Visi
Menjadi program studi yang menghasilkan sarjana kedokteran gigi yang unggul dalam bidang socio-technopreneurship yang inovatif dan adaptif pada tahun 2030
Sarjana · Universitas Prima Indonesia
Awal Perjalanan Pendidikan Dokter Gigi Masa Depan
Pendidikan profesional untuk calon dokter gigi.
Sarjana Pendidikan Dokter Gigi adalah program pendidikan tinggi yang dirancang untuk mempersiapkan calon dokter gigi dalam memahami dan menguasai ilmu kedokteran gigi serta keterampilan klinis yang diperlukan untuk menjadi tenaga medis gigi yang kompeten. Program ini biasanya berlangsung selama sekitar 5-6 tahun, tergantung pada kurikulum dan sistem pendidikan di masing-masing negara. Selama masa studi, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori-teori medis gigi, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis melalui rotasi di berbagai departemen klinik gigi dan rumah sakit.Pada tahap awal, mahasiswa akan mempelajari dasar-dasar ilmu kedokteran gigi, seperti anatomi gigi, fisiologi mulut, bahan kedokteran gigi, dan patologi oral. Ini bertujuan untuk membangun fondasi pengetahuan yang kuat sebelum memasuki tahap klinis. Selain itu, mahasiswa juga diajarkan tentang etika kedokteran gigi, komunikasi medis, dan manajemen pasien, yang merupakan aspek penting dalam praktik kedokteran gigi sehari-hari.Setelah menyelesaikan tahap preklinik, mahasiswa akan memasuki tahap klinis di mana mereka akan terlibat langsung dalam perawatan pasien di bawah pengawasan dokter gigi yang berpengalaman. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk menerapkan pengetahuan teoritis dalam situasi nyata, mengasah keterampilan diagnostik, dan belajar mengambil keputusan medis yang tepat. Setelah lulus, mereka biasanya harus menjalani masa internship atau magang sebelum dapat mengambil ujian sertifikasi untuk mendapatkan lisensi praktik sebagai dokter gigi.Sarjana Pendidikan Dokter Gigi tidak hanya menekankan pada aspek teknis medis gigi, tetapi juga pada pengembangan soft skills seperti empati, kerja tim, dan kemampuan berkomunikasi yang efektif dengan pasien dan keluarga. Lulusan program ini diharapkan tidak hanya menjadi dokter gigi yang cakap secara medis, tetapi juga profesional yang peduli dan berintegritas tinggi dalam menjalankan tugasnya.
Menjadi program studi yang menghasilkan sarjana kedokteran gigi yang unggul dalam bidang socio-technopreneurship yang inovatif dan adaptif pada tahun 2030
Menghasilkan sarjana kedokteran gigi yang kompeten dan beretika untuk kepentingan individu, keluarga, dan masyarakat. Menghasilkan sarjana kedokteran gigi yang mampu menyelesaikan masalah kesehatan gigi dan mulut berdasarkan prioritas untuk tindakan preventif dan promotif terhadap individu, keluarga dan masyarakat secara mandiri maupun bekerja sama. Menghasilkan sarjana kedokteran gigi yang memiliki keterampilan tinggi dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut serta mengaplikasikan teknologi didalam pelayanan Menghasilkan sarjana kedokteran gigi yang mampu mengembangkan jiwa sosio-technopreneurship dalam melaksanakan pelayanan kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut. Menghasilkan sarjana kedokteran gigi yang peka terhadap perubahan lingkungan untuk peningkatan kesehatan gigi dan mulut mayarakat Menghasilkan sarjana kedokteran gigi yang memiliki jiwa life long learning untuk menghadapi perkembangan pengetahuan dan teknologi. Menghasilkan sarjana kedokteran gigi yang mengembangkan penelitian yang inovatif dalam menyelesaikan masalah kesehatan gigi dan mulut.
| Kode | Mata Kuliah / Tahap | SKS |
|---|---|---|
| PDG2603001 | Dasar Ilmu Kesehatan | 3 |
| PDG2603002 | Sistem Tubuh Manusia I | 3 |
| PDG2603003 | Sistem Tubuh Manusia II | 3 |
| PDG2603004 | Sistem Tubuh Manusia III | 3 |
| PDG2602005 | Kesehatan, Masyarakat, dan Perilaku Manusia | 2 |
| MKU602012 | Bahasa Indonesia | 2 |
| MKU602056 | Pancasila | 2 |
| MKU602083 | Agama | 2 |
| Total | 20 | |
Bidang pekerjaan dan peran profesional yang dapat dituju lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
Deskripsi OL1
Karakteristik dan kemampuan yang diharapkan melekat pada lulusan program studi.
Deskripsi PL1
Deskripsi PL2
Lulusan mampu berkomunikasi secara efektif, empatik, terapeutik, dan profesional dengan pasien, keluarga, masyarakat, sejawat, serta tenaga kesehatan lainnya, serta mampu berkolaborasi dalam tim multidisiplin dan interprofesional untuk mendukung pendidikan, pelayanan, penelitian, dan penyelesaian masalah kesehatan gigi dan mulut.
Lulusan mampu menguasai dan mengintegrasikan ilmu biomedik, kedokteran dasar, kedokteran gigi dasar, serta ilmu terkait sebagai landasan dalam memahami kesehatan dan penyakit sistem stomatognatik, serta mampu menerapkan prinsip pemeriksaan, analisis informasi, keterampilan preklinik, perencanaan perawatan, keselamatan pasien, pengendalian infeksi, ergonomi, dan penggunaan teknologi kedokteran gigi.
Lulusan mampu merancang dan melaksanakan kegiatan promosi, pencegahan, komunikasi, informasi, dan edukasi kesehatan gigi dan mulut kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat berdasarkan kebutuhan serta bukti ilmiah, dengan tujuan meningkatkan perilaku sehat dan kualitas kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
Lulusan mampu menganalisis kebutuhan dan permasalahan kesehatan gigi dan mulut serta berkontribusi dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi sistem, program, dan pelayanan kesehatan gigi dan mulut berdasarkan prinsip epidemiologi, manajemen kesehatan, pemberdayaan masyarakat, advokasi, keselamatan pasien, dan peningkatan mutu pelayanan.
