Profesi · Universitas Prima Indonesia
Where Knowledge Becomes Professional Practice
Pendidikan Klinis untuk Dokter Gigi Profesional.
Where Knowledge Becomes Professional Practice
Program Studi Profesi Dokter Gigi adalah program pendidikan yang dirancang untuk meluluskan tenaga kesehatan gigi yang kompeten dan profesional. Program ini bertujuan untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan medis gigi yang mendalam serta keterampilan klinis yang diperlukan untuk mendiagnosis, merawat, dan mencegah berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut. Kurikulum program studi ini mencakup berbagai bidang ilmu kedokteran gigi, seperti ilmu dasar kedokteran gigi, klinik gigi, patologi mulut, periodonsia, prostodonsia, bedah mulut, konservasi gigi dan ortodonti. Program ini menekankan pada integrasi antara teori dan praktik. Mahasiswa akan menjalani rotasi klinik di rumah sakit pendidikan atau klinik gigi mitra, di mana mereka akan menangani pasien secara langsung di bawah bimbingan dokter gigi berpengalaman.Selain keterampilan teknis, program ini juga menitikberatkan pada pembentukan etika profesi dan pelayanan yang berpusat pada pasien. Mahasiswa diajarkan untuk membangun hubungan saling percaya dengan pasien, memahami kebutuhan mereka, dan memberikan pelayanan kesehatan gigi yang berkualitas. Lulusan Program Studi Profesi Dokter Gigi akan siap bekerja secara mandiri di berbagai institusi kesehatan, seperti praktik pribadi, rumah sakit, atau pusat layanan kesehatan masyarakat. Program ini juga membuka peluang bagi lulusan untuk melanjutkan studi lanjutan atau menekuni bidang penelitian dalam ilmu kedokteran gigi.Secara keseluruhan,
Shape Smiles. Shape the Future. Your Future has Smiles.
Memasuki dunia profesi dokter gigi bukan hanya tentang mengabdi pada kesehatan masyarakat, tetapi juga tentang membuka pintu menuju kehidupan profesional yang dinamis, mandiri, dan menjanjikan. Dengan bekal kompetensi klinis dan etika yang matang, Anda akan menikmati privilese istimewa berupa fleksibilitas waktu kerja yang tinggi serta variasi peluang karir yang tak terbatas—mulai dari praktik klinis, akademisi, hingga manajemen kesehatan. Lebih dari itu, profesi ini menawarkan kebebasan untuk bekerja di beberapa tempat sekaligus, memberikan Anda kendali penuh untuk mengembangkan jaringan profesional dan keseimbangan hidup, sekaligus memastikan bahwa setiap langkah karier Anda membawa dampak nyata dan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Menjadi program studi yang menghasilkan dokter gigi sebagai profesional yang unggul dalam bidang socio-technopreneurship yang inovatif dan adaptif pada tahun 2030
Menghasilkan dokter gigi yang kompeten dan beretika untuk kepentingan individu, keluarga, dan masyarakat. Menghasilkan dokter gigi yang mampu menyelesaikan masalah kesehatan gigi dan mulut berdasarkan prioritas untuk tindakan preventif dan promotif , kuratif dan rehabilitatif terhadap individu, keluarga dan masyarakat secara mandiri maupun bekerja sama. Menghasilkan dokter gigi yang memiliki keterampilan tinggi dalam perawatan gigi dan mulut serta mengaplikasikan teknologi didalam pelayanan. Menghasilkan dokter gigi yang mampu mengembangkan jiwa sosio-technopreneurship dalam memberikan perawatan kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut. Menghasilkan dokter gigi yang peka terhadap perubahan lingkungan untuk peningkatan kesehatan masyarakat secara umum dan kesehatan gigi dan mulut khususnya. Menghasilkan dokter gigi yang memiliki jiwa life long learning untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan , keahlian dan teknologi Kedokteran gigi Menghasilkan dokter gigi yang memiliki kemampuan manajemen pelayanan kesehatan yang unggul Menghasilkan dokter gigi yang mampu mengembangkan penelitian yang inovatif dalam menyelesaikan masalah kesehatan gigi dan mulut.
| Kode | Mata Kuliah / Tahap | SKS |
|---|---|---|
| PRG7201 | Konservasi Gigi 1 | 2 |
| PRG7102 | Ortodonsia 1 | 1 |
| PRG7103 | Prostodonsia 1 | 1 |
| PRG7104 | Ilmu Penyakit Mulut 1 | 1 |
| PRG7105 | Radiologi Kedokteran Gigi | 1 |
| PRG7106 | Periodonsia 1 | 1 |
| PRG7207 | Bedah Mulut 1 | 2 |
| PRG7308 | Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan 1 | 3 |
| Total | 12 | |
Bidang pekerjaan dan peran profesional yang dapat dituju lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
Profesional kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara komprehensif, meliputi promotif, preventif, diagnostik, terapeutik, dan rehabilitatif berdasarkan ilmu pengetahuan, standar profesi, etika, serta keselamatan pasien.
Profesional yang mampu menciptakan dan mengembangkan peluang usaha melalui inovasi layanan, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengelolaan sumber daya, manajemen usaha, serta pengembangan jejaring kemitraan untuk menghasilkan layanan atau produk kesehatan gigi dan mulut yang bernilai tambah, berdaya saing, etis, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Profesional akademik yang melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kedokteran gigi, serta berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran yang inovatif, berbasis bukti, etika profesi, dan perkembangan teknologi.
Karakteristik dan kemampuan yang diharapkan melekat pada lulusan program studi.
Menggambarkan lulusan yang mampu menjalankan tugas dan profesinya berdasarkan nilai etika dan moral, menunjukkan sikap profesional dan integritas, serta bertanggung jawab terhadap setiap tindakan dan keputusan. Lulusan juga mampu beradaptasi terhadap perubahan, menghasilkan gagasan atau solusi inovatif terhadap permasalahan sosial, serta memiliki jiwa kewirausahaan dalam mengembangkan peluang dan menciptakan nilai bagi masyarakat
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang menyeluruh dengan memperhatikan kondisi fisik, psikologis, sosial, dan kebutuhan pasien.
Lulusan mampu menganalisis masalah, menentukan keputusan yang tepat berdasarkan ilmu dan bukti ilmiah, membangun komunikasi yang efektif dengan pasien dan keluarga, serta bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain untuk memberikan pelayanan yang aman, bermutu, dan berkesinambungan
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam mengambil peran kepemimpinan di masyarakat, mengorganisasi kegiatan, serta menggerakkan dan memotivasi masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. Lulusan juga mampu merencanakan, mengelola, dan mengoordinasikan sumber daya serta bekerja secara efektif, harmonis, dan bertanggung jawab dengan berbagai pihak sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dan berjiwa sociotechnopreneurship
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam berperan sebagai pendidik yang mampu menyampaikan pengetahuan kesehatan secara profesional kepada mahasiswa, pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Lulusan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan melalui kegiatan penelitian, meningkatkan kompetensi diri secara berkelanjutan, serta peka terhadap berbagai permasalahan dan kebutuhan kesehatan sehingga mampu menghasilkan gagasan dan inovasi yang berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat
Sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang perlu dicapai mahasiswa pada akhir pendidikan.
