pelayanan di bidang kesehatan dan kefarmasian.
Memiliki karakter tangguh, mandiri, bertanggung jawab, dan berjiwa kepemimpinan yang berlandaskan etika profesi kesehatan.
Menunjukkan kemandirian, ketangguhan, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama dan kepemimpinan yang dilandasi etika serta profesionalisme dalam menghadapi permasalahan di bidang kesehatan dan kefarmasian.
Menguasai konsep teoretis fundamental dalam ilmu dan teknologi di bidang farmasi, yang mencakup aspek penemuan senyawa obat; manufaktur, pengembangan, pemastian dan pengujian mutu sediaan farmasi, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan lainnya; pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan lainnya; dan pelayanan kefarmasian
Menguasai landasan keilmuan dan teknologi kefarmasian secara komprehensif sebagai dasar untuk mendukung pengembangan produk, pengelolaan sediaan farmasi, serta pelayanan kefarmasian.
Menguasai konsep teoretis fundamental dalam ilmu biomedik yang mendukung pengembangan ilmu dan praktik kefarmasian
Menguasai konsep anatomi, fisiologi, patofisiologi, mikrobiologi, biokimia, dan ilmu biomedik terkait sebagai dasar memahami mekanisme penyakit dan penggunaan obat secara rasional.
Menguasai konsep teoretis ilmu humaniora dan kesehatan masyarakat yang mendukung pengembangan ilmu dan praktik kefarmasian
Menguasai aspek sosial, budaya, perilaku, komunikasi, dan kesehatan masyarakat yang diperlukan untuk memahami kebutuhan pasien dan masyarakat dalam pelayanan kefarmasian.
Mampu mengaplikasikan konsep pengembangan, manufaktur, penjaminan mutu dan pengujian mutu sediaan farmasi, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan lainnyasesuai regulasi yang berlaku; serta registrasi sediaan farmasi dan alat kesehatan
Mampu menerapkan prinsip pengembangan dan produksi, pengendalian serta penjaminan mutu, pengujian, dan aspek registrasi produk farmasi dan kesehatan dengan memperhatikan standar serta regulasi yang berlaku.
Mampu mengaplikasikan konsep seleksi, perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pengendalian, distribusi, dan pemusnahan sediaan farmasi, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan
Mampu mendukung pengelolaan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan secara efektif, efisien, aman, bermutu, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Mampu mengaplikasikan konsep asuhan kefarmasian (pharmaceutical care) dan pengobatan berbasis bukti (evidence-based medicine) dalam pelayanan sediaan farmasi, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan sesuai regulasi yang berlaku
Mampu menerapkan prinsip pharmaceutical care dan evidence-based medicine sebagai dasar dalam mendukung pelayanan kefarmasian yang aman, bermutu, rasional, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Mampu mengaplikasikan konsep komunikasi efektif dalam memberikan pelayanan informasi dan edukasi penggunaan obat kepada pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat
Mampu menyampaikan informasi dan edukasi kefarmasian secara jelas, tepat, komunikatif, dan sesuai karakteristik sasaran untuk meningkatkan pemahaman serta penggunaan obat yang rasional dan aman.
Mempunyai kemampuan adaptasi dengan perkembangan keilmuan dan teknologi terkini dan masa depan, terutama literasi data, literasi teknologi, literasi manusia; internet of things, kecerdasan buatan; serta green pharmacy dan sustainability
Mampu beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penguasaan literasi data, teknologi, dan manusia serta pemanfaatan teknologi digital, AI, IoT, prinsip green pharmacy, dan keberlanjutan dalam bidang kesehatan dan kefarmasian.
Mampu mengaplikasikan konsep dan metode penelitian ilmiah dalam menyelesaikan masalah untuk pengembangan ilmu dan praktik kefarmasian
Mampu mengidentifikasi masalah, melakukan penelusuran informasi ilmiah, menerapkan metode penelitian, mengolah dan menganalisis data, serta menyusun hasil penelitian untuk mendukung pengembangan ilmu dan praktik kefarmasian.