Lulusan mampu mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan ilmiah di bidang kedokteran gigi, menelusuri dan mengevaluasi bukti ilmiah, menerapkan metodologi penelitian yang sesuai, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menyusun dan mengkomunikasikan hasil penelitian secara ilmiah, etis, dan bertanggung jawab.
Sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang perlu dicapai mahasiswa pada akhir pendidikan.
Mampu Menerapkan nilai-nilai ketakwaan, etika, dan kemanusiaan melalui kepribadian yang mandiri, adaptif, dan kolaboratif, serta mampu mengimplementasikan prinsip sociotechnopreneurship yang berdampak bagi masyarakat
S1–S10, terutama karakter, kemanusiaan, tanggung jawab, kerja sama, kemandirian dan entrepreneurship; KU4, KU7–KU8, KU10–KU12
Mampu merancang dan mengintegrasikan solusi inovatif berbasis bukti (evidence-based) serta strategi advokasi dalam pencegahan dan pengelolaan kesehatan penyakit degeneratif secara interdisiplin
P11–P13, P19–P20, P25, P30–P33, P35–P36; KU2, KU4, KU8–KU9, KU13, KU15; terutama KK24, KK27, KK31, KK33, KK35, KK37
Mampu menerapkan prinsip profesionalisme, etika, hukum, bioetika, keselamatan pasien, kerahasiaan, otonomi, serta prinsip beneficence, non-maleficence, veracity, dan justice dalam konteks pendidikan dan pengembangan profesional kedokteran gigi.
S2, S7–S9, S11–S13, P1, patient safety/etik pada P7, P12–P14, P21–P22; KU1, KU3, KU11, KU14; KK3, KK7, KK10–KK11, KK16, KK20, KK25, KK28, KK32, KK36
Mampu menguasai dan mengintegrasikan konsep ilmu biomedik, kedokteran dasar, kedokteran gigi dasar dan ilmu terkait sebagai landasan untuk memahami mekanisme kesehatan dan penyakit pada sistem stomatognatik serta keterkaitannya dengan kesehatan sistemik.
Terutama P3–P25, P34, P36 serta dasar ilmiah pada KK2, KK5–KK22, KK24, KK26
Mampu menerapkan prinsip pemeriksaan dasar individu dan sistem stomatognatik, pemeriksaan penunjang, analisis informasi, serta keterampilan preklinik kedokteran gigi dalam melakukan identifikasi masalah dan penyusunan alternatif rencana perawatan dengan memperhatikan keselamatan pasien, ergonomi, pengendalian infeksi, dan penggunaan teknologi kedokteran gigi.
P2–P25, P34–P36 dan terutama KK1–KK26, KK28, KK32, KK36
Mampu melakukan komunikasi yang efektif, empatik, terapeutik, dan profesional serta berkolaborasi dalam tim multidisiplin dan interprofesional dengan pasien, keluarga, masyarakat, sejawat, dan tenaga kesehatan dalam konteks pendidikan, penelitian, pelayanan, dan pemecahan masalah kesehatan gigi dan mulut.
S5–S6, S11–S13; P2, P7–P8, P14, P21, P24, P26, P28, P32–P33, P35–P36; KU4, KU8–KU10; KK1, KK11, KK15–16, KK20, KK22–23, KK29, KK34–37
Mampu merancang dan melaksanakan upaya promosi, pencegahan, komunikasi, informasi, dan edukasi kesehatan gigi dan mulut kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat berdasarkan kebutuhan serta bukti ilmiah.
P15, P17, P19, P27, P29–P31; KK15–17, KK19–20, KK23, KK30–31, KK33–34
Mampu menganalisis masalah kesehatan gigi dan mulut pada individu, kelompok, dan masyarakat serta merancang alternatif program berbasis epidemiologi, pemberdayaan masyarakat, manajemen kesehatan, advokasi, dan evaluasi program sesuai kebutuhan kesehatan masyarakat.
P28–P33, P35; KU7–KU10, KU13; KK27–KK31, KK33–KK35, KK37
Mampu merumuskan permasalahan ilmiah, menelusuri dan mengevaluasi bukti ilmiah, menerapkan metodologi penelitian, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menyusun dan mengomunikasikan hasil penelitian di bidang kedokteran gigi secara bertanggung jawab.
P11–P13 dan berbagai P berbasis evidence; KU2–KU6, KU12–KU15; KK5–KK7, KK12, KK17, KK19, KK24–KK27, KK30–KK33
Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, reflektif, dan kreatif dalam mengidentifikasi serta memecahkan permasalahan kedokteran gigi, mengambil keputusan berdasarkan informasi yang relevan, serta mengembangkan kompetensi diri secara berkelanjutan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktik kedokteran gigi.
KU2, KU5–KU8, KU12–KU13, KU15 serta KK5–KK6, KK11–12, KK19, KK24, KK26–KK27, KK29–KK30, KK32–KK36
RPSMK yang telah disahkan dan dikunci ditampilkan berdasarkan semester. Sumber angkatan mengikuti RPSMK terbaru yang tersedia untuk mata kuliah pada semester tersebut.
Dasar Ilmu Kesehatan adalah mata kuliah dasar yang mengintegrasikan prinsip kimia, biokimia, biologi sel dan molekuler, serta genetika sebagai landasan untuk memahami struktur dan fungsi normal tubuh, homeostasis, mekanisme dasar penyakit, dan relevansinya terhadap kedokteran gigi.