Mampu Menerapkan nilai-nilai ketakwaan, etika, dan kemanusiaan melalui kepribadian yang mandiri, adaptif, dan kolaboratif, serta mampu mengimplementasikan prinsip sociotechnopreneurship yang berdampak bagi masyarakat
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam menunjukkan sikap religius dan menjunjung nilai ketuhanan, kemanusiaan, etika, moral, nasionalisme, toleransi, serta tanggung jawab dalam menjalankan kehidupan akademik dan profesional. Lulusan mampu menghargai martabat, hak, dan keberagaman setiap individu serta menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai dasar dalam memberikan pelayanan kesehatan dan berinteraksi dengan masyarakat
Mampu merancang dan mengintegrasikan solusi inovatif berbasis bukti (evidence-based) serta strategi advokasi dalam pencegahan dan pengelolaan kesehatan penyakit degeneratif secara interdisiplin
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam memahami dan menganalisis konsep dasar kedokteran secara terintegrasi dengan menghubungkan ilmu biomedik, ilmu klinis, kesehatan masyarakat, dan ilmu perilaku. Kemampuan tersebut menjadi landasan dalam memahami mekanisme penyakit, kondisi kesehatan, serta penerapan prinsip kedokteran dalam berbagai konteks teoritis dan klinis
Mampu Melakukan rangkaian proses hingga penegakan diagnosa dari suatu keadaan medik yang terdiri dari penggalian riwayat pasien, pemeriksaan fisik umum dan stomatognatik, pemeriksaan subjektif, objektif dan penunjang hingga ke diagnosa banding dan prognosis penyakit juga mengisinya dalam rekam medis sesuai standar Indonesia dan Mampu menyusun rencana perawatan gigi dan mulut sesuai standar baku dan melakukan perawatan kelainan/ penyakit gigi dan mulut serta mengevaluasi keberhasilan perawatan pasien yang disertai atau tanpa kompromis medis secara komprehensif sesuai standar pelayanan medis yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup secara mandiri
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam melakukan proses diagnosis secara sistematis dan menyeluruh, mulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan stomatognatik, pengumpulan data subjektif dan objektif, pemeriksaan penunjang, penetapan diagnosis banding, hingga penentuan prognosis. Seluruh hasil pemeriksaan dan keputusan klinis mampu didokumentasikan secara lengkap, akurat, dan sesuai standar rekam medis
Mampu melakukan tata laksana perawatan konservasi gigi permanen sesuai indikasi dan standar baku yakni restorasi, perawatan vitalitas pulpa, saluran akar dan restorasi pasca perawatan saluran akar gigi permanen secara mandiri
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam melakukan perawatan konservasi pada gigi permanen sesuai indikasi klinis dan standar yang berlaku. Kompetensi mencakup tindakan restorasi, pemeliharaan vitalitas pulpa, perawatan saluran akar, serta restorasi gigi setelah perawatan saluran akar dengan memperhatikan prinsip keselamatan dan keberhasilan perawatan
Mampu melakukan tatalaksana bedah jaringan keras dan lunak oromaksilofasial dengan anestesi lokal dan evaluasi pasca bedah minor sesuai indikasi dan standar baku serta tata laksana kegawatdaruratan dental dan kerjasama interprofesional secara mandiri
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam melakukan tindakan bedah minor pada jaringan keras dan lunak oromaksilofasial dengan anestesi lokal sesuai indikasi dan standar pelayanan. Lulusan mampu melakukan evaluasi pascaoperasi, menangani kegawatdaruratan dental sesuai kompetensi, serta melakukan kolaborasi dengan profesi kesehatan lain apabila diperlukan
Mampu melakukan diagnosa, menyusun rencana perawatan, prognosis dan melakukan perawatan maloklusi sederhana klas I dental non ekstraksi dengan teori identifikasi kelainan dental, skeletal & fasial akibat tumbuh kembang sesuai standar baku secara mandiri
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam melakukan diagnosis dan menentukan prognosis pada maloklusi sederhana Klas I dental. Lulusan mampu menyusun rencana perawatan non-ekstraksi dengan mempertimbangkan kelainan dental, skeletal, dan fasial yang berkaitan dengan proses tumbuh kembang serta melaksanakan perawatan sesuai standar yang berlaku
Mampu melakukan tata laksana kelainan/penyakit periodontal dengan prinsip diagnosis periodontal, melakukan perawatan periodontal sesuai fase, perawatan dasar dan lanjutan, penyesuaian oklusi dan HD juga evaluasi hasil perawatan sesuai standar baku secara mandiri
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam melakukan diagnosis dan pengelolaan penyakit periodontal secara bertahap sesuai kondisi pasien. Lulusan mampu melakukan perawatan periodontal dasar dan lanjutan, penyesuaian oklusi, pengelolaan kebersihan gigi dan mulut, serta mengevaluasi hasil perawatan berdasarkan standar klinis yang berlaku
Mampu melakukan pemeriksaan fisik dan kompleks kraniofasial pada pasien anak serta manajemen perilaku anak hingga ke pencegahan gingivitis, karies dan maloklusi pada anak juga melakukan perawatan kelainan jaringan keras gigi meliputi restorasi, ekstraksi dan perawatan endodontik sesuai standar baku secara mandiri
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam melakukan pemeriksaan kraniofasial pada anak secara komprehensif serta menerapkan pendekatan manajemen perilaku yang sesuai dengan usia dan kondisi anak. Lulusan mampu melakukan upaya promotif dan preventif terhadap gingivitis, karies, dan maloklusi serta memberikan perawatan jaringan keras gigi berupa restorasi, ekstraksi, dan perawatan endodontik sesuai standar
Mampu melakukan tata laksana penyakit mulut sederhana mencakup deteksi dini lesi prekanker dan kanker mulut dari penentuan diagnosis, pemeriksaan, diagnosis banding, prognosis, terapi farmakologis dan non farmakologis pada kasus penyakit mulut sederhana hingga kontrol termasuk Informed Consent, Rujukan, konsultasi medik dan KIE sesuai standar baku secara mandiri
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam melakukan deteksi dini dan pengelolaan penyakit mulut sederhana, termasuk mengenali lesi yang berpotensi menjadi prakanker dan kanker mulut. Lulusan mampu melakukan pemeriksaan, diagnosis banding, menentukan prognosis, memberikan terapi farmakologis dan nonfarmakologis sesuai kewenangan, melakukan kontrol, informed consent, KIE, serta rujukan apabila diperlukan
Mampu melakukan tata laksana kehilangan gigi geligi yakni perawatan gigi tiruan sebagian lepasan, gigi tiruan lengkap dan gigi tiruan jembatan, KIE dan penanggulangan masalah pasca perawatan gigi tiruan serta sesuai standar baku secara mandiri
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam menangani kehilangan gigi melalui pemilihan dan pelaksanaan perawatan prostodontik yang sesuai, meliputi gigi tiruan sebagian lepasan, gigi tiruan lengkap, dan gigi tiruan jembatan. Lulusan mampu memberikan edukasi kepada pasien serta menangani permasalahan yang muncul setelah penggunaan gigi tiruan sesuai standar pelayanan
Mampu melakukan tata laksana pembuatan radiografi intraoral dan ekstraoral sesuai indikasi, menyusun interpretasi dengan menerapkan prinsip komunikasi interpersonal secara mandiri