Mampu menerapkan konsep farmasi klinik dan pharmaceutical care dalam melakukan pengkajian, pemantauan, dan evaluasi penggunaan obat serta mengidentifikasi masalah terkait obat berdasarkan bukti ilmiah untuk mendukung pelayanan kefarmasian berbasis pasien
Menjadi penciri utama Farmasi Klinis dengan menekankan kemampuan lulusan dalam melakukan pengkajian, pemantauan, evaluasi terapi dan identifikasi masalah terkait obat berdasarkan bukti ilmiah serta berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan pasien.
Mampu mengembangkan inovasi produk farmasi dan kesehatan berbasis sumber daya lokal dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan aspek mutu, keamanan, keberlanjutan, dan nilai guna.
Menjadi penciri keunggulan Program Studi dalam mengembangkan inovasi produk farmasi dan kesehatan dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal Sumatera, teknologi, dan prinsip technopreneurship, dengan memperhatikan mutu, keamanan, keberlanjutan, dan manfaat bagi masyarakat.
RPSMK yang telah disahkan dan dikunci ditampilkan berdasarkan semester. Sumber angkatan mengikuti RPSMK terbaru yang tersedia untuk mata kuliah pada semester tersebut.
Matematika Farmasi adalah mata kuliah yang mempelajari penerapan konsep dan perhitungan matematika dalam bidang kefarmasian, meliputi sistem satuan dan konversi, persentase dan rasio, perhitungan dosis, pengenceran dan konsentrasi, perhitungan bahan dalam formulasi, serta analisis kuantitatif sederhana yang digunakan dalam pelayanan, formulasi, produksi, dan pengawasan mutu sediaan farmasi. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan melakukan perhitungan kefarmasian secara tepat, sistematis, dan bertanggung jawab sebagai dasar dalam penyelesaian berbagai permasalahan di bidang farmasi.
Mempelajari tentang dasar-dasar penulisan, perhitungan, penyiapan, peracikan, pengemasan, dan pemberian etiket sediaan farmasi secara tepat, aman, dan sesuai standar pelayanan kefarmasian.
Kimia Dasar adalah mata kuliah yang mempelajari konsep dan prinsip fundamental kimia sebagai dasar untuk memahami ilmu kefarmasian, meliputi struktur atom, sistem periodik unsur, ikatan kimia, stoikiometri, larutan dan konsentrasi, reaksi kimia, kesetimbangan kimia, asam-basa, termokimia, kinetika kimia, serta konsep dasar elektrokimia. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan memahami, menganalisis, dan menerapkan prinsip-prinsip kimia dalam penyelesaian masalah yang berkaitan dengan bahan, proses, dan fenomena kimia di bidang farmasi.
Mata kuliah yang mempelajari konsep dasar struktur, organisasi, fungsi, dan aktivitas sel sebagai unit dasar kehidupan, meliputi membran sel, organel sel, sitoskeleton, transportasi membran, komunikasi dan pensinyalan sel, siklus dan pembelahan sel, ekspresi dan regulasi gen, metabolisme sel, serta mekanisme kematian sel. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai hubungan antara struktur dan fungsi sel serta peran proses seluler dalam mempertahankan homeostasis, kesehatan, dan terjadinya penyakit sebagai dasar untuk memahami ilmu kefarmasian dan pengembangan terapi.
Mata kuliah yang membahas dasar-dasar ilmu botani yang relevan dengan bidang kefarmasian, meliputi struktur dan fungsi sel serta jaringan tumbuhan, morfologi dan anatomi organ tumbuhan, klasifikasi dan identifikasi tumbuhan, serta karakteristik tumbuhan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan obat dan simplisia. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan melakukan pengamatan, identifikasi, dokumentasi, dan penyusunan deskripsi botani tumbuhan yang relevan dengan bahan alam, farmakognosi, dan pengawasan mutu bahan baku obat.