Sistem Tubuh Manusia I merupakan mata kuliah dasar yang mempelajari struktur makroskopis, struktur mikroskopis, fungsi, dan aspek biokimia dasar jaringan tubuh, sistem integumen, sistem muskuloskeletal, serta sistem saraf. Mata kuliah ini mengintegrasikan anatomi, histologi, fisiologi, dan biokimia melalui pembelajaran teori dan praktikum untuk membangun pemahaman mengenai hubungan struktur dan fungsi tubuh manusia sebagai dasar pembelajaran kedokteran gigi.
Sistem Tubuh Manusia II merupakan mata kuliah dasar yang mempelajari struktur makroskopis, struktur mikroskopis, fungsi, dan aspek biokimia dasar darah, sistem limfatik, sistem kardiovaskular, sistem respirasi, serta sistem urinaria. Mata kuliah ini mengintegrasikan anatomi, histologi, fisiologi, dan biokimia melalui pembelajaran teori, praktikum, dan skills lab untuk membangun pemahaman mengenai transportasi zat, sirkulasi, pertukaran gas, keseimbangan cairan dan elektrolit, regulasi asam–basa, serta ekskresi sebagai bagian dari pemeliharaan homeostasis tubuh manusia.
Sistem Tubuh Manusia III merupakan mata kuliah dasar yang mempelajari struktur makroskopis, struktur mikroskopis, fungsi, dan aspek biokimia dasar sistem pencernaan, sistem endokrin, sistem reproduksi, serta indera khusus. Mata kuliah ini mengintegrasikan anatomi, histologi, fisiologi, dan biokimia melalui pembelajaran teori, praktikum, dan skills lab untuk membangun pemahaman mengenai pencernaan dan absorpsi zat gizi, metabolisme dan keseimbangan energi, regulasi neuroendokrin dan hormonal, fungsi reproduksi, serta mekanisme penglihatan, pendengaran dan keseimbangan, penciuman, dan pengecapan. Materi diberikan sebagai dasar untuk memahami hubungan kondisi sistemik, status nutrisi, perubahan hormonal, kehamilan, dan fungsi sensorik dengan kesehatan serta pelayanan kedokteran gigi.
Kesehatan, Masyarakat, dan Perilaku Manusia merupakan mata kuliah longitudinal yang membahas hubungan antara kesehatan, masyarakat, budaya, lingkungan, dan perilaku manusia sebagai dasar dalam memahami kesehatan dan kesehatan gigi dan mulut pada tingkat individu, kelompok, dan masyarakat. Mata kuliah ini mengintegrasikan ilmu kesehatan masyarakat, sosiologi, antropologi, psikologi, dan komunikasi kesehatan melalui pembahasan konsep sehat dan sakit, determinan kesehatan, sosiodemografi, keluarga dan budaya, ketimpangan dan akses pelayanan, perilaku dan perubahan perilaku kesehatan, literasi kesehatan dan informasi digital, komunikasi empatik, motivasi dan kepatuhan, respons psikologis terhadap pelayanan, serta prinsip promosi, pencegahan, dan tele-education.
Mata Kuliah Umum Bahasa Indonesia merupakan mata kuliah wajib yang harus diprogramkan oleh semua mahasiswa. Mata kuliah ini adalah mata kuliah yang dihadirkan untuk memenuhi salah satunya adalah penguatan karakter mahasiswa. Mata kuliah ini terdapat pada semester ganjil dan semester genap. Ruang lingkup materi yang dibahas dalam mata kuliah ini adalah sejarah perkembangan bahasa Indonesia, kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, pedoman umum ejaan bahasa Indonesia, proses pembentukan kata, pilihan kata, kalimat dan kalimat efektif, paragraf beserta pola pengembangannya, karya ilmiah, karya ilmiah populer, dan penulisan surat dinas.
Mata kuliah ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman yang komprehensif mengenai Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara, pandangan hidup bangsa, dan sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Mata kuliah agama adalah perkuliahan dasar yang dirancang untuk membangun pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai spiritual, etika, moral, serta ajaran teologis yang bersumber dari keyakinan masing-masing agama, sekaligus menumbuhkan sikap toleransi dan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.
Ilmu Penyakit Mulut adalah mata kuliah yang mempelajari berbagai kelainan dan penyakit yang melibatkan jaringan keras dan jaringan lunak rongga mulut serta manifestasi penyakit sistemik pada rongga mulut, meliputi aspek etiologi, faktor risiko, patogenesis, tanda dan gejala klinis, diagnosis, diagnosis banding, serta prinsip penatalaksanaannya. Mata kuliah ini membekali mahasiswa Kedokteran Gigi dengan kemampuan untuk mengenali, menjelaskan, dan melakukan penilaian awal terhadap berbagai kondisi patologis rongga mulut, sehingga dapat menentukan kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut, memberikan penatalaksanaan awal sesuai kompetensi, serta melakukan rujukan apabila diperlukan.
Mata kuliah Farmakologi dan Terapi membahas konsep dan prinsip dasar farmakologi serta penerapannya dalam terapi pada pelayanan kedokteran gigi, meliputi farmakokinetik, farmakodinamik, mekanisme kerja obat, indikasi dan kontraindikasi, efek samping, interaksi obat, pemilihan obat, perhitungan dosis, serta prinsip farmakoterapi yang rasional, aman, dan efektif pada berbagai kondisi klinis yang berkaitan dengan kedokteran gigi.
Mata kuliah ini membahas konsep dasar patologi klinik dan pemeriksaan laboratorium yang relevan dalam kedokteran gigi, meliputi keselamatan laboratorium dan persiapan spesimen, hemopoiesis, hemostasis, koagulasi dan fibrinolisis, kelainan eritrosit, leukosit, trombosit dan koagulasi, pemeriksaan golongan darah, hematologi, fungsi hati dan ginjal, serta keterkaitannya dengan manifestasi oral. Pembelajaran dilaksanakan melalui kuliah, diskusi/SGD, pembelajaran mandiri, simulasi keterampilan dan studi kasus untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menerapkan interpretasi dasar hasil pemeriksaan laboratorium secara sistematis, aman, etis, dan sesuai batas kompetensi mahasiswa.
