Visi
Menghasilkan dokter umum profesional yang berwawasan sociotechnopreneurship dan unggul dalam pencegahan penyakit degeneratif.
Profesi · Universitas Prima Indonesia
Pendidikan Klinis untuk Menjadi Dokter.
Program Studi Profesi Dokter adalah tahap pendidikan klinis yang dirancang untuk melengkapi lulusan sarjana kedokteran dengan keterampilan praktis yang diperlukan untuk menjadi dokter yang kompeten. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan calon dokter dalam mendiagnosis, mengobati, dan mencegah penyakit melalui kombinasi pembelajaran teoritis dan pelatihan klinis intensif. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, mahasiswa memasuki tahap profesi ini untuk memperdalam pengetahuan klinis dan mengasah kemampuan praktis mereka.Selama program, mahasiswa menjalani rotasi klinis di berbagai bidang medis, seperti penyakit dalam, bedah, pediatri, kebidanan dan kandungan, serta gawat darurat. Mereka bekerja langsung di rumah sakit dan fasilitas kesehatan, terlibat dalam proses diagnosis, perawatan, dan manajemen pasien. Pengalaman ini memungkinkan mereka untuk menerapkan pengetahuan teoritis ke dalam situasi nyata sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir klinis dan pengambilan keputusan.Selain keterampilan klinis, mahasiswa juga mempelajari aspek-aspek penting seperti etika kedokteran, komunikasi dengan pasien, dan kerja sama tim. Keterampilan ini sangat penting untuk menjadi dokter yang efektif, karena membantu membangun hubungan yang baik antara dokter dan pasien serta memastikan pelayanan kesehatan yang berkualitas.Tujuan akhir dari Program Studi Profesi Dokter adalah menghasilkan dokter yang memiliki kompetensi klinis yang komprehensif, mampu menangani berbagai masalah medis secara mandiri. Lulusan akan dibekali dengan pengetahuan medis yang mendalam, pengalaman praktis yang luas, serta integritas profesional yang tinggi, sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan efektif bagi pasien.Secara keseluruhan, Program Studi Profesi Dokter merupakan tahap penting dalam pendidikan kedokteran yang menjadi jembatan antara pembelajaran teoritis dan praktik klinis. Melalui program ini, mahasiswa berkembang menjadi dokter yang terampil dan bertanggung jawab, siap berkontribusi dalam sistem kesehatan dan masyarakat secara luas.
Menghasilkan dokter umum profesional yang berwawasan sociotechnopreneurship dan unggul dalam pencegahan penyakit degeneratif.
Menghasilkan lulusan Dokter Umum yang kompeten serta mampu memberikan pelayanan medis berkualitas tinggi, khususnya dalam pencegahan penyakit degeneratif, dengan landasan kuat pada prinsip sociotechnopreneurship. Mendorong inovasi ilmiah dan teknologi yang mendukung pencegahan penyakit degeneratif, berlandaskan prinsip sociotechnopreneurship, serta berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. Melaksanakan program pengabdian masyarakat yang berdampak dengan mengadopsi pendekatan sociotechnopreneurship untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Menyediakan layanan akademik dan non-akademik yang komprehensif melalui kemitraan strategis dan kolaborasi dengan institusi nasional maupun internasional.
Menghasilkan lulusan dokter umum yang mampu memberikan pelayanan medis yang berkualitas tinggi dan beretika. Menghasilkan lulusan dokter umum yang menunjukkan keunggulan dalam pencegahan penyakit degeneratif, dengan orientasi yang kuat pada sociotechnopreneurship. Menghasilkan solusi inovatif berbasis penelitian untuk pencegahan penyakit degeneratif, serta secara efektif mendiseminasikan inovasi tersebut demi kepentingan masyarakat. Menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang berakar pada prinsip sociotechnopreneurship dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas hidup secara keseluruhan. Membangun kolaborasi berkualitas tinggi dan berkelanjutan dengan institusi nasional dan internasional dalam mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi yang berkontribusi aktif dalam mewujudkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Mengembangkan pertumbuhan mahasiswa yang unggul secara akademik maupun non-akademik melalui program pengembangan mahasiswa yang komprehensif.
| Kode | Mata Kuliah / Tahap | SKS |
|---|---|---|
| PDK702029 | Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin | 2 |
| PDK702028 | Ilmu Kesehatan Jiwa | 2 |
| RAD | Radiologi | 2 |
| IPD | Ilmu Penyakit Dalam | 6 |
| PDK706027 | Ilmu Kesehatan Anak | 6 |
| PDK702026 | Ilmu Penyakit Saraf | 2 |
| Total | 20 | |
Bidang pekerjaan dan peran profesional yang dapat dituju lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
Profesional kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan umum secara holistik komprehensif, meliputi promotif, preventif, diagnostik, terapeutik, dan rehabilitatif berdasarkan evidence-based, standar profesi, etika, yang memprioritaskan keselamatan pasien.
Karakteristik dan kemampuan yang diharapkan melekat pada lulusan program studi.
Menggambarkan lulusan yang mampu menjalankan tugas dan profesinya berdasarkan nilai etika dan moral, menunjukkan sikap profesional dan integritas, serta bertanggung jawab terhadap setiap tindakan dan keputusan. Lulusan juga mampu beradaptasi terhadap perubahan, menghasilkan gagasan atau solusi inovatif terhadap permasalahan sosial, serta memiliki jiwa kewirausahaan dalam mengembangkan peluang dan menciptakan nilai bagi masyarakat
Menggambarkan lulusan yang memiliki dasar pengetahuan kesehatan yang luas, menyeluruh, dan saling terintegrasi serta mampu menggunakan bukti ilmiah dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan kesehatan. Lulusan mampu merespons kebutuhan dan tantangan kesehatan masyarakat, berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, serta bekerja sama dengan berbagai profesi kesehatan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan digitalisasi
Memiliki lulusan yang berkompeten dapat mengintegrasikan ilmu kedokteran dasar dan keterampilan klinis untuk mengatasi penyakit diabetes/degeneratif dengan menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan patient safety procedure.
Lulusan dapat mengintegrasikan menerapkan pengetahuan kedokteran dasar klinis dan keterampilan klinis yang berorientasi terhadap pasien safety terutama di bidang kegawatdaruratan, anastesiologi dan terapi intensif
Sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang perlu dicapai mahasiswa pada akhir pendidikan.