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam menentukan indikasi dan melaksanakan pemeriksaan radiografi intraoral maupun ekstraoral sesuai prosedur. Lulusan mampu melakukan interpretasi hasil radiografi untuk mendukung diagnosis dan perencanaan perawatan serta mampu menyampaikan informasi hasil pemeriksaan kepada pasien secara jelas dan komunikatif
Mampu melakukan simulasi pendataan kedokteran gigi forensik meliputi hasil pemeriksaan antemortem, postmortem serta pemeriksaan jaringan lunak dan jaringan keras untuk menentukan ras, usia, jenis kelamin secara mandiri
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam melakukan simulasi pengumpulan dan pengelolaan data kedokteran gigi forensik melalui pemeriksaan data antemortem dan postmortem serta identifikasi karakteristik jaringan lunak dan keras. Kompetensi ini digunakan untuk mendukung proses identifikasi individu berdasarkan karakteristik biologis yang dapat dinilai secara forensik
Mampu melakukan pengelolaan praktik dan lingkungan kerja yang ergonomik sesuai prinsip manajemen kesehatan dengan keselamatan kerja, kontrol infeksi dan konsep green dentistry secara mandiri atau kelompok
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam mengelola praktik kedokteran gigi dan lingkungan kerja yang aman, sehat, ergonomis, dan berkelanjutan. Lulusan mampu menerapkan prinsip manajemen kesehatan, keselamatan dan kesehatan kerja, pengendalian infeksi, serta konsep green dentistry untuk menciptakan lingkungan pelayanan yang aman bagi pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat
Mampu menyelesaikan masalah kelainan gigi dan mulut dengan melakukan kolaborasi antar profesi kesehatan secara mandiri maupun kelompok
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan kesehatan gigi dan mulut melalui kerja sama dengan berbagai profesi kesehatan. Lulusan mampu berkomunikasi, berbagi informasi, menghargai kompetensi profesi lain, serta mengambil keputusan secara kolaboratif untuk menghasilkan pelayanan yang komprehensif
Mampu membuat program kesehatan gigi mulut dengan prinsip perencanaan program, organisasi perencanaan program, implementasi program serta monitoring dan evaluasi program secara mandiri
Menggambarkan kemampuan lulusan dalam merancang, mengorganisasi, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi program kesehatan gigi dan mulut berdasarkan kebutuhan masyarakat. Lulusan mampu menggunakan pendekatan sistematis dalam pengelolaan program sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesehatan masyarakat
RPSMK yang telah disahkan dan dikunci ditampilkan berdasarkan semester. Sumber angkatan mengikuti RPSMK terbaru yang tersedia untuk mata kuliah pada semester tersebut.
Mata kuliah Konservasi Gigi I pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI merupakan pembelajaran klinik yang berfokus pada pengembangan kompetensi mahasiswa dalam melakukan pemeriksaan, penegakan diagnosis, perencanaan perawatan, serta tindakan restoratif pada jaringan keras gigi secara komprehensif, aman, dan sesuai dengan prinsip kedokteran gigi berbasis bukti. Pembelajaran klinis meliputi keterampilan melakukan preparasi kavitas dan restorasi gigi menggunakan bahan resin komposit pada kavitas Klas I, Klas II, Klas III, Klas IV, dan Klas V menurut klasifikasi G.V. Black maupun penambalan gigi dengan bahan Glass Ionomer Cement. Mahasiswa dilatih untuk menentukan indikasi dan pemilihan bahan restorasi yang tepat, melakukan isolasi daerah kerja, preparasi kavitas secara konservatif, manipulasi bahan restorasi, aplikasi sistem adhesif sesuai indikasi, pembentukan anatomi dan kontak proksimal, serta melakukan tahap finishing dan polishing untuk memperoleh restorasi yang memenuhi aspek biologis, fungsional, dan estetika. Selain tindakan restoratif, mahasiswa memperoleh pengalaman klinis dalam melakukan pulp capping, baik sesuai indikasi klinis maupun kondisi jaringan pulpa, dengan menerapkan prinsip mempertahankan vitalitas pulpa, pengendalian infeksi, penggunaan bahan yang sesuai, serta evaluasi hasil perawatan secara berkesinambungan. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui pelayanan pasien secara langsung di RSGM Prima di bawah supervisi dosen pembimbing klinik/ dosen Spesialis Departemen Bidang Ilmu. Mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan dasar dan klinis, keterampilan prosedural, kemampuan komunikasi, pengambilan keputusan klinis, keselamatan pasien, pengendalian infeksi, dokumentasi rekam medis, serta sikap profesional dan etika dalam setiap tahapan pelayanan. Mahasiswa diharapkan mampu memberikan pelayanan konservasi gigi pada kasus yang sesuai dengan kewenangan dan tingkat kompetensinya secara mandiri dan bertanggung jawab, dengan mengutamakan prinsip minimal intervention dentistry, keselamatan pasien, profesionalisme, serta mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
Mata kuliah Ortodonsia I pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI merupakan mata kuliah yang membekali mahasiswa kepaniteraan klinik dengan kemampuan dalam melakukan pemeriksaan, diagnosis, perencanaan, dan pelaksanaan perawatan ortodonti pada kasus maloklusi sederhana secara sistematis, komprehensif, dan berbasis bukti. Pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan klinis dengan mengintegrasikan pengetahuan dasar ortodonsia, keterampilan klinis, kemampuan analisis, komunikasi profesional, serta penerapan prinsip keselamatan pasien. Ruang lingkup pembelajaran meliputi anamnesis dan pemeriksaan klinis ortodonti, identifikasi serta penegakan diagnosis maloklusi, pencetakan rahang dan pembuatan model studi, analisis model, analisis fungsi sistem stomatognatik, analisis fotografi dan radiografi, serta analisis sefalometri sebagai bagian dari pengumpulan dan interpretasi data diagnostik. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, mahasiswa dilatih untuk mengintegrasikan berbagai temuan klinis dan penunjang dalam menentukan diagnosis, menyusun problem list, menetapkan tujuan perawatan, serta merancang rencana perawatan ortodonti dengan piranti lepasan sesuai indikasi dan kebutuhan pasien. Mahasiswa selanjutnya memperoleh pengalaman klinis dalam melakukan pemilihan dan perancangan komponen piranti ortodonti lepasan, tahapan persiapan perawatan, evaluasi kesiapan pasien, hingga insersi piranti ortodonti lepasan. Pada tahap insersi, mahasiswa dilatih untuk mengevaluasi ketepatan adaptasi, retensi, aktivasi, dan fungsi piranti, memberikan instruksi penggunaan dan pemeliharaan alat kepada pasien, serta melakukan edukasi mengenai kebersihan rongga mulut, kepatuhan penggunaan piranti, dan jadwal kontrol perawatan. Seluruh proses pembelajaran menekankan penerapan evidence-based dentistry, patient-centered care, keselamatan pasien, pengendalian infeksi, komunikasi efektif, etika, profesionalisme, serta pencatatan rekam medis yang akurat dan bertanggung jawab. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memberikan pelayanan ortodonti dasar secara terintegrasi sesuai standar kompetensi dokter gigi, batas kewenangan klinis, serta prinsip pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang aman, efektif, dan bermutu.