Mata kuliah Mikrobiologi membahas konsep dasar mikroorganisme, genetika, patogenesis, mikrobiota, ekologi, biofilm, serta peran mikroorganisme dalam kesehatan dan penyakit rongga mulut, termasuk karies dan infeksi oral. Mata kuliah ini juga mencakup prinsip pemeriksaan dan identifikasi mikroorganisme serta interpretasi hasil pemeriksaan mikrobiologi melalui pembelajaran teori dan praktikum.
Mata kuliah ini membahas struktur dan fungsi jaringan periodontal, mekanisme pertahanan, etiologi dan patogenesis penyakit periodontal, dental plaque dan biofilm, dental calculus, faktor lokal, sistemik dan hormonal, klasifikasi penyakit dan kondisi yang memengaruhi periodonsium, serta karakteristik klinis dan radiografis penyakit periodontal. Pembelajaran dilaksanakan melalui perkuliahan, belajar mandiri, case-based learning, small group discussion, dan skill lab untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan pemeriksaan periodontal dasar secara sistematis, tepat, aman, dan bertanggung jawab.
mata kuliah yang membahas konsep dan prinsip dasar anestesi umum, meliputi pengertian dan tahapan anestesi, nyeri dan sistem persarafan, pengaruh anestesi terhadap fungsi fisiologis tubuh, pemilihan dan penggunaan agen anestesi, keselamatan pasien, pencegahan dan penatalaksanaan awal komplikasi, serta aspek etika dan legal dalam pelayanan anestesi yang berkaitan dengan praktik kedokteran gigi.
Mata kuliah Bedah Umum merupakan mata kuliah yang membahas konsep dan prinsip dasar ilmu bedah yang meliputi prinsip asepsis dan sterilisasi, hemostasis, penyembuhan luka, evaluasi dan persiapan preoperatif, anestesi, manajemen cairan dan nutrisi, infeksi, trauma dan kegawatdaruratan, syok, kondisi bedah sistemik, bedah kepala dan leher, serta komplikasi dan perawatan pascaoperasi, dengan penekanan pada relevansinya dalam pelayanan kedokteran gigi.
Mata kuliah ini membahas prinsip dasar bedah mulut dan maksilofasial, meliputi anatomi dan fisiologi, pemeriksaan pasien, pemeriksaan penunjang, pasien kompromi medis, persiapan pre-operatif, kontrol infeksi, ergonomi dan armamentarium, anestesi lokal, pencabutan gigi tertutup dan terbuka, prinsip pembedahan, serta odontektomi sederhana. Pembelajaran melalui kuliah pakar, belajar mandiri, diskusi berbasis kasus, dan skills lab dengan penekanan pada keselamatan pasien.
Mata kuliah ini membahas prinsip pencegahan, pengenalan, pemeriksaan, diagnosis, dan tata laksana awal kegawatdaruratan medis serta trauma pada jaringan lunak dan jaringan keras dentoalveolar. Materi meliputi pengenalan ATLS untuk kedokteran gigi, reaksi alergi/hipersensitivitas, tersedak, syok, henti jantung, injuri jaringan lunak, dan fraktur dentoalveolar.
Kariologi adalah ilmu yang mempelajari karies gigi secara komprehensif, meliputi etiologi, faktor risiko, proses terjadinya dan perkembangan lesi karies, diagnosis dan deteksi karies, penilaian risiko karies, serta upaya pencegahan dan pengendalian karies berdasarkan prinsip kedokteran gigi preventif dan minimal invasif.
Dental Anatomi adalah mata kuliah yang mempelajari anatomi dan morfologi gigi geligi manusia secara sistematis, meliputi bentuk, ukuran, struktur, permukaan, bagian-bagian gigi, karakteristik masing-masing gigi pada rahang atas dan rahang bawah, serta hubungan gigi dengan jaringan dan struktur di sekitarnya. Pembelajaran dilaksanakan melalui perkuliahan, belajar mandiri, dan ujian akhir untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan pemeriksaan periodontal dasar secara sistematis, tepat, aman, dan bertanggung jawab.
Mata kuliah ini membahas prinsip dasar operative dentistry meliputi penilaian pasien, pemeriksaan, diagnosis dan rencana perawatan, kontrol infeksi, ergonomi pasien, instrumen dan isolasi daerah kerja, pengendalian nyeri, preparasi gigi, proteksi pulpa, adhesi pada enamel dan dentin, serta prinsip dan teknik restorasi menggunakan resin komposit, glass ionomer cement, amalgam, cast metal, dan veneer. Pembelajaran dilaksanakan melalui kuliah pakar, belajar mandiri, tutorial/SGD, pleno, dan skill lab untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan klinis dasar, keselamatan kerja, ketelitian, dan tanggung jawab profesional dalam perawatan restoratif.
Radiologi Kedokteran Gigi I adalah mata kuliah yang mempelajari prinsip dasar radiasi dan penggunaannya dalam menghasilkan gambaran radiografis untuk menunjang pemeriksaan, diagnosis, dan evaluasi kondisi gigi, jaringan periodontal, serta struktur anatomi rongga mulut dan maksilofasial. Mata kuliah ini mencakup fisika radiasi, produksi sinar-X, efek biologis radiasi, proteksi dan keselamatan radiasi, aspek regulasi radiologi, teknik radiografi intraoral, proyeksi geometrik, imaging digital dan film, anatomical landmark, serta interpretasi gambaran radiografis, khususnya pada jaringan periodontal.
Biomaterial dan Teknologi Kedokteran Gigi I adalah mata kuliah yang mempelajari prinsip dasar, karakteristik, komposisi, sifat fisik, mekanik, kimia, biologis, serta perkembangan teknologi berbagai bahan yang digunakan dalam praktik kedokteran gigi. Mata kuliah ini mencakup pemahaman mengenai jenis, indikasi, manipulasi, penggunaan, kelebihan dan keterbatasan material kedokteran gigi, meliputi bahan restorasi, bahan cetak, bahan model dan die, bahan sementasi, bahan basis dan liner, bahan resin, bahan logam, keramik, bahan kedokteran gigi preventif, serta material yang digunakan dalam prosedur klinis dan laboratorium.