Memiliki ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menunjukkan sikap religius, nasionalis, toleransi, beretika, bertanggung jawab, bermoral serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam menunjukkan sikap religius dan menjunjung nilai ketuhanan, kemanusiaan, etika, moral, nasionalisme, toleransi, serta tanggung jawab dalam menjalankan kehidupan akademik dan profesional. Lulusan mampu menghargai martabat, hak, dan keberagaman setiap individu serta menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai dasar dalam memberikan pelayanan kesehatan dan berinteraksi dengan masyarakat
Mampu menginternalisasi kemandirian, karakter tangguh, kolaboratif, adaptif, inovatif dan menerapkan prinsip kewirausahaan melalui pemanfaatan teknologi yang berdampak kepada masyarakat
Menggambarkan kemampuan lulusan untuk bekerja secara mandiri, memiliki ketangguhan dalam menghadapi tantangan, mampu berkolaborasi, beradaptasi terhadap perubahan, serta menghasilkan gagasan inovatif. Lulusan mampu memanfaatkan teknologi dan menerapkan prinsip kewirausahaan untuk menghasilkan solusi yang kreatif, produktif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat
Menganalisis konsep dasar ilmu kedokteran yang terintegrasi dari ilmu biomedik, klinis, dan perilaku untuk menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam praktik kedokteran dengan keunggulan dalam penyakit degeneratif
Menggambarkan kemampuan lulusan memahami dan menganalisis konsep dasar kedokteran terintegrasi dengan ilmu biomedik, klinis, dan perilaku. Kemampuan tersebut menjadi landasan dalam memahami mekanisme penyakit, kondisi kesehatan, serta penerapan prinsip kedokteran dalam berbagai konteks teoritis dan klinis
Menganalisis konsep dasar penyakit degeneratif, termasuk etiologi, patogenesis, manifestasi klinis, diagnosis, dan penatalaksanaannya, untuk menentukan strategi penanganan yang tepat.
Menggambarkan kemampuan analisis terstruktur, memahami cara memecahkan masalah (A4/analyze )dan membuat keputusan klinis yang tepat (P3/Precisi), namun berempati (A3/Value) dan berorientasi terhadap keselamatan pasien.
Mengimplementasikan informasi kesehatan dan isu-isu terkait dengan penanganan penyakit degeneratif.Secara efektif berkolaborasi dalam tim untuk memecahkan masalah kesehatan dasar.
Menggambarkan kemampuan mengintegrasikan dan berkolaborasi dengan tim (A4/ Organize) dengan menerapkan prinsip komunikasi dan konsep kesehatan (C3/ Apply) melalui interaksi aktif dan komunikasi lisan/ tertulis dalam komunikasi dan dinamika kesehatan (P2/ Manipulation)
Menganalisis dan mensintesis secara kritis informasi medis/kesehatan dari berbagai sumber, dan memanfaatkannya secara efektif untuk membuat keputusan klinis yang tepat, termasuk dalam konteks penyakit degeneratif dan penerapan pendekatan socioentrepreneurship
Menggambarkan kemampuan menganalisis dan menilai data / bukti medis ilmiah (C5/evaluate) serta terintegrasi nilai sosial, empati dan pendekatan sosioentrepreneurship dengan keselamatan pasien sebagai prioritas sehingga dapat diambil keputusan yang tepat dan akurat (P3/ presisi) sesuai standar operasional medis dan etika yang berlaku
Keterampilan klinis esensial (anamnesis, pemeriksaan fisik, interpretasi data, diagnosis, penatalaksanaan pasien), dan prosedur medis dasar dalam praktik klinis dengan keunggulan dalam bidang penyakit anastesi dan kedaruratan medik serta terapi intensif
Menggambarkan koordinasi motorik (P4/articulation) dan terintegrasi untuk melakukan prosedur medis terintegrasi dengan menganalisis (C4/analyze) temuan klinis untuk mendiagnosis dan menterapi penyakit di bidang kegawatdaruratan, anastesiologi dan terapi intensif yang berdasarkan etika dan keselamatan pasien (A3/ value)
Menerapkan prinsip dan metode peningkatan mutu keselamatan pasien dalam praktik kedokteran, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan fokus pada pencegahan dan penanganan komplikasi kegawatdaruratan, bidang anastesi dan terapi intensif
Menggambarkan pemanfaatan konsep dan metode keselamatan pasien serta Tri Dharma Perguruan Tinggi (C3/Apply) untuk pencegahan dan penanganan penyakit degeneratif yang bergantung pada komitmen kemanusiaan (A3/Valuing), dan pelaksanaan mitigasi risiko komplikasi (P2/ Manipulation) sesuai SOP
Penatalaksanaan bantuan hidup dasar terintegrasi didasarkan pada pengetahuan kedokteran dasar klinis yang berlandaskan evidence-based, etika, dan profesionalisme dengan prioritas utama keselamatan pasien
Menggambarkan kemampuan menganalisis dan mengeksekusi tindakan klinis Bantuan Hidup Dasar (RJP, manajemen airway, AED/Automated External Defibrillator) secara cepat tepat dan akurat P4(Articulatio) berdasarkan pertimbangan evidence-based K4(Analyze), etika, profesionalisme dan keselamatan pasien A3(Respect)
Penatalaksanaan ventilasi masker terintegrasi dengan pengetahuan kedokteran dasar klinis yang berlandaskan evidence-based, etika, dan profesionalisme dengan prioritas utama.keselamatan pasien
Menggambarkan keterampilan motorik halus dan kasar dalam memposisikan kepala (head-tilt/chin lift atau jaw-thrust), memposisikan dengan presisi masker P4 (Articulatio), serta mengatur tidal volume paru yang terintegrasi dengan ilmu kedokteran dasar klinis (anatomi/airway resp system, dan fisiologi pasca ventilasi) C4 (Analyze) yang memperhitungkan prinsip maleficence dan aspirasi. A3(Respect)
Penatalaksanaan anestesi infiltrasi terintegrasi dengan pengetahuan kedokteran dasar klinis yang berlandaskan evidence-based, etika, dan profesionalisme dengan prioritas utama. keselamatan pasien
Menggambarkan ketrampilan prosedur klinik (penanganan spuit, teknik manipulasi jaringan, kontrol presisi deposisi anastesi) P4(Articulatio), pemahaman farmakologi anastesi lokal, analisis K4 (Analyze) anatomi persarafan serta evaluasi komplikasi anastesi yang memprioritaskan patient safety protocol, profesionalisme A3 (Respect)
Penatalaksanaan pijat jantung luar terintegrasi dengan pengetahuan kedokteran dasar klinis yang berlandaskan evidence-based, etika, dan profesionalisme dengan prioritas utama keselamatan pasien
Menggambarkan keterampilan motorik kasar dan daya tahan fisik (endurance) P4(Articulatio) untuk melakukan high-quality CPR secara presisi & konstan yang terintegrasi dengan algoritma RJP, analisa indikasi-kontraindikasi RJP serta mengevaluasi respons sirkulasi C4(Analyze) yang memprioritaskan keselamatan pasien & penolong yang beretika A3 (Respect)
Penatalaksanaan resusitasi cairan terintegrasi dengan pengetahuan kedokteran dasar klinis yang berlandaskan evidence-based, etika, dan profesionalisme, dengan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.
Kemampuan menganalisis C4 (Analyze) (patofisiologi syok, mengalkulasi kebutuhan cairan dan mengevaluasi efektivitas dan komplikasi terapi cairan) dan keterampilan klinis P3(Precisi) (memasang iv-cannulation, merakit sistem infus, mengontrol laju cairan) dengan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme serta patient safety protocol A3(Respect)
Penatalaksanaan injeksi iv-im-sc terintegrasi dengan pengetahuan kedokteran dasar klinis, berlandaskan evidence-based, etika, dan profesionalisme, dengan prioritas utama keselamatan pasien
Ketrampilan motorik halus P4(Articulatio) (persiapan obat, manipulasi spuit secara akurat sesuai sudut penyuntikan dan kontrol penyuntikan tanpa merusak jaringan) serta kemampuan analisis C4 (Analyze) (sifat fisikokimia obat, lokasi injeksi berdasarkan anatomi, evaluasi reaksi alergi/toksik obat, serta tetap memprioritaskan keselamatan pasien dan penolong A3 (Respect) sesuai protokol keselamatan.