Mata Kuliah Prostodonsia 1 pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI ini membekali mahasiswa Kepaniteraan Klinik dengan kemampuan melakukan pendekatan komprehensif terhadap pasien dengan identifikasi dan klasifikasi kehilangan gigi, pemeriksaan subjektif dan objektif, analisis kondisi intraoral, penentuan diagnosis, penetapan indikasi dan kontraindikasi, penyusunan rencana perawatan, pemilihan desain GTSL, serta prinsip biomekanika, retensi, stabilisasi, dan dukungan gigi tiruan. Pembelajaran meliputi pemeriksaan, penetapan diagnosa serta tata laksana dan evaluasi dari kasus penyakit mulut sederhana. Pembelajaran Kasus pada semester ini meliputi persiapan pasien, pencetakan anatomis dan pencetakan fisiologis, pembuatan model kerja, penentuan desain, komunikasi dengan laboratorium, try-in, pemasangan gigi tiruan, instruksi penggunaan dan pemeliharaan, serta evaluasi dan kontrol pasca pemasangan. Kegiatan Pembelajaran dilaksanakan di RSGM Prima di bawah pengawasan Dokter Spesialis Bidang Ilmu. Mahasiswa diharapkan dapat mengikuti dan melaksanakan rangkaian pembelajaran mata kuliah prostodonsia.
Mata Kuliah Ilmu Penyakit Mulut 1 pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI ini membekali mahasiswa Kepaniteraan Klinik dengan kemampuan melakukan pendekatan komprehensif terhadap pasien dengan penyakit dan kelainan jaringan lunak rongga mulut melalui pembelajaran berbasis kasus. Pembelajaran meliputi anamnesis, pemeriksaan ekstraoral dan intraoral, identifikasi dan interpretasi lesi, diagnosis kerja dan diagnosis banding, pemilihan pemeriksaan penunjang, rencana penatalaksanaan, komunikasi-informasi-edukasi (KIE), serta konsultasi dan rujukan. Pembelajaran Kasus pada Semester ini meliputi SAR, angular cheilitis, kelainan lidah. Kegiatan Pembelajaran dilaksanakan di RSGM Prima di bawah pengawasan Dokter Spesialis Bidang Ilmu. Mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan pemeriksaan, penetapan diagnosa serta tata laksana dan evaluasi dari kasus penyakit mulut sederhana.
Mata kuliah Radiologi Kedokteran Gigi pada Program Studi Profesi Dokter Gigi Universitas Prima Indonesia merupakan pembelajaran klinik yang berfokus pada pengembangan kompetensi mahasiswa dalam mempersiapkan, melaksanakan, mengevaluasi mutu, dan menginterpretasikan pemeriksaan radiografi kedokteran gigi secara aman, sistematis, profesional, dan sesuai indikasi klinis. Pembelajaran klinis dilaksanakan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut di bawah supervisi dokter gigi spesialis Radiologi Kedokteran Gigi. Pembelajaran meliputi prinsip rujukan dan konsultasi radiologi, komunikasi informasi dan edukasi, identifikasi pasien dan anamnesis termasuk status kehamilan, informed consent, riwayat paparan radiasi, proteksi radiasi, prinsip asepsis, serta persiapan alat, pasien, dan operator. Mahasiswa dilatih melakukan teknik radiografi intraoral periapikal bisektris dan paralel, bitewing, oklusal, pemrosesan film/digital, radiografi panoramik, dan radiografi sefalometri. Mahasiswa juga mengembangkan kompetensi dalam evaluasi mutu radiograf, interpretasi radioanatomi dan berbagai kelainan pada radiograf intraoral dan panoramik, serta tracing dan analisis sefalometri dasar. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui Kuliah Pakar, Pretest, dan kegiatan pada pasien atau data klinis yang sesuai di bawah supervisi dosen pembimbing klinik. Mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan prosedural, interpretasi radiograf, keselamatan pasien, proteksi radiasi, komunikasi, dokumentasi, pengambilan keputusan klinis, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam pelayanan radiologi kedokteran gigi.
Mata kuliah Periodonsia I pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI merupakan pembelajaran klinis yang berfokus pada pengembangan kompetensi mahasiswa dalam melakukan pemeriksaan, diagnosis, rencana perawatan, serta tindakan periodontal dasar secara komprehensif, aman, dan sesuai prinsip kedokteran gigi berbasis bukti. Pembelajaran menitikberatkan pada keterampilan klinis dalam melakukan pengendalian plak, scaling dan root surface debridement, baik menggunakan instrumen manual (manual scaling) maupun instrumen elektrik/ultrasonik (powered or ultrasonic scaling). Mahasiswa dilatih untuk melakukan pemilihan instrumen yang tepat, menerapkan teknik instrumentasi periodontal secara benar, mengatur posisi operator dan pasien, serta melakukan tindakan scaling secara sistematis dengan memperhatikan efektivitas pembersihan deposit, preservasi jaringan periodontal, pengendalian infeksi, dan keselamatan pasien. Seluruh kegiatan pembelajaran dilaksanakan di RSGM Prima melalui pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dengan mengintegrasikan aspek pengetahuan, keterampilan klinis, komunikasi, profesionalisme, etika, keselamatan pasien, pengendalian infeksi, serta pengambilan keputusan klinis berbasis bukti. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi dasar dalam memberikan pelayanan periodontal nonbedah yang efektif, bertanggung jawab, berpusat pada pasien, serta menjadi dasar bagi pembelajaran dan penatalaksanaan kasus periodontal yang lebih kompleks pada tahap pendidikan klinis berikutnya.