Mata kuliah ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman yang komprehensif mengenai Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara, pandangan hidup bangsa, dan sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Mata kuliah ini membahas prinsip dasar ilmu ortodonti meliputi pertumbuhan dan perkembangan kraniofasial, perkembangan dan erupsi gigi, oklusi normal dan maloklusi, etiologi dan klasifikasi maloklusi, pemeriksaan dan diagnosis ortodonti, analisis ruang dan model studi, pemeriksaan radiografis dan analisis sefalometri dasar, serta prinsip dasar perencanaan perawatan ortodonti. Pembelajaran dilaksanakan melalui kuliah pakar, belajar mandiri, tutorial/SGD, pleno, dan kegiatan praktikum/skill lab untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan klinis dasar, kemampuan analisis, ketelitian, komunikasi, keselamatan pasien, dan tanggung jawab profesional dalam pelayanan di bidang ortodonti.
Mata kuliah Oklusi dan Temporomandibular Joint (TMJ) merupakan mata kuliah yang mempelajari konsep dan prinsip oklusi serta anatomi, fungsi, dan biomekanika sendi temporomandibula dalam kaitannya dengan sistem stomatognatik. Mata kuliah ini mencakup hubungan oklusal, pergerakan mandibula, artikulasi, fungsi otot mastikasi, serta interaksi antara gigi, otot, dan TMJ.
Mata kuliah ini membahas prinsip perkembangan embrio dan janin, perkembangan kepala, wajah, rongga mulut, gigi dan dentisi, pertumbuhan kraniofasial, dasar genetik dan molekuler perkembangan, serta kelainan perkembangan kraniofasial dan dental. Pembelajaran dilaksanakan melalui kuliah pakar, belajar mandiri, diskusi kasus/SGD, post-test, dan kegiatan terstruktur untuk membangun pemahaman perkembangan normal dan kemampuan mengidentifikasi kaitannya dengan kelainan klinis kedokteran gigi.
Mata kuliah ini membahas prinsip dasar material kedokteran gigi, khususnya bahan polimer dan resin, prinsip pemotongan, penggerindaan, finishing dan polishing, serta proses laboratorium pembuatan dan penyelesaian basis/prostesis berbasis resin.
Mata kuliah ini membahas prinsip dan konsep Gigi Tiruan Sebagian Lepasan (GTSL) meliputi konsep kehilangan gigi, kebutuhan, indikasi dan kontraindikasi GTSL, pemeriksaan, diagnosis dan klasifikasi kehilangan gigi, pemilihan gigi penyangga, rencana perawatan dan pre-prosthetic treatment, pencetakan anatomis dan fisiologis, basis dan komponen GTSL, prinsip biomekanis, survey dan desain GTSL, distribusi tekanan kunyah, hubungan oklusal, prosedur laboratoris dan gigi tiruan kerangka logam, serta tahap try-in, insersi, dan evaluasi pasca pemasangan GTSL. Pembelajaran dilaksanakan melalui kuliah pakar, belajar mandiri, tutorial/SGD, pleno, dan kegiatan keterampilan preklinik untuk mengembangkan pengetahuan, kemampuan analisis, keterampilan klinis dasar, ketelitian, keselamatan pasien, komunikasi, dan tanggung jawab profesional dalam perencanaan dan pelayanan GTSL.
Prostodonsia (GTC) adalah mata kuliah yang mempelajari prinsip, konsep, dan prosedur ilmiah serta klinis dalam perencanaan, pembuatan, pemasangan, dan pemeliharaan restorasi gigi tiruan yang dipasang secara permanen pada gigi atau struktur pendukung, dengan tujuan mengembalikan fungsi mastikasi, fonetik, estetika, serta mempertahankan kesehatan jaringan pendukung. Mata kuliah ini mencakup pemahaman mengenai diagnosis dan perencanaan perawatan, prinsip preparasi gigi penyangga, desain restorasi, pencetakan, pembuatan restorasi sementara dan definitif, pemilihan bahan, hubungan oklusal, sementasi, serta evaluasi dan pemeliharaan gigi tiruan cekat.
Mata kuliah ini membahas prinsip dasar bahan kedokteran gigi yang digunakan dalam restorasi dan rehabilitasi oral, meliputi bahan sementasi, paduan logam cor, penyambungan logam, keramik kedokteran gigi, bahan tanam (investment), serta prinsip dan prosedur pengecoran. Pembelajaran mencakup struktur, komposisi, sifat, indikasi, manipulasi, pemilihan bahan, serta penerapan prinsip bahan melalui pembelajaran teori, diskusi, dan keterampilan laboratorium.
Mata kuliah Pedodonsia 1 membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan preklinik, dan sikap profesional dalam memahami serta menerapkan prinsip pelayanan kedokteran gigi anak secara komprehensif. Materi meliputi perkembangan anak, komunikasi dan manajemen perilaku, tumbuh kembang kraniofasial dan gigi geligi, pemeriksaan dan diagnosis, keselamatan pasien, karies dan penyakit periodontal pada anak, pencegahan, dental health education, dental public health, nutrisi, patologi oral, perawatan restoratif, dental materials, radiografi, persepsi dan pengendalian nyeri, kegawatdaruratan medis, manajemen perilaku farmakologis, skills laboratory, OSCE, Ujian Skills Lab, dan Ujian Akhir Mata Kuliah. Pembelajaran menggunakan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dan menekankan integrasi pengetahuan, keterampilan, keselamatan pasien, komunikasi, pengambilan keputusan, serta profesionalisme.