Penatalaksanaan blok saraf lokal terintegrasi dengan pengetahuan kedokteran dasar klinis, berlandaskan evidence-based, etika, dan profesionalisme, dengan prioritas utama keselamatan pasien
Keterampilan motorik kompleks P4/ Articulation (koordinasi visual, motorik yang presisi) terintegrasi dengan pengetahuan kedokteran klinis (evaluasi risiko-manfaat berbasis evidence-based, farmakokinetika obat) C5/Evaluate untuk menatalaksanakan tindakan sesuai kondisi pasien yang berlandaskan pedoman prilaku etik profesional dan patient safety protocol A5/ Characterisation
Penatalaksanaan anastesi topikal tetes/semprot terintegrasi dengan pengetahuan kedokteran dasar klinis, berlandaskan evidence-based, etika, dan profesionalisme, dengan prioritas utama keselamatan pasien
Koordinasi tangan dan kontrol taktil serta pemilihan jenis anestesi topikal P3/Precision yang tepat dan aman dengan memperhitungkan luas permukaan mukosa, absorpsi sistemik, batas dosis maksimal/toksik serta mendeteksi dini komplikasi dengan memperhatikan etika profesionalisme dan keselamatan pasien dengan memberikan informasi medis. A5/Precisi
Penatalaksanaan penilaian nyeri dan pemberian analgesia terintegrasi dengan pengetahuan kedokteran dasar klinis, berlandaskan evidence-based, etika, dan profesionalisme, dengan prioritas utama keselamatan pasien
Kemampuan menganalisis etiologi C5/Evaluate (akut/kronis/neuropati/nociceptif), skala nyeri (NRS/VAS/FLACC), kalkulasi tangga analgesik WHO dan keterampilan psikomotor kompleks P3(Presisi) (aplikasi skala penilaian nyeri, prosedur pemberian obat injeksi iv/im/sc, pengaturan Patient-controlled Analgesia dan Blok analgesia sederhana), serta kewaspadaan risiko adiktif dan penyalahgunaan opioid serta pemantauan efek samping obat A5/characterisation
Penatalaksanaan punksi vena terintegrasi dengan pengetahuan kedokteran dasar klinis, berlandaskan evidence-based, etika, dan profesionalisme, dengan prioritas utama keselamatan pasien
Keterampilan psikomotor invasif melalui sinkronisasi gerakan manipulatif (identifikasi, fiksasi, kontrol sudut dan kedalaman dan manipulasi jarum/spuit) yang didasari analisa/evaluasi klinis (membedakan arteri/vena/nerve, evaluasi keadaan khusus collapse,edema/obese, pemilihan tools yang tepat) berbasis evidence-based dan pasien safety protocol procedure ( informed consent, sterilitas, needle phobia, penanganan segera komplikasi) A5/ Characterisation
Penatalaksanaan, penentuan indikasi dan jenis transfusi terintegrasi dengan pengetahuan kedokteran dasar klinis, berlandaskan evidence-based, etika, dan profesionalisme, dengan prioritas utama keselamatan pasien
Penalaran kognitif kompleks (Evaluasi kapan dan komponen darah sepesifk yang dibutuhkan) C5/Evaluate dan ketrampilan psikomotor (pemasangan transfusi set, regulasi tetesan, penanganan aseptik, serta penanganan reaksi komplikasi/alergi bila terjadi) P3/Precision, serta screening yang ketat untuk keselamatan pasien karena transfusi memerlukan crosschecking untuk menghindari incompatibility missmatch maupun penyakit menular lainnya. A5/ Characterisation
Penatalaksanaan dekompresi jarum terintegrasi dengan pengetahuan kedokteran dasar klinis, berlandaskan evidence-based, etika, dan profesionalisme, dengan prioritas utama keselamatan pasien
Needle decompression merupakan life-saving emergency procedure namun resiko tinggi P4/Articulation, sehingga diperlukan pengetahuan cognitif mengenali gejala klinis dan penentuan anatomi posisi dekompresi yang disesuaikan dengan keadaan pasien C5/Evaluate, berlandaskan patient safety protocol A5/Characterisation
Penatalaksanaan terapi oksigen terintegrasi dengan pengetahuan kedokteran dasar klinis, berlandaskan evidence-based, etika, dan profesionalisme, dengan prioritas utama keselamatan pasien
Manajemen oksigen mengevaluasi indikasi yang tepat ( jenis gagal napas, target SpO2 dan analisis gas darah) C5/ Evaluate, yang memerlukan keterampilan teknis pemasangan alat, humidifikasi dan pengaturan laju aliran oksigen P3/Precision sehingga diperlukan follow up ketat dan kepatuhan prosedur keselamatan dan kenyamanan pasien
RPSMK yang telah disahkan dan dikunci ditampilkan berdasarkan semester. Sumber angkatan mengikuti RPSMK terbaru yang tersedia untuk mata kuliah pada semester tersebut.
Ilmu yang dipelajari mencakup tentang penyakit yang menginfeksi kulit dan kelamin yang disebabkan oleh infeksi (baik bakteri, virus dan jamur), infeksi parasit, penyakit alergi, penyakit autoimun, penyakit bawaan yang diturunkan secara genetik, neoplasma yang dapat timbul pada bayi baru lahir hingga usia tua.
Cabang Ilmu Kesehatan Jiwa pada tahap profesi akan membahas ilmu seputar kesehatan jiwa. Ilmu yang dipelajari mencakup tentang penyakit yang menginfeksi jiwa yang disebabkan oleh infeksi (baik bakteri, virus dan jamur), infeksi parasit, penyakit alergi, penyakit autoimun, penyakit bawaan yang diturunkan secara genetik, neoplasma yang dapat timbul pada bayi baru lahir hingga usia tua.
Pembelajaran kepaniteraan klinik di bagian Radiologi adalah membekali mahasiswa kedokteran dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional yang dibutuhkan dalam penggunaan dan interpretasi pemeriksaan radiologi secara tepat untuk menunjang diagnosis dan terapi pasien.
Ilmu Penyakit Dalam adalah ilmu kedokteran yang menangani masalah-masalah kesehatan pada orang dewasa, meliputi penyakit-penyakit non-bedah dan mencakup hampir seluruh tubuh manusia. Departemen Ilmu Penyakit Dalam secara umum memiliki sub departemen yang secara khusus mempelajari ilmu penyakit dalam secara lebih spesifik.
