Loading...
Universitas Prima Indonesia Akreditasi Institusi Unggul

Seni Retorika: Mengapa Pilihan Kata Bisa Memicu Ketegangan atau Ketenangan?

Membedah Alasan Psikologis Mengapa Kata yang Bermakna Sama Bisa Menghasilkan Respon Emosional yang Berbeda

Pernahkah kamu mendengar sebuah pernyataan pejabat atau tokoh publik yang bermaksud menenangkan, namun justru memicu kemarahan luas? Di tengah situasi ekonomi yang sedang tidak menentu, sebuah kalimat seperti "Rakyat di desa tidak pakai dolar, jadi tidak perlu panik" mungkin terdengar logis secara harfiah, namun secara retorika, ini adalah sebuah kekeliruan fatal dalam komunikasi publik.

Dalam disiplin ilmu bahasa dan komunikasi, retorika bukan sekadar seni berbicara, melainkan seni memahami audiens. Kesalahan dalam membaca psikologi massa saat krisis ekonomi dapat menciptakan jarak (gap) yang lebar antara pemimpin dan rakyat. Simak bagaimana retorika yang tepat dapat menjadi penengah di tengah situasi yang panas.

Retorika dan Empati: Melampaui Logika Kata

Secara teknis, dolar mungkin tidak digunakan dalam transaksi di pasar tradisional desa. Namun, ilmu bahasa dan komunikasi mengajarkan adanya "efek domino" dari sebuah narasi. Ketika harga barang pokok merangkak naik akibat nilai tukar, pernyataan yang menyepelekan keterkaitan dolar dengan kehidupan desa dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian atau kurangnya empati terhadap beban hidup masyarakat.

Retorika yang buruk sering kali muncul karena pembicara terlalu fokus pada data teknis tanpa mempertimbangkan aspek sosiolinguistik. Seorang komunikator yang handal harus mampu memilih diksi yang mengakui kesulitan audiensnya, bukan justru menegasi realitas yang mereka hadapi.

Tips Mengasah Retorika Publik yang Beretika

Agar pesanmu tidak memicu ketegangan yang tidak perlu, terapkan prinsip retorika berikut:

  • Gunakan Ethos, Pathos, dan Logos secara Seimbang: Jangan hanya bicara logika (logos), tapi bangunlah kredibilitas (ethos) dan sentuhlah perasaan audiens (pathos).
  • Validasi Perasaan Audiens: Sebelum memberikan solusi atau penjelasan teknis, akuilah bahwa situasi memang sedang sulit. Ini membangun jembatan kepercayaan.
  • Hindari Generalisasi yang Menyesatkan: Pernyataan yang menyederhanakan masalah kompleks biasanya akan dipandang sebagai sikap meremehkan.
  • Pahami Konteks Makro dan Mikro: Sadari bahwa apa yang terjadi di level global (dolar) selalu memiliki dampak hingga ke dapur masyarakat (mikro).

Menjadi Komunikator Strategis bersama FBK UNPRI

Fakultas Bahasa dan Komunikasi (FBK) UNPRI melatih mahasiswa untuk memiliki kepekaan tajam dalam menyusun narasi publik. Melalui program Pendidikan Bahasa Inggris dan Sarjana Terapan Bahasa Mandarin, kamu akan belajar cara berkomunikasi secara diplomatis dan strategis, sehingga mampu mengelola opini publik dengan bijak, baik di tingkat lokal maupun internasional.


Kata-kata memiliki kekuatan untuk menyembuhkan atau melukai. Jika kamu ingin menguasai seni retorika dan menjadi suara yang membawa solusi di masa depan, mari kembangkan potensimu bersama Universitas Prima Indonesia.

Konsultan Pendidikan UNPRI:
0811 6207 513 — Program Non-Kesehatan
0811 6207 512 — Pascasarjana

Dapatkan informasi terbaru di:
Instagram: @unpri_medan
Website Utama: unprimdn.ac.id

Bagi warga Riau, kualitas pendidikan komunikasi yang mumpuni ini juga hadir di UNPRI PSDKU Pekanbaru. Sebagai PTS termegah di Riau, kami berkomitmen mencetak lulusan yang cerdas beretorika dan peka terhadap dinamika sosial. Kunjungi profil kampus Pekanbaru kami: unprimdn.ac.id/pekanbaru



Berita seputar "Bahasa dan Komunikasi:"

FBK UNPRI Raih Penghargaan Mitra Kerja Peningkatan Literasi dari Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara
2026-05-20 09:27:56 by Muhammad Aditya Kurnia
Membedah Alasan Psikologis Mengapa Kata yang Bermakna Sama Bisa Menghasilkan Respon Emosional yang Berbeda
Wadahi Kreativitas Generasi Muda : FBK UNPRI Sukses Jadi Tuan Rumah Festival Musikalisasi Puisi SMA Sumut 2026
2026-05-20 09:27:56 by Muhammad Aditya Kurnia
Membedah Alasan Psikologis Mengapa Kata yang Bermakna Sama Bisa Menghasilkan Respon Emosional yang Berbeda
Content Strategist dan Editor: Bagaimana Lulusan Bahasa Mengelola Arus Informasi di Era Big Data
2026-05-20 09:27:56 by Muhammad Aditya Kurnia
Membedah Alasan Psikologis Mengapa Kata yang Bermakna Sama Bisa Menghasilkan Respon Emosional yang Berbeda
Cetak Karya Kreatif Berdampak: Tim DKV UNPRI Sabet Juara 2 dan Favorit di Lomba #LifeWithManner United Tractors
2026-05-20 09:27:56 by Muhammad Aditya Kurnia
Membedah Alasan Psikologis Mengapa Kata yang Bermakna Sama Bisa Menghasilkan Respon Emosional yang Berbeda
Tembus Panggung Internasional: Tipografi Karya Dosen UNPRI Deky Firnanda Jadi Identitas Visual Zohran Mamdani di New York
2026-05-20 09:27:56 by Muhammad Aditya Kurnia
Membedah Alasan Psikologis Mengapa Kata yang Bermakna Sama Bisa Menghasilkan Respon Emosional yang Berbeda

Berita Lain

UNPRI Sukses Gelar Donor Darah: Sumbang 123 Kantong untuk Kemanusiaan
2026-05-20 09:27:56 by Muhammad Aditya Kurnia
Membedah Alasan Psikologis Mengapa Kata yang Bermakna Sama Bisa Menghasilkan Respon Emosional yang Berbeda
Pelantikan Pengurus UNPRI Creative Universitas Prima Indonesia Pekanbaru Periode 2026 Resmi Digelar
2026-05-20 09:27:56 by Muhammad Aditya Kurnia
Membedah Alasan Psikologis Mengapa Kata yang Bermakna Sama Bisa Menghasilkan Respon Emosional yang Berbeda
Kaprodi Ners UNPRI Hadiri Pelepasan 10.000 Mahasiswa Berdampak oleh Dirjen Diktisaintek di Universitas Negeri Medan
2026-05-20 09:27:56 by Muhammad Aditya Kurnia
Membedah Alasan Psikologis Mengapa Kata yang Bermakna Sama Bisa Menghasilkan Respon Emosional yang Berbeda
Cetak Lulusan Kreatif Berdaya Saing: Mahasiswi PBSI UNPRI Raih Juara 2 Baca Puisi Peksimida Sumut
2026-05-20 09:27:56 by Muhammad Aditya Kurnia
Membedah Alasan Psikologis Mengapa Kata yang Bermakna Sama Bisa Menghasilkan Respon Emosional yang Berbeda

Berita Halaman Depan


© Universitas Prima Indonesia 2023 - All rights reserved.