Ilmu Pencegahan dan Promosi Kesehatan adalah mata kuliah yang mempelajari konsep dan prinsip kesehatan masyarakat yang diterapkan dalam upaya promotif, preventif, kuratif dasar, dan rehabilitatif di bidang kesehatan gigi dan mulut pada tingkat individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Mata kuliah ini mencakup identifikasi dan analisis masalah kesehatan gigi dan mulut berdasarkan data kependudukan, faktor risiko, kebutuhan masyarakat, serta prioritas masalah, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program kesehatan gigi dan mulut melalui promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pemberdayaan masyarakat, advokasi, serta kerja sama lintas sektor.
Mata kuliah ini membahas konsep perilaku kesehatan dan perilaku kesehatan gigi dan mulut, determinan perilaku, teori perubahan perilaku, motivasi, konsep sehat-sakit dan pencegahan, evaluasi perubahan perilaku, psikologi sosial, serta teori belajar dalam pendidikan kesehatan. Mahasiswa diarahkan untuk memahami dan menerapkan prinsip manajemen perilaku dalam komunikasi dan edukasi kesehatan gigi dan mulut.
Mata kuliah Skripsi: Proposal membekali mahasiswa dengan kemampuan mengidentifikasi dan merumuskan masalah penelitian, menelaah bukti ilmiah dan research gap, menyusun kerangka ilmiah serta rancangan metodologi penelitian, dan menyempurnakan seluruh komponen proposal menjadi naskah penelitian yang sistematis, konsisten, sesuai kaidah ilmiah, serta menjunjung integritas akademik dan tanggung jawab.
Mata kuliah Radiologi Kedokteran Gigi merupakan mata kuliah yang mempelajari prinsip dan konsep dasar radiologi serta pemanfaatan pemeriksaan radiografi dalam menunjang diagnosis dan perawatan di bidang kedokteran gigi. Mata kuliah ini mencakup pemahaman tentang anatomi radiografi kepala dan leher, perkembangan skeletal, teknik dan prinsip pemeriksaan radiografi, interpretasi gambaran radiografi, serta identifikasi kondisi normal, kelainan, dan penyakit pada sistem stomatognatik.
Mata kuliah agama adalah perkuliahan dasar yang dirancang untuk membangun pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai spiritual, etika, moral, serta ajaran teologis yang bersumber dari keyakinan masing-masing agama, sekaligus menumbuhkan sikap toleransi dan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.
Mata kuliah ini membahas prinsip dan tahapan pembuatan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan, mulai dari pencetakan anatomis dan fisiologis, pembuatan sendok cetak individual, survei dan desain model, pembuatan basis sementara dan occlusal rim, pengambilan hubungan rahang dan pemasangan pada artikulator, penyusunan gigi, try-in, insersi, hingga kontrol pasca pemasangan. Pembelajaran dilaksanakan melalui perkuliahan dan skills lab untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam melakukan prosedur GTSL secara sistematis, tepat, dan sesuai prinsip prostodonsia, serta dievaluasi melalui OSCE.
Mata kuliah ini membahas prinsip dan tahapan pembuatan gigi tiruan lengkap pada pasien edentulus total, mulai dari pencetakan anatomis dan fisiologis, penanaman model pada artikulator, pembuatan bite rim, penentuan dimensi vertikal, penyusunan anasir, selective grinding dan remounting, hingga try-in, insersi, dan kontrol. Pembelajaran dilaksanakan melalui skills lab dan OSCE untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap profesional mahasiswa dalam melakukan prosedur prostodonsia secara sistematis, tepat, aman, dan sesuai prinsip keselamatan pasien.
Mata kuliah ini membahas prinsip dan tahapan perawatan prostodonsia cekat, mulai dari pencetakan anatomis dan fisiologis, pengambilan bite registration, penyusunan rencana perawatan, preparasi gigi penyangga, retraksi gingiva, hingga pembuatan dan pemasangan gigi tiruan cekat sementara. Mahasiswa juga mempelajari penanaman model pada artikulator, pembuatan koping, try-in koping, pemilihan warna, dan pemasangan gigi tiruan cekat, serta melakukan integrasi seluruh tahapan melalui review komprehensif. Pembelajaran dilaksanakan secara teori dan praktik berbasis keterampilan, dengan penekanan pada penerapan prinsip prostodonsia secara sistematis, tepat, aman, dan bertanggung jawab pada model/pasien standar. Pencapaian keterampilan mahasiswa dievaluasi melalui Objective Structured Clinical Examination (OSCE) pada akhir mata kuliah.
Mata kuliah ini membahas prinsip dan prosedur restorasi gigi meliputi restorasi kavitas Klas I, II, III, dan IV, restorasi Glass Ionomer Cement (GIC) Klas V, serta pulp capping indirek dan direk. Mahasiswa mempelajari prinsip pemilihan bahan dan teknik restorasi serta menerapkan tahapan prosedur sesuai prinsip konservasi gigi secara sistematis, tepat, dan aman. Pembelajaran dilaksanakan melalui kuliah pakar dan OSCE, dengan penekanan pada kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan restoratif pada berbagai kondisi klinis.
Mata kuliah ini membahas prinsip dan prosedur dasar perawatan endodontik, meliputi perawatan saluran akar pada gigi vital dan nonvital, pemasangan rubber dam, serta restorasi gigi pascaperawatan endodontik dengan onlay, pasak, dan full crown. Mahasiswa menerapkan pengetahuan dan keterampilan prosedural melalui kuliah pakar, telaah kasus, Small Group Discussion (SGD), dan skills lab, serta mengintegrasikan tahapan perawatan secara sistematis, tepat, dan aman. Pencapaian kompetensi mahasiswa dievaluasi melalui Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan ujian akhir.
Mata kuliah ini membahas prinsip dasar dan penerapan perawatan jaringan periodontal, meliputi pemeriksaan periodontal, diagnosis, penentuan prognosis, perencanaan perawatan, terapi periodontal nonbedah dan bedah dasar, serta pemeliharaan dan evaluasi kesehatan periodontal. Mahasiswa menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali kondisi periodontal serta melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan periodontal secara sistematis, tepat, dan aman sesuai dengan prinsip Periodonsia. Pembelajaran dilaksanakan melalui kuliah pakar, tugas terstruktur. Ssedangkan pencapaian kompetensi mahasiswa dievaluasi melalui ujian tertulis dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE).