Mata Kuliah Bedah Mulut I pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI merupakan pembelajaran klinis yang membekali Mahasiswa Kepaniteraan Klinik dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dalam melakukan pelayanan bedah mulut dasar secara aman, sistematis, dan berbasis bukti. Pembelajaran difokuskan pada keterampilan klinis pencabutan gigi sederhana yang meliputi asesmen kondisi pasien, penentuan indikasi dan kontraindikasi tindakan, perencanaan perawatan, persiapan pasien dan instrumen, penerapan prinsip asepsis dan antisepsis, pelaksanaan anestesi lokal, teknik ekstraksi gigi yang atraumatik, serta evaluasi dan penatalaksanaan pascatindakan. Mahasiswa juga dibimbing untuk melakukan premedikasi dan tata laksana farmakologis yang rasional sesuai kondisi sistemik pasien, kebutuhan prosedur, indikasi klinis, serta prinsip keselamatan pasien. Pembelajaran mencakup pengkajian riwayat kesehatan dan penggunaan obat, identifikasi faktor risiko dan potensi interaksi obat, pemilihan medikasi yang sesuai, penulisan resep secara benar, serta pemberian instruksi dan edukasi kepada pasien sebelum dan sesudah tindakan pencabutan. Pembelajaran dilaksanakan di RSGM Prima di bawah pengawasan Dokter Spesialis Bidang Ilmu yang merupakan Dosen Pembimbing. Pada akhir mata kuliah, mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan pencabutan gigi sederhana dan pemberian premedikasi secara mandiri terbatas sesuai tingkat kompetensi profesi, berbasis bukti, berorientasi pada kebutuhan pasien, serta berada di bawah supervisi klinis, sekaligus mampu mengenali kondisi atau komplikasi yang memerlukan penatalaksanaan lebih lanjut maupun rujukan.
Mata Kuliah Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan 1 pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi ini membekali mahasiswa Kepaniteraan Klinik dengan kemampuan melaksanakan Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) di puskesmas secara berkelompok, meliputi survei identifikasi masalah kesehatan gigi dan mulut masyarakat, perancangan, implementasi, dan evaluasi program promotif-preventif; serta melaksanakan Usaha Kesehatan Perorangan (UKP) di puskesmas atau melalui kolaborasi dengan bidang ilmu lain, meliputi diagnosis dan perawatan masalah kesehatan gigi perorangan, komunikasi dokter-pasien, motivational interviewing, dan upaya mengubah perilaku. Kegiatan pendalaman kognitif berupa penyusunan proposal perencanaan survei, program, implementasi dan hasil dilakukan melalui diskusi kelompok. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di Dinas Kesehatan dan Puskesmas jejaring dan fasilitas pelayanan kesehatan mitra di bawah pengawasan Dosen Pengampu Bidang Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan.
Mata kuliah Ortodonsia II pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI merupakan mata kuliah yang membekali mahasiswa kepaniteraan klinik dengan kemampuan dalam melakukan pemeriksaan, diagnosis, perencanaan, dan pelaksanaan perawatan ortodonti pada kasus maloklusi sederhana secara sistematis, komprehensif, dan berbasis bukti. Pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan klinis dengan mengintegrasikan pengetahuan dasar ortodonsia, keterampilan klinis, kemampuan analisis, komunikasi profesional, serta penerapan prinsip keselamatan pasien. Ruang lingkup pembelajaran meliputi anamnesis dan pemeriksaan klinis ortodonti, identifikasi serta penegakan diagnosis maloklusi, pencetakan rahang dan pembuatan model studi, analisis model, analisis fungsi sistem stomatognatik, analisis fotografi dan radiografi, serta analisis sefalometri sebagai bagian dari pengumpulan dan interpretasi data diagnostik. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, mahasiswa dilatih untuk mengintegrasikan berbagai temuan klinis dan penunjang dalam menentukan diagnosis, menyusun problem list, menetapkan tujuan perawatan, serta merancang rencana perawatan ortodonti dengan piranti lepasan sesuai indikasi dan kebutuhan pasien. Mahasiswa selanjutnya memperoleh pengalaman klinis dalam melakukan pemilihan dan perancangan komponen piranti ortodonti lepasan, tahapan persiapan perawatan, evaluasi kesiapan pasien, hingga insersi piranti ortodonti lepasan. Pada tahap insersi, mahasiswa dilatih untuk mengevaluasi ketepatan adaptasi, retensi, aktivasi, dan fungsi piranti, memberikan instruksi penggunaan dan pemeliharaan alat kepada pasien, serta melakukan edukasi mengenai kebersihan rongga mulut, kepatuhan penggunaan piranti, dan jadwal kontrol perawatan. Seluruh proses pembelajaran menekankan penerapan evidence-based dentistry, patient-centered care, keselamatan pasien, pengendalian infeksi, komunikasi efektif, etika, profesionalisme, serta pencatatan rekam medis yang akurat dan bertanggung jawab. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memberikan pelayanan ortodonti dasar secara terintegrasi sesuai standar kompetensi dokter gigi, batas kewenangan klinis, serta prinsip pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang aman, efektif, dan bermutu.
Mata Kuliah Periodonsia II pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI merupakan mata kuliah klinik yang berfokus pada penguatan kompetensi mahasiswa dalam melakukan penatalaksanaan kasus periodontal secara komprehensif, khususnya melalui keterampilan klinis splinting, occlusal adjustment, dan penatalaksanaan hypersensitive dentin. Pembelajaran dilaksanakan melalui pelayanan klinik terintegrasi di RSGM Prima di bawah pengawasan Dokter Spesialis Bidang Ilmu dengan menekankan kemampuan mahasiswa dalam melakukan anamnesis, pemeriksaan klinis, identifikasi faktor etiologi dan risiko, penegakan diagnosis, penyusunan rencana perawatan, pemilihan indikasi tindakan, serta pelaksanaan prosedur klinis sesuai prinsip ilmiah dan standar pelayanan kedokteran gigi. Setiap tindakan dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip keselamatan pasien, pengendalian infeksi, ergonomi kerja, penggunaan bahan dan instrumen secara tepat, serta evaluasi hasil perawatan dan tindak lanjut klinis. Melalui proses pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan klinis Periodonsia dalam pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based dentistry), berkomunikasi secara efektif dengan pasien, melakukan edukasi dan memperoleh persetujuan tindakan medis, serta menunjukkan sikap profesional, etis, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Pembelajaran Periodonsia II diarahkan untuk mendukung pencapaian kompetensi dokter gigi yang mampu memberikan pelayanan periodontal yang aman, efektif, berorientasi pada kebutuhan pasien, serta sesuai dengan standar profesi dan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
Mata Kuliah Ilmu Penyakit Mulut 2 pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI ini membekali mahasiswa Kepaniteraan Klinik dengan kemampuan melakukan pendekatan komprehensif terhadap pasien dengan penyakit dan kelainan jaringan lunak rongga mulut melalui pembelajaran berbasis kasus. Pembelajaran meliputi anamnesis, pemeriksaan ekstraoral dan intraoral, identifikasi dan interpretasi lesi, diagnosis kerja dan diagnosis banding, pemilihan pemeriksaan penunjang, rencana penatalaksanaan, komunikasi-informasi-edukasi (KIE), serta konsultasi dan rujukan. Pembelajaran Kasus pada Semester ini meliputi Kasus Pilihan, Denture Stomatitis, dan Manifestasi oral Penyakit Sistemik. Kegiatan Pembelajaran dilaksanakan di RSGM Prima di bawah pengawasan Dokter Spesialis Bidang Ilmu. Mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan pemeriksaan, penetapan diagnosa serta tata laksana dan evaluasi dari kasus penyakit mulut sederhana.