Mata kuliah yang mempelajari struktur (anatomi) dan fungsi normal (fisiologi) tubuh manusia, meliputi organisasi tubuh, sistem organ, hubungan antarorgan, serta mekanisme fisiologis yang mendukung kehidupan dan kesehatan manusia sebagai dasar dalam memahami ilmu dan praktik kefarmasian.
Pancasila adalah mata kuliah yang mempelajari nilai, prinsip, sejarah, kedudukan, dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara, ideologi nasional, serta pandangan hidup bangsa Indonesia. Materi mencakup sejarah perumusan Pancasila, nilai-nilai setiap sila, Pancasila dalam sistem ketatanegaraan, hubungan Pancasila dengan konstitusi, demokrasi, hak asasi manusia, keberagaman, persatuan, etika, serta penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan akademik, profesional, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan memahami, menganalisis, menghayati, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila secara kritis, bertanggung jawab, toleran, berintegritas, serta berorientasi pada kemanusiaan dan kepentingan bangsa.
Agama adalah mata kuliah yang mempelajari nilai-nilai keimanan, ketakwaan, moral, etika, dan spiritualitas sebagai dasar pembentukan karakter mahasiswa yang berintegritas dan bertanggung jawab. Materi mencakup konsep ketuhanan, manusia dan kehidupan, ajaran moral dan etika, toleransi antarumat beragama, tanggung jawab sosial, nilai kemanusiaan, serta penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan akademik, profesional, dan bermasyarakat. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan memahami, menghayati, dan menerapkan nilai-nilai agama secara bijaksana, toleran, etis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan pribadi maupun profesi kesehatan.
Bahasa Indonesia adalah mata kuliah yang mempelajari penggunaan bahasa Indonesia yang baik, benar, efektif, dan sesuai kaidah dalam konteks akademik, ilmiah, profesional, dan sosial. Materi mencakup kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, ejaan, pilihan kata, kalimat efektif, paragraf, penalaran bahasa, penyusunan karya ilmiah, teknik kutipan dan daftar pustaka, penulisan abstrak, ringkasan, laporan, artikel ilmiah, serta keterampilan presentasi dan komunikasi akademik. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan memahami, menggunakan, dan mengembangkan bahasa Indonesia secara logis, sistematis, kritis, etis, dan komunikatif untuk mendukung kegiatan pembelajaran, penelitian, pelayanan profesional, serta penyampaian informasi kepada masyarakat.
Farmasi Fisik adalah mata kuliah yang mempelajari penerapan prinsip-prinsip fisika dan kimia dalam memahami sifat bahan serta sistem farmasi. Mata kuliah ini mencakup keadaan materi, termodinamika, kelarutan, koefisien partisi, fenomena antarmuka, mikromeritik, reologi, sistem dispersi, difusi, disolusi, dan stabilitas fisik sediaan. Pembelajaran dilaksanakan melalui kajian konsep, perhitungan, pengukuran, pengolahan data, dan penerapannya dalam formulasi serta evaluasi mutu sediaan farmasi
Biofarmasi–Farmakokinetik adalah mata kuliah yang mempelajari hubungan antara sifat fisikokimia obat, bentuk sediaan, proses pelepasan dan absorpsi obat, serta perjalanan obat di dalam tubuh. Materi mencakup bioavailabilitas dan bioekivalensi, absorpsi, distribusi, metabolisme, ekskresi, model kompartemen, parameter farmakokinetik, kinetika eliminasi, serta faktor fisiologis dan formulasi yang memengaruhi profil konsentrasi obat dalam tubuh. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan menganalisis hubungan antara karakteristik sediaan, konsentrasi obat, dan respons terapi sebagai dasar dalam pengembangan sediaan, penentuan regimen dosis, serta penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional.