Mata kuliah ini membahas prinsip dasar diagnosis, klasifikasi maloklusi, analisis sefalometri dan model, serta penyusunan rencana perawatan ortodontik. Mahasiswa mempelajari penerapan prinsip ortodonsia melalui kuliah pakar, telaah dan review soal, serta tugas terstruktur, ujian akhir tertulis. Kemudian menerapkannya dalam kegiatan skills lab menggunakan typodont, meliputi penentuan maloklusi, analisis dan rencana perawatan, insersi piranti, serta kontrol perawatan secara bertahap. Pembelajaran diarahkan agar mahasiswa mampu menerapkan prinsip ortodonsia secara sistematis, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan perawatan pasien.
Mata kuliah Ilmu Penyakit Mulut pada Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi Semester 7 membahas prinsip anamnesis, rekam medis, screening, pemeriksaan klinis komprehensif, diagnosis, dan penatalaksanaan berbagai penyakit dan kelainan rongga mulut, termasuk manifestasi oral penyakit sistemik. Mahasiswa mempelajari informed consent, penulisan resep, komunikasi dan dokumentasi klinis, serta penatalaksanaan kasus seperti stomatitis aftosa rekuren, keilitis angularis, denture stomatitis, kelainan lidah, dan berbagai kondisi mukosa oral. Pembelajaran dilaksanakan melalui kuliah pakar, belajar mandiri, Small Group Discussion (SGD), tugas terstruktur, dan skills lab, sedangkan pencapaian kompetensi dievaluasi melalui ujian dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE).
Mata kuliah ini membahas konsep, prinsip, dan penerapan kedokteran gigi estetik dalam mencapai keharmonisan fungsi dan estetika sistem stomatognatik. Materi meliputi prinsip estetika, proporsi dan simetri, golden proportion, analisis wajah dan gigi, smile design, seleksi warna dan shade, fotografi kedokteran gigi, wax-up dan mock-up, serta material dan teknik restorasi sewarna gigi, termasuk resin komposit, bonding, teknik minimally invasive, veneer, inlay, onlay, crown, dan bridge. Mata kuliah juga membahas peran ortodonsia dan periodonsia dalam perawatan estetik, meliputi penatalaksanaan diastema, crowding, smile arc, midline shift, gingival contouring, crown lengthening, dan resesi gingiva, serta aspek etika, informed consent, ekspektasi pasien, dan hukum dalam pelayanan kedokteran gigi estetik. Pembelajaran dilaksanakan melalui kuliah pakar, belajar mandiri, diskusi dan telaah kasus, dengan evaluasi melalui ujian tertulis dan/atau evaluasi berbasis kasus.
Mata kuliah ini membahas konsep, prinsip, dan prosedur dasar dalam penatalaksanaan kasus bedah mulut. Materi meliputi anamnesis dan pemeriksaan pasien, ergonomi dan armamentarium, teknik anestesi lokal, pencabutan gigi metode tertutup dan terbuka, alveolektomi, serta alveoloplasti. Mahasiswa mempelajari prinsip indikasi, kontraindikasi, persiapan tindakan, teknik pelaksanaan, dan prinsip keselamatan pasien dalam prosedur bedah mulut. Pembelajaran dilaksanakan melalui belajar mandiri, kuliah pakar, telaah kasus dan soal, serta skills lab, dengan evaluasi melalui ujian akhir mata kuliah dan ujian skills labuntuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan dasar Bedah Mulut.
Mata kuliah ini membahas konsep, prinsip, dan penatalaksanaan awal berbagai kondisi trauma serta kegawatdaruratan yang dapat terjadi dalam praktik kedokteran gigi. Materi meliputi pengenalan dan penilaian kondisi kegawatdaruratan, penanganan perdarahan dan dry socket, komunikasi oroantral, dislokasi temporomandibular joint, infeksi odontogenik, serta penatalaksanaan trauma dan kondisi emergensi terkait kedokteran gigi, termasuk prosedur eyelet dan Essig. Pembelajaran dilaksanakan melalui belajar mandiri, kuliah pakar, telaah kasus dan soal, serta skills lab, dengan penekanan pada penerapan prinsip keselamatan pasien dan tindakan yang sistematis, tepat, dan aman. Evaluasi dilakukan melalui ujian akhir mata kuliah dan ujian skills lab untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam penatalaksanaan trauma dan kegawatdaruratan medik kedokteran gigi.
Mata kuliah Dental Implant pada Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi Semester 7 membahas konsep, prinsip, dan tahapan perawatan dental implant sebagai salah satu alternatif rehabilitasi kehilangan gigi. Materi meliputi sejarah dan perkembangan dental implant, jenis, indikasi dan kontraindikasi, osseointegrasi, biokompatibilitas, osteogenesis, material implant, pemeriksaan dan diagnosis, prognosis, serta penyusunan rencana perawatan. Mata kuliah juga membahas tahapan pemasangan dental implant, meliputi prinsip antiseptik dan analgesik, bedah flap, penggunaan drill, suturing, tahapan prostodontik, pemeliharaan dental implant, serta komplikasi dan pencegahannya. Pembelajaran dilaksanakan melalui belajar mandiri dan kuliah pakar, dengan evaluasi melalui quiz dan ujian akhir mata kuliahuntuk menilai pemahaman mahasiswa terhadap konsep dan prinsip perawatan dental implant.