Pembelajaran pada departemen Ilmu Kesehatan Anak (IKA) pada tahap profesi akan membahas ilmu kesehatan anak yang mencakup ilmu yang berkaitan dengan bayi dan anak. Ilmu kesehatan anak tidak sama dengan ilmu kedokteran dewasa. Perbedaan fisik tubuh yang jelas dan kematangan pertumbuhannya menjadikan kesehatan anak berdiri sebagai ilmu tersendiri. Tubuh yang lebih kecil dari bayi memiliki aspek fisiologis yang berbeda dari orang dewasa. Aspek kedokteran lainnya ikut terpengaruh seperti defek congenital, onkologi dan imunologi. Menangani pasien anak bukan tidak bisa disamakan dengan menangani miniature pasien dewasa. Masa kanak-kanak adalah periode pertumbuhan, perkembangan dan kematangan terbesar pada berbagai organ tubuh. Selain itu, mahasiswa diharapkan memiliki kepribadian yang lemah lembut sehingga mampu melakukan pendekatan yang efektif terhadap pasien.
Cabang Ilmu Neurologi, mahasiswa akan mempelajari segala hal yang akan berkaitan dengan gangguan pada system saraf, termasuk pada sistem saraf pusat (otak besar, otak kecil dan batang otak), system saraf tepi dan system saraf autonom.
Ilmu Penyakit Dalam adalah ilmu kedokteran yang menangani masalah-masalah kesehatan pada orang dewasa, meliputi penyakit-penyakit non-bedah dan mencakup hampir seluruh tubuh manusia. Departemen Ilmu Penyakit Dalam secara umum memiliki sub departemen yang secara khusus mempelajari ilmu penyakit dalam secara lebih spesifik.
Cabang ilmu kedokteran yang mempelajari dan menerapkan prinsip anestesiologi, perawatan perioperatif, pengendalian nyeri, resusitasi, serta perawatan pasien kritis melalui pemantauan dan dukungan fungsi vital dan organ secara komprehensif untuk mempertahankan keselamatan dan kehidupan pasien. Materi pembelajaran Departemen UNPRI/RS Royal Prima meliputi bedside teaching,
Cabang Ilmu Neurologi, mahasiswa akan mempelajari segala hal yang akan berkaitan dengan gangguan pada system saraf, termasuk pada sistem saraf pusat (otak besar, otak kecil dan batang otak), system saraf tepi dan system saraf autonom.
Cabang Ilmu Kesehatan Jiwa pada tahap profesi akan membahas ilmu seputar kesehatan jiwa. Ilmu yang dipelajari mencakup tentang penyakit yang menginfeksi jiwa yang disebabkan oleh infeksi (baik bakteri, virus dan jamur), infeksi parasit, penyakit alergi, penyakit autoimun, penyakit bawaan yang diturunkan secara genetik, neoplasma yang dapat timbul pada bayi baru lahir hingga usia tua.
Ilmu yang dipelajari mencakup tentang penyakit yang menginfeksi kulit dan kelamin yang disebabkan oleh infeksi (baik bakteri, virus dan jamur), infeksi parasit, penyakit alergi, penyakit autoimun, penyakit bawaan yang diturunkan secara genetik, neoplasma yang dapat timbul pada bayi baru lahir hingga usia tua.
Pembelajaran pada departemen Ilmu Kesehatan Anak (IKA) pada tahap profesi akan membahas ilmu kesehatan anak yang mencakup ilmu yang berkaitan dengan bayi dan anak. Ilmu kesehatan anak tidak sama dengan ilmu kedokteran dewasa. Perbedaan fisik tubuh yang jelas dan kematangan pertumbuhannya menjadikan kesehatan anak berdiri sebagai ilmu tersendiri. Tubuh yang lebih kecil dari bayi memiliki aspek fisiologis yang berbeda dari orang dewasa. Aspek kedokteran lainnya ikut terpengaruh seperti defek congenital, onkologi dan imunologi. Menangani pasien anak bukan tidak bisa disamakan dengan menangani miniature pasien dewasa. Masa kanak-kanak adalah periode pertumbuhan, perkembangan dan kematangan terbesar pada berbagai organ tubuh. Selain itu, mahasiswa diharapkan memiliki kepribadian yang lemah lembut sehingga mampu melakukan pendekatan yang efektif terhadap pasien.
Pembelajaran kepaniteraan klinik di bagian Radiologi adalah membekali mahasiswa kedokteran dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional yang dibutuhkan dalam penggunaan dan interpretasi pemeriksaan radiologi secara tepat untuk menunjang diagnosis dan terapi pasien.
Ilmu Bedah merupakan cabang ilmu kedokteran yang mengembalikan fungsi anatomi normal melalui tindakan pengobatan invasif (operasi/pembedahan) . Penanganan penyakit yang terindikasi dilakukan pembedahan memerlukan perencanaan dokter pembedah untuk menyiapkan dirinya (pengetahuan, teknik bedah, sarana bedah, personel bedah, dokter anestesi). Materi pembelajaran Departemen Bedah UNPRI/RS Royal Prima meliputi bedside teaching, journal reading, tutorial klinis, laporan kasus, dan skills lab yang terintegrasi untuk meningkatkan pengetahuan, psikomotor, profesionalisme, dan performa sesuai dengan capaian kompetensi SKDI level 4A,B, berupa kemampuan melakukan secara mandiri Hernia (inguinalis, femoralis, scrotalis, umbilicalis reponible/ireponible - strangulata/ inkarcerata) Peritonits, Appendicitis acute, abcess apendiks, Kolesisttitis/kolitis, diverticulitis, Intususepsi/invaginasi, proktittis, abces perianal, hemoroid (Gr 1-4), prolaps recti/anal, phimosis/paraphimosis, Prostatitis, torsio testis, ruptur uretra/vesica/ renal, priapismus, chencroid, thyrotoksikosis, artritis/Osteoartritis, Fraktur (tertutup/terbuka, clavicula, patologis), Osteoporosis, tenosinovitis supuratif , trauma sendi, ruptur tendon archiles, lesi meniskus (medial/lateral), osteomilelitis, lipoma, vulnus (laceratum, punctum, penetratum), punctie vena anak, inersi kanul (vena perifer/ central )anak,ISK, BSK tanpa kolik, mastitis, Nipple (cracked/inverted) Pengukuran kemampuan/performa melalui tingkat kehadiran, evaluasi formatif harian (pretest, tutorial,case report, jurnal reading) dan summative exit department assessment (OSCE dan posttest).
Pembelajaran pada Departemen THT-KL pada tahap profesi akan membahas ilmu seputar kesehatan telinga, hidung dan tenggorok. Pada tahap praktek klinik, mahasiswa kedokteran mendapat kesempatan untuk membangun kemampuan dalam menggalidan menerapkan kompetensi yang telah didapat selama dalam bangku perkuliahan. Mahasiswa mendapat kesempatan lebih banyak untuk langsung menghadapi berbagai masalah di bidang ilmu kesehatan telinga, hidung dan tenggorok serta bedah kepala leher dan diharapkan mampu untuk melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan diagnostik dasar serta merencanakan penatalaksanaa pada pasien.
Cabang ilmu kedokteran yang menerapkan pengetahuan medis untuk membantu penegakan hukum dan peradilan.
Departemen Ilmu Kesehatan Mata pada tahap profesi akan membahas ilmu seputar kesehatan mata. Pada tahap praktek klinik, mahasiswa kedokteran mendapat kesempatan untuk membangun kemampuan dalam menggalidan menerapkan kompetensi yang telah didapat selama dalam bangku perkuliahan. Mahasiswa mendapat kesempatan lebih banyak untuk langsung menghadapi berbagai masalah di bidang ilmu kesehatan mata serta bedah kepala leher dan diharapkan mampu untuk melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan diagnostik dasar serta merencanakan penatalaksanaa pada pasien.