Keterampilan Farmakologi adalah mata kuliah keterampilan laboratorium yang memberikan kemampuan teknis dan pengalaman dalam mengamati, mengukur, serta menganalisis respons biologis terhadap pemberian obat. Materi mencakup keselamatan laboratorium, etika penelitian, prinsip 3R, penanganan hewan percobaan secara etis, perhitungan dan pemberian dosis, pemilihan rute pemberian, pengamatan efek farmakologis, hubungan dosis–respons, interpretasi data, serta penyusunan laporan. Pembelajaran dilaksanakan melalui demonstrasi, simulasi, pengamatan, analisis kasus, dan kegiatan laboratorium sesuai prosedur keselamatan serta kesejahteraan hewan.
Teknologi dan Formulasi Sediaan Farmasi Solida adalah mata kuliah yang mempelajari prinsip, perancangan, formulasi, proses produksi, dan evaluasi mutu sediaan farmasi berbentuk padat. Materi mencakup karakterisasi bahan aktif dan eksipien, preformulasi, serbuk, granul, tablet, kapsul, metode granulasi, pencampuran, pengempaan, penyalutan, pengisian kapsul, pengendalian selama proses, pengujian mutu, stabilitas, dan pengemasan. Pembelajaran mengintegrasikan kajian konsep, perhitungan formula, pembuatan sediaan, pengoperasian peralatan, analisis data, dan pemecahan masalah formulasi sesuai prinsip Cara Pembuatan Obat yang Baik.
Kimia Medisinal adalah mata kuliah yang mempelajari hubungan antara struktur kimia senyawa dengan aktivitas biologis dan efek farmakologisnya sebagai dasar dalam penemuan, pengembangan, dan optimasi obat. Materi mencakup sifat fisikokimia obat, hubungan struktur–aktivitas (SAR), interaksi obat dengan target biologis, modifikasi struktur, farmakofor, stereokimia, metabolisme obat, serta prinsip dasar desain obat. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan menganalisis struktur senyawa obat, menjelaskan pengaruh perubahan struktur terhadap aktivitas dan keamanan, serta menerapkan prinsip kimia medisinal dalam pengembangan kandidat obat yang lebih efektif dan selektif.
Manajemen Farmasi adalah mata kuliah yang mempelajari prinsip dan penerapan fungsi manajemen dalam pengelolaan pelayanan serta sumber daya kefarmasian. Materi mencakup perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, pengendalian persediaan, pemusnahan, pengelolaan sumber daya manusia, pembiayaan, mutu pelayanan, dokumentasi, serta evaluasi kinerja organisasi kefarmasian. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan mengelola sediaan farmasi, alat kesehatan, dan sumber daya pendukung secara efektif, efisien, aman, sesuai regulasi, serta berorientasi pada mutu pelayanan dan kebutuhan pasien.
Compounding adalah mata kuliah yang mempelajari prinsip, metode, dan penerapan peracikan sediaan farmasi secara individual maupun dalam skala terbatas untuk memenuhi kebutuhan pasien. Materi mencakup interpretasi resep, perhitungan farmasi, pemilihan bahan aktif dan eksipien, teknik pencampuran, pembuatan berbagai bentuk sediaan nonsteril, pengemasan, pelabelan, stabilitas, kompatibilitas, serta pengendalian mutu sediaan racikan. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan merancang, menyiapkan, mengevaluasi, dan mendokumentasikan sediaan racikan secara akurat, aman, efektif, dan sesuai dengan standar praktik kefarmasian.
Farmakoterapi adalah mata kuliah yang mempelajari prinsip penggunaan obat secara rasional dalam pencegahan, pengobatan, dan pengendalian berbagai penyakit berdasarkan kondisi klinis pasien serta bukti ilmiah. Materi mencakup pemilihan terapi, mekanisme kerja obat, indikasi, kontraindikasi, dosis, efek samping, interaksi obat, monitoring efektivitas dan keamanan terapi, serta penyesuaian regimen berdasarkan karakteristik pasien. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan menganalisis masalah terkait obat, mengevaluasi pilihan farmakoterapi, dan menyusun rekomendasi terapi yang aman, efektif, individual, dan berorientasi pada pasien.