Ilmu Kedokteran Gigi Anak I merupakan mata kuliah pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI yang membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan klinis, sikap profesional, serta kemampuan pengambilan keputusan dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada pasien anak secara komprehensif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Pembelajaran dilaksanakan melalui pengalaman klinis terintegrasi yang menekankan kemampuan mahasiswa dalam melakukan pemeriksaan, menentukan diagnosis, menyusun rencana perawatan, serta melaksanakan tindakan kedokteran gigi anak sesuai indikasi dan kewenangan klinis. Keterampilan klinis yang dikembangkan meliputi scaling pada pasien anak, restorasi atau penambalan gigi sulung dan gigi permanen muda, serta pencabutan gigi anak dengan memperhatikan kondisi pertumbuhan dan perkembangan, perilaku anak, prinsip pengendalian nyeri, keselamatan pasien, serta pencegahan dan pengendalian infeksi. Mata kuliah ini juga menitikberatkan pada pendekatan promotif dan preventif melalui penerapan tindakan pencegahan karies, meliputi Topical Fluoride Application (TFA), Fissure Sealant, dan Preventive Resin Restoration (PRR) sesuai dengan hasil penilaian risiko karies dan kebutuhan individual pasien. Proses pembelajaran klinis dilaksanakan di RSGM Prima secara bertahap dan terstruktur di bawah supervisi dosen pembimbing klinik dengan mengintegrasikan prinsip evidence-based dentistry, komunikasi efektif dengan pasien anak dan keluarga, manajemen perilaku anak, keselamatan pasien, pengendalian infeksi, dokumentasi rekam medis, etika, serta profesionalisme kedokteran gigi. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memberikan pelayanan kedokteran gigi anak dasar yang holistik, bermutu, bertanggung jawab, dan berpusat pada pasien sebagai bagian dari pencapaian kompetensi dokter gigi.
Ilmu Konservasi Gigi II merupakan mata kuliah pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI yang membekali mahasiswa dengan kemampuan klinis lanjutan dalam diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi perawatan konservasi gigi secara komprehensif, berbasis bukti, serta berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan pasien. Pembelajaran klinis pada mata kuliah ini mencakup keterampilan dalam melakukan perawatan saluran akar, mulai dari penegakan diagnosis pulpa dan jaringan periapikal, penentuan indikasi perawatan, preparasi akses, penentuan panjang kerja, preparasi dan irigasi saluran akar, obturasi, hingga evaluasi hasil perawatan. Mahasiswa juga dilatih melakukan pulp capping sebagai tindakan mempertahankan vitalitas pulpa pada kasus yang memenuhi indikasi, dengan memperhatikan prinsip asepsis, pemilihan bahan, prognosis, serta pemantauan hasil perawatan. Selain perawatan endodontik, mahasiswa dibekali keterampilan dalam melakukan rehabilitasi gigi pascaperawatan melalui pembuatan pasak pada gigi yang memerlukan retensi tambahan serta perencanaan dan pelaksanaan restorasi indirek full crown. Seluruh kegiatan klinis dilaksanakan di RSGM Prima secara bertahap dan terstruktur di bawah supervisi dosen pembimbing klinik yang merupakan Dokter Spesialis Bidang Ilmu dengan mengintegrasikan prinsip evidence-based dentistry, patient-centered care, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, komunikasi efektif, dokumentasi rekam medis, etika, dan profesionalisme. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa Kepaniteraan Klinik diharapkan mampu mengintegrasikan perawatan endodontik dan restoratif secara rasional untuk mempertahankan gigi, mengembalikan fungsi dan estetik, serta memberikan pelayanan konservasi gigi yang aman, efektif, bermutu, dan bertanggung jawab.
Ilmu Bedah Mulut II merupakan mata kuliah pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan klinis mahasiswa dalam melakukan penatalaksanaan kasus bedah mulut secara bertahap, terintegrasi, aman, dan sesuai dengan kewenangan klinis dokter gigi. Pembelajaran menekankan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan hasil anamnesis, pemeriksaan klinis dan penunjang, penegakan diagnosis, penentuan indikasi tindakan, penyusunan rencana perawatan, pelaksanaan tindakan bedah, serta evaluasi pasca tindakan dengan memperhatikan keselamatan pasien dan prinsip profesionalisme. Keterampilan klinis yang dikembangkan meliputi pencabutan gigi molar dengan mempertimbangkan kondisi anatomis, teknik anestesi lokal, pemilihan instrumen, prinsip ekstraksi atraumatik, pengendalian perdarahan, serta instruksi dan evaluasi pascaoperatif. Mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam asistensi tindakan bedah mulut di kamar operasi/OK mayor, yang mencakup persiapan pasien, penerapan prinsip asepsis dan antisepsis, pengenalan instrumen bedah, dukungan terhadap operator selama prosedur, pemantauan keselamatan pasien, serta koordinasi dan komunikasi dalam tim pelayanan kesehatan. Selain itu, mahasiswa dilatih dalam pelaksanaan tindakan bedah minor sesuai indikasi, termasuk alveolektomi serta pengambilan fragmen atau fraktur gigi yang tertinggal, dengan memperhatikan prinsip desain tindakan bedah, manipulasi jaringan secara atraumatik, pengelolaan tulang dan jaringan lunak, irigasi, kontrol hemostasis, penjahitan bila diperlukan, serta pemantauan penyembuhan luka. Setiap tindakan dilakukan melalui proses supervisi klinis yang terstruktur dan disesuaikan dengan tingkat kompleksitas kasus serta kompetensi mahasiswa. Pelaksanaan pembelajaran di RSGM Prima dan RSU Royal Prima di bawah supervisi Dokter Spesialis Bidang Ilmu. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memberikan pelayanan bedah mulut dasar secara sistematis, rasional, aman, dan bertanggung jawab, serta mampu mengenali keterbatasan kompetensi dan menentukan kebutuhan konsultasi atau rujukan pada kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Mata Kuliah Prostodonsia 2 pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI ini membekali mahasiswa Kepaniteraan Klinik dengan kemampuan melakukan pendekatan komprehensif terhadap pasien dengan identifikasi dan klasifikasi kehilangan gigi, pemeriksaan subjektif dan objektif, analisis kondisi intraoral, penentuan diagnosis, penetapan indikasi dan kontraindikasi, penyusunan rencana perawatan, desain GTP, serta prinsip biomekanika, retensi, stabilisasi, dan dukungan gigi tiruan. Pembelajaran meliputi pemeriksaan, penetapan diagnosa serta tata laksana dan evaluasi dari kasus penyakit mulut sederhana. Pembelajaran Kasus pada semester ini meliputi persiapan pasien, pencetakan anatomis dan pencetakan fisiologis, pembuatan model kerja, penentuan desain, komunikasi dengan laboratorium, try-in, pemasangan gigi tiruan, instruksi penggunaan dan pemeliharaan, serta evaluasi dan kontrol pasca pemasangan. Kegiatan Pembelajaran dilaksanakan di RSGM Prima di bawah pengawasan Dokter Spesialis Bidang Ilmu. Mahasiswa diharapkan dapat mengikuti dan melaksanakan perawatan Gigi Tiruan Penuh/ Gigi Tiruan Lengkap.