Cabang Ilmu Kedokteran Komunitas akan membahas ilmu yang berkaitan dengan pencegahan penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan fisik dan mental dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat, pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan, untuk mendeteksi dini, pencegahan penyakit dan pengembangan aspek sosial, yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat mempunyai standar kehidup yang kuat untuk menjaga kesehatannya.
Obstetri atau kebidanan merupakan ilmu yang mempelajari tentang proses kehamilan, persalinan dan nifas. Kehamilan dimulai dari konsepsi atau pembuahan yang kemudian berakhir dengan persalinan. Persalinan adalah proses pengeluaran bayi dari badan ibu. Sedangkan nifas adalah masa setelah persalinan untuk kembali pada masa seperti sebelum kehamilan. Ginekologi atau kandungan adalah ilmu yang mempelajari tentang kesehatan organ reproduksi wanita. Aspek kedokteran lainnya ikut terpengaruh seperti defekkongenital, onkologi, kelainan organ ginekologi, infeksi, keluarga berencana serta infertilitas.
Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPDPD) merupakan ujian nasional yang wajib dan harus diikuti dan dilalui setiap mahasiswa kedokteran Indonesia sebelum dinyatakan menyandang gelar dokter dan memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR). Tujuan dan Fungsi Utama • Penjaminan Mutu: Memastikan setiap lulusan dokter baru memiliki standar kompetensi minimal yang seragam dan terstandar secara nasional. • Perlindungan Masyarakat: Menjaga keselamatan masyarakat dan pengguna layanan kesehatan dari praktik medis yang tidak kompeten. • Syarat Wajib Profesi: Menjadi prasyarat mutlak untuk mengucapkan sumpah dokter, mendaftar program internship, membuka praktik mandiri, atau melanjutkan pendidikan spesialis (PPDS). Komponen Ujian Ujian nasional ini terbagi menjadi dua bagian utama yang harus diselesaikan dan lulus bersamaan: 1. CBT (Computer-Based Test): Tes berbasis komputer untuk menguji ranah kognitif atau pengetahuan teoretis kedokteran. 2. OSCE (Objective Structured Clinical Examination): Ujian praktik klinis terstruktur melalui simulasi kasus nyata (roleplay)
Cabang ilmu kedokteran yang mempelajari dan menerapkan prinsip anestesiologi, perawatan perioperatif, pengendalian nyeri, resusitasi, serta perawatan pasien kritis melalui pemantauan dan dukungan fungsi vital dan organ secara komprehensif untuk mempertahankan keselamatan dan kehidupan pasien. Materi pembelajaran Departemen UNPRI/RS Royal Prima meliputi bedside teaching,
Pembelajaran kepaniteraan klinik di bagian Radiologi adalah membekali mahasiswa kedokteran dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional yang dibutuhkan dalam penggunaan dan interpretasi pemeriksaan radiologi secara tepat untuk menunjang diagnosis dan terapi pasien.
Pembelajaran pada departemen Ilmu Kesehatan Anak (IKA) pada tahap profesi akan membahas ilmu kesehatan anak yang mencakup ilmu yang berkaitan dengan bayi dan anak. Ilmu kesehatan anak tidak sama dengan ilmu kedokteran dewasa. Perbedaan fisik tubuh yang jelas dan kematangan pertumbuhannya menjadikan kesehatan anak berdiri sebagai ilmu tersendiri. Tubuh yang lebih kecil dari bayi memiliki aspek fisiologis yang berbeda dari orang dewasa. Aspek kedokteran lainnya ikut terpengaruh seperti defek congenital, onkologi dan imunologi. Menangani pasien anak bukan tidak bisa disamakan dengan menangani miniature pasien dewasa. Masa kanak-kanak adalah periode pertumbuhan, perkembangan dan kematangan terbesar pada berbagai organ tubuh. Selain itu, mahasiswa diharapkan memiliki kepribadian yang lemah lembut sehingga mampu melakukan pendekatan yang efektif terhadap pasien.
Ilmu yang dipelajari mencakup tentang penyakit yang menginfeksi kulit dan kelamin yang disebabkan oleh infeksi (baik bakteri, virus dan jamur), infeksi parasit, penyakit alergi, penyakit autoimun, penyakit bawaan yang diturunkan secara genetik, neoplasma yang dapat timbul pada bayi baru lahir hingga usia tua.
Cabang Ilmu Kesehatan Jiwa pada tahap profesi akan membahas ilmu seputar kesehatan jiwa. Ilmu yang dipelajari mencakup tentang penyakit yang menginfeksi jiwa yang disebabkan oleh infeksi (baik bakteri, virus dan jamur), infeksi parasit, penyakit alergi, penyakit autoimun, penyakit bawaan yang diturunkan secara genetik, neoplasma yang dapat timbul pada bayi baru lahir hingga usia tua.
Ilmu Penyakit Dalam adalah ilmu kedokteran yang menangani masalah-masalah kesehatan pada orang dewasa, meliputi penyakit-penyakit non-bedah dan mencakup hampir seluruh tubuh manusia. Departemen Ilmu Penyakit Dalam secara umum memiliki sub departemen yang secara khusus mempelajari ilmu penyakit dalam secara lebih spesifik.
Cabang Ilmu Neurologi, mahasiswa akan mempelajari segala hal yang akan berkaitan dengan gangguan pada system saraf, termasuk pada sistem saraf pusat (otak besar, otak kecil dan batang otak), system saraf tepi dan system saraf autonom.
Ilmu Bedah merupakan cabang ilmu kedokteran yang mengembalikan fungsi anatomi normal melalui tindakan pengobatan invasif (operasi/pembedahan) . Penanganan penyakit yang terindikasi dilakukan pembedahan memerlukan perencanaan dokter pembedah untuk menyiapkan dirinya (pengetahuan, teknik bedah, sarana bedah, personel bedah, dokter anestesi). Materi pembelajaran Departemen Bedah UNPRI/RS Royal Prima meliputi bedside teaching, journal reading, tutorial klinis, laporan kasus, dan skills lab yang terintegrasi untuk meningkatkan pengetahuan, psikomotor, profesionalisme, dan performa sesuai dengan capaian kompetensi SKDI level 4A,B, berupa kemampuan melakukan secara mandiri Hernia (inguinalis, femoralis, scrotalis, umbilicalis reponible/ireponible - strangulata/ inkarcerata) Peritonits, Appendicitis acute, abcess apendiks, Kolesisttitis/kolitis, diverticulitis, Intususepsi/invaginasi, proktittis, abces perianal, hemoroid (Gr 1-4), prolaps recti/anal, phimosis/paraphimosis, Prostatitis, torsio testis, ruptur uretra/vesica/ renal, priapismus, chencroid, thyrotoksikosis, artritis/Osteoartritis, Fraktur (tertutup/terbuka, clavicula, patologis), Osteoporosis, tenosinovitis supuratif , trauma sendi, ruptur tendon archiles, lesi meniskus (medial/lateral), osteomilelitis, lipoma, vulnus (laceratum, punctum, penetratum), punctie vena anak, inersi kanul (vena perifer/ central )anak,ISK, BSK tanpa kolik, mastitis, Nipple (cracked/inverted) Pengukuran kemampuan/performa melalui tingkat kehadiran, evaluasi formatif harian (pretest, tutorial,case report, jurnal reading) dan summative exit department assessment (OSCE dan posttest).