Patofisiologi adalah mata kuliah yang mempelajari perubahan fungsi fisiologis dan mekanisme terjadinya penyakit sebagai akibat gangguan pada tingkat sel, jaringan, organ, dan sistem tubuh. Materi mencakup mekanisme cedera dan adaptasi sel, inflamasi, gangguan imun, gangguan cairan dan elektrolit, serta patofisiologi berbagai sistem seperti kardiovaskular, respirasi, gastrointestinal, ginjal, endokrin, saraf, dan hematologi. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan memahami hubungan antara penyebab penyakit, mekanisme perubahan fungsi tubuh, tanda dan gejala klinis, serta dasar rasional pemilihan dan evaluasi terapi dalam pelayanan kefarmasian.
Mata kuliah keterampilan laboratorium yang memberikan keterampilan teknis dan pengalaman praktis dalam pengujian reaksi biomolekuler, serta isolasi dan analisis kualitatif maupun kuantitatif terhadap karbohidrat, protein, lipid, enzim, dan asam nukleat dalam sistem biologis.
Manajemen Farmasi adalah mata kuliah yang mempelajari prinsip dan penerapan fungsi manajemen dalam pengelolaan pelayanan serta sumber daya kefarmasian. Materi mencakup perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, pengendalian persediaan, pemusnahan, pengelolaan sumber daya manusia, pembiayaan, mutu pelayanan, dokumentasi, serta evaluasi kinerja organisasi kefarmasian. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan mengelola sediaan farmasi, alat kesehatan, dan sumber daya pendukung secara efektif, efisien, aman, sesuai regulasi, serta berorientasi pada mutu pelayanan dan kebutuhan pasien.
Metodologi Penelitian adalah mata kuliah yang mempelajari prinsip, konsep, dan tahapan penelitian ilmiah dalam bidang farmasi dan kesehatan. Materi mencakup identifikasi masalah penelitian, penyusunan rumusan masalah dan tujuan, penelusuran serta telaah pustaka, perumusan hipotesis, pemilihan desain penelitian, penentuan populasi dan sampel, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, validitas dan reliabilitas instrumen, dasar analisis data, etika penelitian, serta penyusunan proposal penelitian. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan merancang penelitian secara sistematis, kritis, etis, dan berbasis bukti untuk menyelesaikan masalah serta mendukung pengembangan ilmu dan praktik kefarmasian.
Psikologi Komunikasi adalah mata kuliah yang mempelajari proses psikologis yang memengaruhi komunikasi individu dan kelompok, khususnya dalam konteks pelayanan kesehatan dan kefarmasian. Materi mencakup persepsi, sikap, motivasi, emosi, kepribadian, komunikasi verbal dan nonverbal, komunikasi interpersonal, empati, hubungan tenaga kesehatan–pasien, komunikasi terapeutik, konflik, serta faktor psikologis yang memengaruhi penerimaan dan kepatuhan pasien terhadap informasi kesehatan. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan memahami perilaku komunikasi, membangun hubungan profesional yang efektif, serta menyampaikan informasi dan edukasi obat secara empatik, etis, jelas, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Analisis Farmasi adalah mata kuliah yang mempelajari prinsip dan penerapan metode analisis untuk mengidentifikasi serta menentukan kadar bahan baku, bahan tambahan, dan sediaan farmasi. Materi mencakup pengambilan dan penyiapan sampel, analisis kualitatif, analisis volumetri, gravimetri, spektrofotometri, kromatografi, pengolahan data, validasi metode, serta interpretasi hasil berdasarkan persyaratan farmakope. Pembelajaran mengintegrasikan konsep, perhitungan, penggunaan instrumen, pelaksanaan pengujian, analisis data, dan pengambilan keputusan mengenai mutu bahan dan sediaan farmasi.