Mata kuliah ini membahas konsep dan prinsip etiologi, patogenesis, perubahan patologis, gambaran klinis, serta prinsip diagnosis berbagai penyakit dan kelainan pada rongga mulut dan daerah maksilofasial. Materi mencakup berbagai proses patologis yang melibatkan jaringan keras dan lunak rongga mulut, kelenjar saliva, tulang rahang, serta struktur maksilofasial, termasuk kelainan inflamasi, infeksi, kistik, neoplastik, dan kelainan lainnya yang relevan dengan praktik kedokteran gigi. Pembelajaran dilaksanakan melalui belajar mandiri, kuliah pakar, telaah soal, Small Group Discussion (SGD), dan diskusi kasus, dengan evaluasi melalui pre-test, post-test, dan ujian akhir mata kuliah untuk menilai pemahaman mahasiswa terhadap konsep dan karakteristik penyakit dan kelainan patologis rongga mulut dan maksilofasial.
Mata kuliah ini membahas konsep, prinsip, teknik, dan penerapan pemeriksaan radiografis dalam menunjang diagnosis kedokteran gigi. Materi meliputi teknik radiografi periapikal, panoramik, dan sefalometri, pengolahan film konvensional, evaluasi mutu radiograf, serta interpretasi gambaran radiografis pada berbagai kondisi patologis dan kelainan, termasuk kelainan temporomandibular joint, penyakit sinus paranasalis, neoplasma dan tumor, serta penyakit kelenjar saliva. Pembelajaran dilaksanakan melalui belajar mandiri, kuliah pakar, Small Group Discussion, tutorial, pleno, skills lab, dan OSCE, dengan penekanan pada kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan teknik radiografi, mengevaluasi kualitas radiograf, dan menginterpretasikan gambaran radiograf secara sistematis dan tepat.
Mata kuliah Pedodonsia pada Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi Semester 7 membahas konsep, prinsip, dan penerapan perawatan kesehatan gigi dan mulut pada anak, dengan memperhatikan karakteristik pertumbuhan dan perkembangan anak serta kondisi gigi sulung dan gigi permanen muda. Materi meliputi pemeriksaan dan diagnosis, manajemen pasien anak, pencegahan penyakit gigi dan mulut, restorasi GIC, preventive resin restoration, fissure sealant, space maintainer, ekstraksi gigi anak, perawatan pulpa berupa pulpotomi dan pulpektomi, serta perawatan saluran akar. Pembelajaran dilaksanakan melalui belajar mandiri, kuliah pakar, telaah soal, Small Group Discussion, pleno, skills lab, dan OSCE, dengan penekanan pada penerapan pengetahuan dan keterampilan klinis dalam penatalaksanaan pasien anak secara sistematis, tepat, aman, dan sesuai dengan prinsip Pedodonsia. Evaluasi dilakukan melalui ujian akhir mata kuliah dan OSCE untuk menilai pencapaian kompetensi mahasiswa.
Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis masalah kesehatan gigi dan mulut pada penyandang penyakit degeneratif berdasarkan evidence ilmiah, serta merancang solusi edukasi dan advokasi yang inovatif sesuai kebutuhan sasaran. Pembelajaran mencakup konsep penyakit degeneratif dan keterkaitannya dengan masalah kesehatan gigi dan mulut, identifikasi masalah dan faktor risiko, penerapan evidence-based oral health promotion, penyusunan pesan dan media edukasi, strategi advokasi, pendekatan interdisiplin, implementasi edukasi, serta evaluasi sederhana melalui pre-test dan post-test. Mahasiswa secara berkelompok mengembangkan dan mengimplementasikan Evidence-Based Education and Advocacy Project berupa media edukasi dan produk advokasi, kemudian menganalisis hasil evaluasi untuk menyusun rekomendasi perbaikan dan keberlanjutan project.
Diseminasi merupakan mata kuliah yang membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk merencanakan, menyusun, menyajikan, dan mempertanggungjawabkan hasil penelitian skripsi secara sistematis, ilmiah, dan profesional dalam forum akademik. Mahasiswa diarahkan untuk memahami prinsip etika, integritas akademik, dan tanggung jawab dalam diseminasi hasil penelitian; mengidentifikasi tujuan, karakteristik audiens, serta pesan utama penelitian; serta merancang bahan presentasi dan media ilmiah yang efektif. Mata kuliah ini juga mengembangkan kemampuan komunikasi oral, visualisasi data, argumentasi ilmiah, critical appraisal, identifikasi kekuatan dan keterbatasan penelitian, serta tindak lanjut terhadap masukan ilmiah secara logis, kritis, sistematis, dan reflektif. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan seluruh komponen penelitian, mempresentasikan, mempertahankan, dan menindaklanjuti hasil skripsi secara komprehensif dengan menjunjung integritas akademik dan tanggung jawab ilmiah.
Mata kuliah Skripsi: Proposal membekali mahasiswa dengan kemampuan mengidentifikasi dan merumuskan masalah penelitian, menelaah bukti ilmiah dan research gap, menyusun kerangka ilmiah serta rancangan metodologi penelitian, dan menyempurnakan seluruh komponen proposal menjadi naskah penelitian yang sistematis, konsisten, sesuai kaidah ilmiah, serta menjunjung integritas akademik dan tanggung jawab.
Mata kuliah Skripsi: Laporan Penelitian membekali mahasiswa dengan kemampuan mengelola, menganalisis, menginterpretasikan, dan menyajikan data penelitian, mengintegrasikan hasil dengan bukti ilmiah, serta menyusun dan menyempurnakan laporan penelitian menjadi naskah skripsi yang sistematis, objektif, dan sesuai kaidah ilmiah dengan menjunjung integritas akademik dan tanggung jawab.
Publikasi membekali mahasiswa dengan kemampuan memahami etika publikasi, memilih jurnal yang sesuai, mentransformasikan hasil skripsi menjadi manuskrip ilmiah, menyesuaikan naskah dengan author guidelines, serta melaksanakan proses finalisasi, submission, dan revisi berdasarkan peer review secara sistematis, ilmiah, dan bertanggung jawab dengan menjunjung integritas akademik.
Ketua Program Studi
12 JUN 2026
Medan, 11 Juni 2026 — Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi (FKKG) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) kembali sukses menyelenggarakan Medical Dental Discovery Day (MD3) Batch 2 di Hybrid Classroom Lantai 12 Kampus ...