Pembelajaran pada Departemen THT-KL pada tahap profesi akan membahas ilmu seputar kesehatan telinga, hidung dan tenggorok. Pada tahap praktek klinik, mahasiswa kedokteran mendapat kesempatan untuk membangun kemampuan dalam menggalidan menerapkan kompetensi yang telah didapat selama dalam bangku perkuliahan. Mahasiswa mendapat kesempatan lebih banyak untuk langsung menghadapi berbagai masalah di bidang ilmu kesehatan telinga, hidung dan tenggorok serta bedah kepala leher dan diharapkan mampu untuk melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan diagnostik dasar serta merencanakan penatalaksanaa pada pasien.
Cabang ilmu kedokteran yang menerapkan pengetahuan medis untuk membantu penegakan hukum dan peradilan.
Departemen Ilmu Kesehatan Mata pada tahap profesi akan membahas ilmu seputar kesehatan mata. Pada tahap praktek klinik, mahasiswa kedokteran mendapat kesempatan untuk membangun kemampuan dalam menggalidan menerapkan kompetensi yang telah didapat selama dalam bangku perkuliahan. Mahasiswa mendapat kesempatan lebih banyak untuk langsung menghadapi berbagai masalah di bidang ilmu kesehatan mata serta bedah kepala leher dan diharapkan mampu untuk melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan diagnostik dasar serta merencanakan penatalaksanaa pada pasien.
Cabang Ilmu Kedokteran Komunitas akan membahas ilmu yang berkaitan dengan pencegahan penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan fisik dan mental dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat, pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan, untuk mendeteksi dini, pencegahan penyakit dan pengembangan aspek sosial, yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat mempunyai standar kehidup yang kuat untuk menjaga kesehatannya.
Obstetri atau kebidanan merupakan ilmu yang mempelajari tentang proses kehamilan, persalinan dan nifas. Kehamilan dimulai dari konsepsi atau pembuahan yang kemudian berakhir dengan persalinan. Persalinan adalah proses pengeluaran bayi dari badan ibu. Sedangkan nifas adalah masa setelah persalinan untuk kembali pada masa seperti sebelum kehamilan. Ginekologi atau kandungan adalah ilmu yang mempelajari tentang kesehatan organ reproduksi wanita. Aspek kedokteran lainnya ikut terpengaruh seperti defekkongenital, onkologi, kelainan organ ginekologi, infeksi, keluarga berencana serta infertilitas.
Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPDPD) merupakan ujian nasional yang wajib dan harus diikuti dan dilalui setiap mahasiswa kedokteran Indonesia sebelum dinyatakan menyandang gelar dokter dan memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR). Tujuan dan Fungsi Utama • Penjaminan Mutu: Memastikan setiap lulusan dokter baru memiliki standar kompetensi minimal yang seragam dan terstandar secara nasional. • Perlindungan Masyarakat: Menjaga keselamatan masyarakat dan pengguna layanan kesehatan dari praktik medis yang tidak kompeten. • Syarat Wajib Profesi: Menjadi prasyarat mutlak untuk mengucapkan sumpah dokter, mendaftar program internship, membuka praktik mandiri, atau melanjutkan pendidikan spesialis (PPDS). Komponen Ujian Ujian nasional ini terbagi menjadi dua bagian utama yang harus diselesaikan dan lulus bersamaan: 1. CBT (Computer-Based Test): Tes berbasis komputer untuk menguji ranah kognitif atau pengetahuan teoretis kedokteran. 2. OSCE (Objective Structured Clinical Examination): Ujian praktik klinis terstruktur melalui simulasi kasus nyata (roleplay)
Cabang ilmu kedokteran yang mempelajari dan menerapkan prinsip anestesiologi, perawatan perioperatif, pengendalian nyeri, resusitasi, serta perawatan pasien kritis melalui pemantauan dan dukungan fungsi vital dan organ secara komprehensif untuk mempertahankan keselamatan dan kehidupan pasien. Materi pembelajaran Departemen UNPRI/RS Royal Prima meliputi bedside teaching,
Pembelajaran kepaniteraan klinik di bagian Radiologi adalah membekali mahasiswa kedokteran dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional yang dibutuhkan dalam penggunaan dan interpretasi pemeriksaan radiologi secara tepat untuk menunjang diagnosis dan terapi pasien.
Pembelajaran pada departemen Ilmu Kesehatan Anak (IKA) pada tahap profesi akan membahas ilmu kesehatan anak yang mencakup ilmu yang berkaitan dengan bayi dan anak. Ilmu kesehatan anak tidak sama dengan ilmu kedokteran dewasa. Perbedaan fisik tubuh yang jelas dan kematangan pertumbuhannya menjadikan kesehatan anak berdiri sebagai ilmu tersendiri. Tubuh yang lebih kecil dari bayi memiliki aspek fisiologis yang berbeda dari orang dewasa. Aspek kedokteran lainnya ikut terpengaruh seperti defek congenital, onkologi dan imunologi. Menangani pasien anak bukan tidak bisa disamakan dengan menangani miniature pasien dewasa. Masa kanak-kanak adalah periode pertumbuhan, perkembangan dan kematangan terbesar pada berbagai organ tubuh. Selain itu, mahasiswa diharapkan memiliki kepribadian yang lemah lembut sehingga mampu melakukan pendekatan yang efektif terhadap pasien.
Ilmu yang dipelajari mencakup tentang penyakit yang menginfeksi kulit dan kelamin yang disebabkan oleh infeksi (baik bakteri, virus dan jamur), infeksi parasit, penyakit alergi, penyakit autoimun, penyakit bawaan yang diturunkan secara genetik, neoplasma yang dapat timbul pada bayi baru lahir hingga usia tua.
Cabang Ilmu Kesehatan Jiwa pada tahap profesi akan membahas ilmu seputar kesehatan jiwa. Ilmu yang dipelajari mencakup tentang penyakit yang menginfeksi jiwa yang disebabkan oleh infeksi (baik bakteri, virus dan jamur), infeksi parasit, penyakit alergi, penyakit autoimun, penyakit bawaan yang diturunkan secara genetik, neoplasma yang dapat timbul pada bayi baru lahir hingga usia tua.
Ilmu Penyakit Dalam adalah ilmu kedokteran yang menangani masalah-masalah kesehatan pada orang dewasa, meliputi penyakit-penyakit non-bedah dan mencakup hampir seluruh tubuh manusia. Departemen Ilmu Penyakit Dalam secara umum memiliki sub departemen yang secara khusus mempelajari ilmu penyakit dalam secara lebih spesifik.
Cabang Ilmu Neurologi, mahasiswa akan mempelajari segala hal yang akan berkaitan dengan gangguan pada system saraf, termasuk pada sistem saraf pusat (otak besar, otak kecil dan batang otak), system saraf tepi dan system saraf autonom.