Mata Kuliah Odontologi Forensik pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG Unpri membekali mahasiswa Kepaniteraan Klinik dengan keterampilan klinis identifikasi forensik kedokteran gigi (melalui simulasi/roleplay/demonstrasi), meliputi pemeriksaan antemortem dan postmortem kasus forensik, identifikasi estimasi jenis kelamin, ras, dan usia menggunakan gambaran radiografis dan/atau anatomis orokraniofasial (Cheiloscopy metode Suzuki-Tsuchihashi dan Rugoscopy metode Thomas & Kotze), serta pembuatan data antemortem dan postmortem sesuai standar Disaster Victim Identification (DVI)-Interpol. Aktivitas pendalaman kognitif (level Knows How) dilaksanakan melalui kuliah, diskusi kasus, dan pembuatan laporan kasus odontologi forensik.
Mata Kuliah Bedah Mulut 3 pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI merupakan mata kuliah tahap profesi yang menitikberatkan pada pengembangan kompetensi klinis mahasiswa dalam melakukan penatalaksanaan kasus bedah mulut minor sederhana secara komprehensif, aman, dan sesuai dengan prinsip kedokteran gigi berbasis bukti. Pembelajaran dilaksanakan melalui pelayanan klinis langsung kepada pasien di bawah supervisi dosen pembimbing klinik dengan mengintegrasikan aspek diagnosis, perencanaan tindakan, keterampilan prosedural, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, serta profesionalisme. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa memperoleh pengalaman klinis dalam melakukan tindakan alveolektomi, pengambilan fragmen atau fraktur gigi, serta odontektomi pada kasus terpilih sesuai batas kompetensi dokter gigi. Mahasiswa dilatih untuk melakukan anamnesis, pemeriksaan klinis, interpretasi pemeriksaan penunjang radiografis, penilaian kondisi sistemik pasien, penetapan diagnosis, serta penentuan indikasi dan kontraindikasi tindakan bedah. Mahasiswa juga dibimbing dalam menyusun rencana perawatan, mempersiapkan pasien dan lapangan operasi, menerapkan prinsip asepsis dan antisepsis, serta melakukan prosedur bedah minor dengan teknik yang tepat dan terkontrol. Pelaksanaan pembelajaran di RSGM Prima di bawah supervisi dokter spesialis bidang ilmu yang meliputi keterampilan dalam pemberian anestesi lokal, pembuatan dan pengelolaan flap apabila diperlukan, pengambilan jaringan keras atau fragmen gigi secara atraumatik, alveoplasti atau alveolektomi, irigasi dan debridemen luka, kontrol perdarahan, penjahitan, serta penatalaksanaan pascaoperatif. Mahasiswa juga dilatih untuk memberikan edukasi dan instruksi pascaoperatif, meresepkan medikasi sesuai indikasi, melakukan evaluasi penyembuhan luka, serta mengenali dan melakukan penatalaksanaan awal terhadap komplikasi yang mungkin terjadi. Melalui Mata Kuliah Bedah Mulut 3, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan biomedis dan klinis dengan keterampilan bedah minor, pengambilan keputusan klinis, komunikasi efektif, serta penerapan prinsip patient safety dalam penatalaksanaan kasus alveolektomi, pengambilan fraktur gigi, dan odontektomi sederhana.
Ilmu Konservasi Gigi III merupakan mata kuliah pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI yang membekali mahasiswa dengan kemampuan klinis lanjutan dalam diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi perawatan konservasi gigi secara komprehensif, berbasis bukti, serta berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan pasien. Pembelajaran klinis pada mata kuliah ini mencakup keterampilan dalam melakukan perawatan saluran akar, mulai dari penegakan diagnosis pulpa dan jaringan periapikal, penentuan indikasi perawatan, preparasi akses, penentuan panjang kerja, preparasi dan irigasi saluran akar, obturasi, hingga evaluasi hasil perawatan. Selain perawatan endodontik, mahasiswa dibekali keterampilan dalam melakukan rehabilitasi gigi pasca perawatan restorasi indirek. Seluruh kegiatan klinis dilaksanakan di RSGM Prima secara bertahap dan terstruktur di bawah supervisi dosen pembimbing klinik yang merupakan Dokter Spesialis Bidang Ilmu dengan mengintegrasikan prinsip evidence-based dentistry, patient-centered care, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, komunikasi efektif, dokumentasi rekam medis, etika, dan profesionalisme. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa Kepaniteraan Klinik diharapkan mampu mengintegrasikan perawatan endodontik dan restoratif secara rasional untuk mempertahankan gigi, mengembalikan fungsi dan estetik, serta memberikan pelayanan konservasi gigi yang aman, efektif, bermutu, dan bertanggung jawab.
Mata Kuliah Ortodonsia 3 pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI merupakan mata kuliah tahap profesi yang menitikberatkan pada pengembangan kompetensi klinis mahasiswa dalam melakukan kontrol perawatan ortodonti menggunakan piranti lepasan (removable appliance) serta mengevaluasi perkembangan kasus maloklusi secara berkesinambungan. Pembelajaran dilaksanakan melalui pelayanan klinis langsung kepada pasien di bawah supervisi dosen pembimbing klinik yang merupakan dokter spesialis bidang ilmu di RSGM Prima dengan mengintegrasikan aspek diagnosis, evaluasi hasil perawatan, pengambilan keputusan klinis, komunikasi terapeutik, profesionalisme, dan keselamatan pasien. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa dilatih untuk melakukan evaluasi kondisi intraoral dan ekstraoral pasien pada setiap kunjungan kontrol, menilai adaptasi dan fungsi piranti ortodonti lepasan, mengevaluasi pergerakan gigi dan perubahan hubungan oklusal, melakukan aktivasi maupun penyesuaian komponen piranti sesuai kebutuhan, serta mendokumentasikan progres kasus maloklusi secara sistematis. Mahasiswa juga diharapkan mampu membandingkan kondisi klinis aktual dengan tujuan dan rencana perawatan yang telah ditetapkan sebelumnya, mengidentifikasi hambatan selama perawatan, serta menentukan tindak lanjut berdasarkan respons biologis dan perkembangan klinis pasien. Pembelajaran turut menekankan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis berbagai faktor pendukung keberhasilan perawatan ortodonti, antara lain ketepatan diagnosis dan rencana perawatan, kesesuaian desain dan fungsi piranti, kepatuhan pasien dalam menggunakan piranti, pemeliharaan kebersihan rongga mulut, keteraturan kunjungan kontrol, usia dan potensi pertumbuhan pasien, kondisi jaringan periodontal, serta dukungan dan motivasi pasien maupun keluarga. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, mahasiswa dibimbing untuk menilai prognosis perawatan, mengidentifikasi faktor risiko yang dapat memengaruhi hasil akhir, serta mempertimbangkan kebutuhan modifikasi rencana perawatan atau rujukan apabila kasus berada di luar batas kompetensi. Melalui Mata Kuliah Ortodonsia 3, mahasiswa diharapkan mampu melakukan pemantauan dan evaluasi perawatan maloklusi dengan piranti ortodonti lepasan secara komprehensif, sistematis, aman, dan berbasis bukti, serta menunjukkan kemampuan pengambilan keputusan klinis, komunikasi efektif, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam mendukung keberhasilan serta stabilitas hasil perawatan ortodonti.