Farmakokinetika Klinis dan Pemantauan Kadar Obat dalam Darah atau Therapeutic Drug Monitoring (TDM) adalah mata kuliah yang mempelajari penerapan prinsip farmakokinetika untuk mengoptimalkan terapi obat pada pasien. Materi mencakup absorpsi, distribusi, metabolisme, eliminasi, parameter farmakokinetika, model kompartemen, dosis muatan, dosis pemeliharaan, interval pemberian, keadaan tunak, fungsi ginjal dan hati, waktu pengambilan sampel, interpretasi kadar obat, serta penyesuaian regimen dosis. Pembelajaran mengintegrasikan konsep, perhitungan, analisis kasus pasien, interpretasi data laboratorium, dan penyusunan rekomendasi terapi yang efektif, aman, dan individual.
Farmakoterapi Sistem Saraf Tepi adalah mata kuliah yang mempelajari penggunaan obat secara rasional pada berbagai gangguan yang melibatkan sistem saraf perifer dan sistem saraf otonom. Materi mencakup fisiologi dan patofisiologi sistem saraf simpatis, parasimpatis, neuromuskular, serta mekanisme kerja obat yang memengaruhi reseptor adrenergik, kolinergik, dan transmisi neuromuskular. Mata kuliah ini juga membahas pemilihan terapi, indikasi, kontraindikasi, dosis, efek samping, interaksi obat, monitoring efektivitas dan keamanan, serta evaluasi masalah terkait obat pada kondisi klinis yang berkaitan dengan sistem saraf tepi. Pembelajaran diarahkan agar mahasiswa mampu menganalisis kasus, memilih dan mengevaluasi farmakoterapi berbasis bukti, serta menyusun rekomendasi terapi yang aman, efektif, rasional, dan berorientasi pada pasien.
Farmakoterapi Sistem Saraf Pusat adalah mata kuliah yang mempelajari penggunaan obat secara rasional pada berbagai gangguan neurologis dan psikiatri yang melibatkan sistem saraf pusat. Materi mencakup fisiologi dan patofisiologi sistem saraf pusat, neurotransmiter dan reseptor, mekanisme kerja obat, serta farmakoterapi pada epilepsi, penyakit Parkinson, Alzheimer, stroke, nyeri, gangguan tidur, ansietas, depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, dan gangguan neurologis maupun psikiatri lainnya. Mata kuliah ini juga membahas pemilihan terapi, dosis, efek samping, kontraindikasi, interaksi obat, monitoring efektivitas dan keamanan, serta identifikasi masalah terkait obat. Pembelajaran diarahkan agar mahasiswa mampu menganalisis kasus klinis, mengevaluasi terapi berbasis bukti, dan menyusun rekomendasi farmakoterapi yang aman, efektif, rasional, dan berorientasi pada pasien.
Farmakoterapi Sistem Saluran Cerna adalah mata kuliah yang mempelajari penggunaan obat secara rasional pada berbagai gangguan sistem gastrointestinal dan hepatobilier. Materi mencakup fisiologi dan patofisiologi saluran pencernaan, mekanisme kerja obat, serta farmakoterapi pada penyakit refluks gastroesofageal, gastritis dan ulkus peptikum, mual dan muntah, diare, konstipasi, sindrom iritasi usus, penyakit radang usus, gangguan hati, pankreas, dan kondisi gastrointestinal lainnya. Mata kuliah ini juga membahas pemilihan terapi, dosis, efek samping, kontraindikasi, interaksi obat, monitoring efektivitas dan keamanan, serta identifikasi masalah terkait obat. Pembelajaran diarahkan agar mahasiswa mampu menganalisis kasus klinis, mengevaluasi farmakoterapi berbasis bukti, dan menyusun rekomendasi terapi yang aman, efektif, rasional, serta berorientasi pada pasien.