Ilmu Bedah merupakan cabang ilmu kedokteran yang mengembalikan fungsi anatomi normal melalui tindakan pengobatan invasif (operasi/pembedahan) . Penanganan penyakit yang terindikasi dilakukan pembedahan memerlukan perencanaan dokter pembedah untuk menyiapkan dirinya (pengetahuan, teknik bedah, sarana bedah, personel bedah, dokter anestesi). Materi pembelajaran Departemen Bedah UNPRI/RS Royal Prima meliputi bedside teaching, journal reading, tutorial klinis, laporan kasus, dan skills lab yang terintegrasi untuk meningkatkan pengetahuan, psikomotor, profesionalisme, dan performa sesuai dengan capaian kompetensi SKDI level 4A,B, berupa kemampuan melakukan secara mandiri Hernia (inguinalis, femoralis, scrotalis, umbilicalis reponible/ireponible - strangulata/ inkarcerata) Peritonits, Appendicitis acute, abcess apendiks, Kolesisttitis/kolitis, diverticulitis, Intususepsi/invaginasi, proktittis, abces perianal, hemoroid (Gr 1-4), prolaps recti/anal, phimosis/paraphimosis, Prostatitis, torsio testis, ruptur uretra/vesica/ renal, priapismus, chencroid, thyrotoksikosis, artritis/Osteoartritis, Fraktur (tertutup/terbuka, clavicula, patologis), Osteoporosis, tenosinovitis supuratif , trauma sendi, ruptur tendon archiles, lesi meniskus (medial/lateral), osteomilelitis, lipoma, vulnus (laceratum, punctum, penetratum), punctie vena anak, inersi kanul (vena perifer/ central )anak,ISK, BSK tanpa kolik, mastitis, Nipple (cracked/inverted) Pengukuran kemampuan/performa melalui tingkat kehadiran, evaluasi formatif harian (pretest, tutorial,case report, jurnal reading) dan summative exit department assessment (OSCE dan posttest).
Pembelajaran pada Departemen THT-KL pada tahap profesi akan membahas ilmu seputar kesehatan telinga, hidung dan tenggorok. Pada tahap praktek klinik, mahasiswa kedokteran mendapat kesempatan untuk membangun kemampuan dalam menggalidan menerapkan kompetensi yang telah didapat selama dalam bangku perkuliahan. Mahasiswa mendapat kesempatan lebih banyak untuk langsung menghadapi berbagai masalah di bidang ilmu kesehatan telinga, hidung dan tenggorok serta bedah kepala leher dan diharapkan mampu untuk melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan diagnostik dasar serta merencanakan penatalaksanaa pada pasien.
Cabang ilmu kedokteran yang menerapkan pengetahuan medis untuk membantu penegakan hukum dan peradilan.
Departemen Ilmu Kesehatan Mata pada tahap profesi akan membahas ilmu seputar kesehatan mata. Pada tahap praktek klinik, mahasiswa kedokteran mendapat kesempatan untuk membangun kemampuan dalam menggalidan menerapkan kompetensi yang telah didapat selama dalam bangku perkuliahan. Mahasiswa mendapat kesempatan lebih banyak untuk langsung menghadapi berbagai masalah di bidang ilmu kesehatan mata serta bedah kepala leher dan diharapkan mampu untuk melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan diagnostik dasar serta merencanakan penatalaksanaa pada pasien.
Cabang Ilmu Kedokteran Komunitas akan membahas ilmu yang berkaitan dengan pencegahan penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan fisik dan mental dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat, pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan, untuk mendeteksi dini, pencegahan penyakit dan pengembangan aspek sosial, yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat mempunyai standar kehidup yang kuat untuk menjaga kesehatannya.
Obstetri atau kebidanan merupakan ilmu yang mempelajari tentang proses kehamilan, persalinan dan nifas. Kehamilan dimulai dari konsepsi atau pembuahan yang kemudian berakhir dengan persalinan. Persalinan adalah proses pengeluaran bayi dari badan ibu. Sedangkan nifas adalah masa setelah persalinan untuk kembali pada masa seperti sebelum kehamilan. Ginekologi atau kandungan adalah ilmu yang mempelajari tentang kesehatan organ reproduksi wanita. Aspek kedokteran lainnya ikut terpengaruh seperti defekkongenital, onkologi, kelainan organ ginekologi, infeksi, keluarga berencana serta infertilitas.
Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPDPD) merupakan ujian nasional yang wajib dan harus diikuti dan dilalui setiap mahasiswa kedokteran Indonesia sebelum dinyatakan menyandang gelar dokter dan memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR). Tujuan dan Fungsi Utama • Penjaminan Mutu: Memastikan setiap lulusan dokter baru memiliki standar kompetensi minimal yang seragam dan terstandar secara nasional. • Perlindungan Masyarakat: Menjaga keselamatan masyarakat dan pengguna layanan kesehatan dari praktik medis yang tidak kompeten. • Syarat Wajib Profesi: Menjadi prasyarat mutlak untuk mengucapkan sumpah dokter, mendaftar program internship, membuka praktik mandiri, atau melanjutkan pendidikan spesialis (PPDS). Komponen Ujian Ujian nasional ini terbagi menjadi dua bagian utama yang harus diselesaikan dan lulus bersamaan: 1. CBT (Computer-Based Test): Tes berbasis komputer untuk menguji ranah kognitif atau pengetahuan teoretis kedokteran. 2. OSCE (Objective Structured Clinical Examination): Ujian praktik klinis terstruktur melalui simulasi kasus nyata (roleplay)
Pembelajaran kepaniteraan klinik di bagian Radiologi adalah membekali mahasiswa kedokteran dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional yang dibutuhkan dalam penggunaan dan interpretasi pemeriksaan radiologi secara tepat untuk menunjang diagnosis dan terapi pasien.
Cabang ilmu kedokteran yang mempelajari dan menerapkan prinsip anestesiologi, perawatan perioperatif, pengendalian nyeri, resusitasi, serta perawatan pasien kritis melalui pemantauan dan dukungan fungsi vital dan organ secara komprehensif untuk mempertahankan keselamatan dan kehidupan pasien. Materi pembelajaran Departemen UNPRI/RS Royal Prima meliputi bedside teaching,
Pembelajaran pada departemen Ilmu Kesehatan Anak (IKA) pada tahap profesi akan membahas ilmu kesehatan anak yang mencakup ilmu yang berkaitan dengan bayi dan anak. Ilmu kesehatan anak tidak sama dengan ilmu kedokteran dewasa. Perbedaan fisik tubuh yang jelas dan kematangan pertumbuhannya menjadikan kesehatan anak berdiri sebagai ilmu tersendiri. Tubuh yang lebih kecil dari bayi memiliki aspek fisiologis yang berbeda dari orang dewasa. Aspek kedokteran lainnya ikut terpengaruh seperti defek congenital, onkologi dan imunologi. Menangani pasien anak bukan tidak bisa disamakan dengan menangani miniature pasien dewasa. Masa kanak-kanak adalah periode pertumbuhan, perkembangan dan kematangan terbesar pada berbagai organ tubuh. Selain itu, mahasiswa diharapkan memiliki kepribadian yang lemah lembut sehingga mampu melakukan pendekatan yang efektif terhadap pasien.