Farmasi Klinis II adalah mata kuliah lanjutan yang mempelajari penerapan prinsip farmasi klinis dan pharmaceutical care dalam mengoptimalkan penggunaan obat pada pasien melalui pengkajian terapi, identifikasi dan penyelesaian masalah terkait obat, pemantauan efektivitas dan keamanan terapi, serta evaluasi hasil pengobatan. Materi mencakup medication review, rekonsiliasi obat, interpretasi data klinis dan laboratorium, monitoring terapi obat, penilaian kepatuhan, pencegahan medication error, farmakovigilans, edukasi dan konseling pasien, serta kolaborasi interprofesional. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan menganalisis kasus klinis secara terintegrasi dan menyusun rekomendasi farmakoterapi berbasis bukti yang aman, efektif, rasional, individual, dan berorientasi pada pasien.
Proposal Penelitian adalah mata kuliah yang mempelajari proses perencanaan dan penyusunan proposal penelitian ilmiah secara sistematis, logis, etis, dan sesuai kaidah metodologi penelitian. Materi mencakup identifikasi dan perumusan masalah penelitian, penentuan tujuan dan manfaat penelitian, penyusunan tinjauan pustaka dan kerangka konsep, perumusan hipotesis atau pertanyaan penelitian, pemilihan desain dan metode penelitian, penentuan populasi dan sampel, variabel dan definisi operasional, teknik pengumpulan dan analisis data, pertimbangan etika penelitian, penyusunan jadwal dan anggaran, serta teknik penulisan, presentasi, dan penyempurnaan proposal penelitian. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan menyusun dan mempertahankan proposal penelitian yang relevan, terstruktur, layak, berbasis bukti ilmiah, serta dapat digunakan sebagai dasar pelaksanaan penelitian di bidang farmasi dan kesehatan.
Nutraseutikal adalah mata kuliah yang mempelajari konsep, sumber, komponen bioaktif, mekanisme kerja, manfaat kesehatan, keamanan, serta pengembangan produk nutraseutikal yang berasal dari bahan pangan, tanaman, mikroorganisme, maupun sumber alami lainnya. Materi mencakup functional foods, dietary supplements, fitonutrien, probiotik, prebiotik, vitamin, mineral, antioksidan, asam lemak esensial, serta senyawa bioaktif yang berperan dalam pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Mata kuliah ini juga membahas aspek formulasi, standardisasi, mutu, stabilitas, bukti ilmiah terkait efektivitas, keamanan penggunaan, regulasi, serta potensi interaksi nutraseutikal dengan obat. Pembelajaran diarahkan agar mahasiswa mampu mengevaluasi dan mengembangkan produk nutraseutikal secara ilmiah, aman, bermutu, inovatif, dan berbasis bukti untuk mendukung kesehatan masyarakat.
Pharmaceutical Care adalah mata kuliah yang mempelajari konsep dan penerapan pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien melalui proses pengkajian terapi obat, identifikasi dan penyelesaian masalah terkait obat, perumusan tujuan terapi, penyusunan rencana intervensi, serta monitoring efektivitas dan keamanan terapi. Materi mencakup medication assessment, drug-related problems, medication review, rekonsiliasi obat, kepatuhan terapi, edukasi dan konseling pasien, dokumentasi pelayanan, serta kolaborasi interprofesional. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan memberikan pelayanan kefarmasian secara sistematis, berbasis bukti, aman, efektif, rasional, dan berorientasi pada kebutuhan individual pasien guna mencapai hasil terapi yang optimal.
Farmakoterapi Sistem Pernafasan, Ginjal, dan Darah adalah mata kuliah yang mempelajari penggunaan obat secara rasional pada berbagai gangguan sistem respirasi, renal, serta hematologi. Materi mencakup fisiologi dan patofisiologi penyakit, target terapi, mekanisme kerja obat, serta farmakoterapi pada asma, PPOK, infeksi dan gangguan saluran pernafasan, gangguan fungsi ginjal, gangguan cairan dan elektrolit, anemia, gangguan koagulasi, tromboemboli, dan kelainan hematologi lainnya. Mata kuliah ini juga membahas pemilihan obat, dosis, penyesuaian terapi berdasarkan fungsi ginjal, efek samping, kontraindikasi, interaksi obat, monitoring efektivitas dan keamanan, serta identifikasi masalah terkait obat. Pembelajaran diarahkan agar mahasiswa mampu menganalisis kasus klinis, mengevaluasi terapi berbasis bukti, dan menyusun rekomendasi farmakoterapi yang aman, efektif, rasional, individual, dan berorientasi pada pasien.
Interaksi Obat adalah mata kuliah yang mempelajari perubahan efek, kadar, atau respons suatu obat akibat penggunaan bersama obat lain, makanan, minuman, suplemen, maupun kondisi klinis tertentu. Materi mencakup mekanisme interaksi farmakokinetik dan farmakodinamik, faktor risiko interaksi, tingkat signifikansi klinis, prediksi dan identifikasi interaksi, interpretasi bukti ilmiah, serta strategi pencegahan dan penanganannya. Mata kuliah ini juga membahas evaluasi interaksi pada pasien dengan polifarmasi, penyakit penyerta, dan kelompok khusus. Pembelajaran diarahkan agar mahasiswa mampu mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan menyusun rekomendasi penanganan interaksi obat yang aman, efektif, rasional, berbasis bukti, dan berorientasi pada pasien.
Farmasi Komunitas adalah mata kuliah yang mempelajari konsep dan penerapan pelayanan kefarmasian kepada individu, keluarga, dan masyarakat, terutama di apotek dan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Mata kuliah ini mencakup pengelolaan obat, pelayanan resep, swamedikasi, pelayanan informasi obat, edukasi dan konseling, pemantauan terapi, rujukan pasien, promosi kesehatan, keselamatan pasien, dokumentasi, pengelolaan apotek, serta penerapan regulasi dan etika profesi. Pembelajaran mengintegrasikan teori, analisis kasus, simulasi pelayanan, komunikasi dengan pasien, pengambilan keputusan, dan evaluasi mutu pelayanan farmasi komunitas.
Pendidikan Antikorupsi adalah mata kuliah yang mempelajari konsep, nilai, prinsip, bentuk, penyebab, dan dampak korupsi serta upaya pencegahan dan pemberantasannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Materi mencakup pengertian dan bentuk tindak korupsi, faktor penyebab korupsi, dampak korupsi terhadap masyarakat dan pembangunan, nilai-nilai antikorupsi, integritas, kejujuran, tanggung jawab, transparansi, akuntabilitas, konflik kepentingan, gratifikasi, etika profesional, serta peran individu dan masyarakat dalam pencegahan korupsi. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan memahami, menganalisis, dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi secara kritis, etis, transparan, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam kehidupan akademik, profesional, pelayanan kesehatan, dan kehidupan bermasyarakat.
Pelayanan Prima adalah mata kuliah yang mempelajari konsep, prinsip, sikap, komunikasi, dan keterampilan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, profesional, responsif, etis, dan berorientasi pada kebutuhan serta kepuasan pengguna layanan. Materi mencakup konsep dan standar pelayanan prima, etika dan profesionalisme pelayanan, komunikasi efektif dan empatik, kebutuhan dan harapan pelanggan atau pasien, kualitas pelayanan, penanganan keluhan, penyelesaian konflik, kerja sama tim, budaya pelayanan, keselamatan dan kenyamanan pengguna layanan, evaluasi kepuasan, serta peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan menerapkan pelayanan prima secara ramah, tepat, cepat, transparan, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pasien dalam lingkungan akademik, pelayanan kesehatan, pelayanan kefarmasian, dan kehidupan profesional.
Ketua Program Studi