Ilmu yang dipelajari mencakup tentang penyakit yang menginfeksi kulit dan kelamin yang disebabkan oleh infeksi (baik bakteri, virus dan jamur), infeksi parasit, penyakit alergi, penyakit autoimun, penyakit bawaan yang diturunkan secara genetik, neoplasma yang dapat timbul pada bayi baru lahir hingga usia tua.
Cabang Ilmu Kesehatan Jiwa pada tahap profesi akan membahas ilmu seputar kesehatan jiwa. Ilmu yang dipelajari mencakup tentang penyakit yang menginfeksi jiwa yang disebabkan oleh infeksi (baik bakteri, virus dan jamur), infeksi parasit, penyakit alergi, penyakit autoimun, penyakit bawaan yang diturunkan secara genetik, neoplasma yang dapat timbul pada bayi baru lahir hingga usia tua.
Ilmu Penyakit Dalam adalah ilmu kedokteran yang menangani masalah-masalah kesehatan pada orang dewasa, meliputi penyakit-penyakit non-bedah dan mencakup hampir seluruh tubuh manusia. Departemen Ilmu Penyakit Dalam secara umum memiliki sub departemen yang secara khusus mempelajari ilmu penyakit dalam secara lebih spesifik.
Cabang Ilmu Neurologi, mahasiswa akan mempelajari segala hal yang akan berkaitan dengan gangguan pada system saraf, termasuk pada sistem saraf pusat (otak besar, otak kecil dan batang otak), system saraf tepi dan system saraf autonom.
Ilmu Bedah merupakan cabang ilmu kedokteran yang mengembalikan fungsi anatomi normal melalui tindakan pengobatan invasif (operasi/pembedahan) . Penanganan penyakit yang terindikasi dilakukan pembedahan memerlukan perencanaan dokter pembedah untuk menyiapkan dirinya (pengetahuan, teknik bedah, sarana bedah, personel bedah, dokter anestesi). Materi pembelajaran Departemen Bedah UNPRI/RS Royal Prima meliputi bedside teaching, journal reading, tutorial klinis, laporan kasus, dan skills lab yang terintegrasi untuk meningkatkan pengetahuan, psikomotor, profesionalisme, dan performa sesuai dengan capaian kompetensi SKDI level 4A,B, berupa kemampuan melakukan secara mandiri Hernia (inguinalis, femoralis, scrotalis, umbilicalis reponible/ireponible - strangulata/ inkarcerata) Peritonits, Appendicitis acute, abcess apendiks, Kolesisttitis/kolitis, diverticulitis, Intususepsi/invaginasi, proktittis, abces perianal, hemoroid (Gr 1-4), prolaps recti/anal, phimosis/paraphimosis, Prostatitis, torsio testis, ruptur uretra/vesica/ renal, priapismus, chencroid, thyrotoksikosis, artritis/Osteoartritis, Fraktur (tertutup/terbuka, clavicula, patologis), Osteoporosis, tenosinovitis supuratif , trauma sendi, ruptur tendon archiles, lesi meniskus (medial/lateral), osteomilelitis, lipoma, vulnus (laceratum, punctum, penetratum), punctie vena anak, inersi kanul (vena perifer/ central )anak,ISK, BSK tanpa kolik, mastitis, Nipple (cracked/inverted) Pengukuran kemampuan/performa melalui tingkat kehadiran, evaluasi formatif harian (pretest, tutorial,case report, jurnal reading) dan summative exit department assessment (OSCE dan posttest).
Pembelajaran pada Departemen THT-KL pada tahap profesi akan membahas ilmu seputar kesehatan telinga, hidung dan tenggorok. Pada tahap praktek klinik, mahasiswa kedokteran mendapat kesempatan untuk membangun kemampuan dalam menggalidan menerapkan kompetensi yang telah didapat selama dalam bangku perkuliahan. Mahasiswa mendapat kesempatan lebih banyak untuk langsung menghadapi berbagai masalah di bidang ilmu kesehatan telinga, hidung dan tenggorok serta bedah kepala leher dan diharapkan mampu untuk melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan diagnostik dasar serta merencanakan penatalaksanaa pada pasien.
Cabang ilmu kedokteran yang menerapkan pengetahuan medis untuk membantu penegakan hukum dan peradilan.
Departemen Ilmu Kesehatan Mata pada tahap profesi akan membahas ilmu seputar kesehatan mata. Pada tahap praktek klinik, mahasiswa kedokteran mendapat kesempatan untuk membangun kemampuan dalam menggalidan menerapkan kompetensi yang telah didapat selama dalam bangku perkuliahan. Mahasiswa mendapat kesempatan lebih banyak untuk langsung menghadapi berbagai masalah di bidang ilmu kesehatan mata serta bedah kepala leher dan diharapkan mampu untuk melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan diagnostik dasar serta merencanakan penatalaksanaa pada pasien.
Cabang Ilmu Kedokteran Komunitas akan membahas ilmu yang berkaitan dengan pencegahan penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan fisik dan mental dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat, pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan, untuk mendeteksi dini, pencegahan penyakit dan pengembangan aspek sosial, yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat mempunyai standar kehidup yang kuat untuk menjaga kesehatannya.
Obstetri atau kebidanan merupakan ilmu yang mempelajari tentang proses kehamilan, persalinan dan nifas. Kehamilan dimulai dari konsepsi atau pembuahan yang kemudian berakhir dengan persalinan. Persalinan adalah proses pengeluaran bayi dari badan ibu. Sedangkan nifas adalah masa setelah persalinan untuk kembali pada masa seperti sebelum kehamilan. Ginekologi atau kandungan adalah ilmu yang mempelajari tentang kesehatan organ reproduksi wanita. Aspek kedokteran lainnya ikut terpengaruh seperti defekkongenital, onkologi, kelainan organ ginekologi, infeksi, keluarga berencana serta infertilitas.
Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPDPD) merupakan ujian nasional yang wajib dan harus diikuti dan dilalui setiap mahasiswa kedokteran Indonesia sebelum dinyatakan menyandang gelar dokter dan memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR). Tujuan dan Fungsi Utama • Penjaminan Mutu: Memastikan setiap lulusan dokter baru memiliki standar kompetensi minimal yang seragam dan terstandar secara nasional. • Perlindungan Masyarakat: Menjaga keselamatan masyarakat dan pengguna layanan kesehatan dari praktik medis yang tidak kompeten. • Syarat Wajib Profesi: Menjadi prasyarat mutlak untuk mengucapkan sumpah dokter, mendaftar program internship, membuka praktik mandiri, atau melanjutkan pendidikan spesialis (PPDS). Komponen Ujian Ujian nasional ini terbagi menjadi dua bagian utama yang harus diselesaikan dan lulus bersamaan: 1. CBT (Computer-Based Test): Tes berbasis komputer untuk menguji ranah kognitif atau pengetahuan teoretis kedokteran. 2. OSCE (Objective Structured Clinical Examination): Ujian praktik klinis terstruktur melalui simulasi kasus nyata (roleplay)
Ketua Program Studi