Mata Kuliah Periodonsia 3 pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI merupakan mata kuliah tahap profesi yang menekankan pengembangan kompetensi klinis mahasiswa dalam penatalaksanaan kasus periodontal yang memerlukan tindakan bedah periodontal sederhana. Pembelajaran dilaksanakan secara terintegrasi melalui kegiatan pelayanan klinis pada pasien dengan menerapkan prinsip diagnosis, perencanaan perawatan, keselamatan pasien, pengendalian infeksi, serta praktik kedokteran gigi yang profesional dan berbasis bukti. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa memperoleh pengalaman klinis dalam melakukan kuretase periodontal dan gingivektomi sesuai indikasi kasus. Mahasiswa dilatih untuk melakukan anamnesis dan pemeriksaan periodontal secara komprehensif, menetapkan diagnosis dan prognosis, menentukan indikasi tindakan bedah periodontal, menyusun rencana perawatan, melakukan persiapan pasien dan area operasi, serta melaksanakan prosedur kuretase maupun gingivektomi dengan teknik yang tepat dan aman. Mahasiswa juga dibimbing dalam melakukan kontrol perdarahan, penatalaksanaan luka periodontal, pemberian instruksi pascaoperatif, evaluasi penyembuhan jaringan, serta pemantauan hasil perawatan. Pembelajaran dilaksanakan di RSGM Prima di bawah supervisi dokter spesialis bidang ilmu. Melalui Mata Kuliah Periodonsia 3, mahasiswa diharapkan mampu memberikan pelayanan periodontal secara komprehensif, sistematis, aman, dan bertanggung jawab serta menunjukkan sikap profesional, etis, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan serta keselamatan pasien sebagai bagian dari pencapaian kompetensi dokter gigi.
Mata Kuliah Prostodonsia 3 pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI ini membekali mahasiswa Kepaniteraan Klinik dengan kemampuan melakukan pendekatan komprehensif terhadap pasien yang membutuhkan GTC, meliputi identifikasi dan analisis kondisi kehilangan serta kerusakan gigi, pemeriksaan subjektif dan objektif, analisis kondisi intraoral dan jaringan pendukung, pemeriksaan penunjang, penentuan diagnosis dan prognosis, penetapan indikasi dan kontraindikasi, serta penyusunan rencana perawatan GTC berdasarkan kondisi klinis pasien. Pembelajaran kasus pada semester ini meliputi prinsip dasar GTC, pemilihan gigi penyangga, prinsip preparasi gigi, prinsip biomekanika, retensi dan resistensi, hubungan oklusal, serta prinsip estetik dan fungsi dalam perawatan GTC. Mahasiswa diharapkan dapat mengikuti dan melaksanakan perawatan GTC. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di RSGM Prima dibawah supervisi Dokter Spesialis Bidang Ilmu
Mata Kuliah Ilmu Kedokteran Gigi Anak 2 pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI merupakan mata kuliah tahap profesi yang menitikberatkan pada pengembangan kompetensi klinis mahasiswa dalam melakukan penatalaksanaan masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak secara komprehensif, terintegrasi, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Pembelajaran dilaksanakan melalui pelayanan klinis langsung kepada pasien anak di bawah supervisi dosen pembimbing klinik dengan mengintegrasikan aspek diagnosis, perencanaan perawatan, manajemen perilaku, keterampilan prosedural, komunikasi, keselamatan pasien, serta profesionalisme. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa memperoleh pengalaman klinis dalam melakukan perawatan pulpa pada anak, meliputi penilaian kondisi pulpa, penentuan indikasi dan kontraindikasi tindakan, serta pelaksanaan perawatan pulpa sesuai kondisi klinis dan tahap perkembangan gigi. Mahasiswa dilatih untuk mengintegrasikan hasil anamnesis, pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan penunjang dalam menentukan diagnosis serta rencana perawatan yang sesuai, sekaligus mempertimbangkan faktor usia, tingkat kooperatif anak, kondisi sistemik, perkembangan dentisi, serta prognosis gigi yang dirawat. Mahasiswa juga dibimbing dalam melakukan perencanaan dan penatalaksanaan Space Maintainer pada kasus kehilangan dini gigi sulung yang berpotensi mengganggu perkembangan oklusi. Pembelajaran mencakup penilaian kebutuhan pemeliharaan ruang, pemilihan jenis piranti yang sesuai, evaluasi kondisi gigi dan jaringan pendukung, prosedur klinis pemasangan, edukasi pasien dan orang tua, serta kontrol berkala untuk menilai fungsi, kebersihan, adaptasi, dan keberhasilan perawatan. Selain tindakan kuratif dan interceptif, mata kuliah ini menekankan pendekatan preventif pada anak melalui penilaian risiko karies, edukasi kesehatan gigi dan mulut, instruksi kebersihan rongga mulut, konseling diet, aplikasi fluor topikal, penggunaan pit and fissure sealant sesuai indikasi, serta perencanaan kunjungan kontrol berdasarkan kebutuhan dan tingkat risiko pasien. Pendekatan preventif diarahkan untuk membentuk perilaku pemeliharaan kesehatan gigi sejak dini serta mempertahankan kesehatan jaringan keras dan lunak rongga mulut selama masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Pelaksanaan pembelajaran di RSGM Prima di bawah dosen pembimbing klinik. Melalui Mata Kuliah Ilmu Kedokteran Gigi Anak 2, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan klinis dalam melakukan perawatan pulpa, penggunaan Space Maintainer, serta tindakan preventif pada pasien anak secara komprehensif, sistematis, aman, dan berbasis bukti, serta menunjukkan sikap profesional, komunikatif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada tumbuh kembang serta kesehatan gigi dan mulut anak secara berkelanjutan.
Mata Kuliah Odontologi Forensik pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG Unpri membekali mahasiswa Kepaniteraan Klinik dengan keterampilan klinis identifikasi forensik kedokteran gigi (melalui simulasi/roleplay/demonstrasi), meliputi pemeriksaan antemortem dan postmortem kasus forensik, identifikasi estimasi jenis kelamin, ras, dan usia menggunakan gambaran radiografis dan/atau anatomis orokraniofasial (Cheiloscopy metode Suzuki-Tsuchihashi dan Rugoscopy metode Thomas & Kotze), serta pembuatan data antemortem dan postmortem sesuai standar Disaster Victim Identification (DVI)-Interpol. Aktivitas pendalaman kognitif (level Knows How) dilaksanakan melalui kuliah, diskusi kasus, dan pembuatan laporan kasus odontologi forensik.
Mata Kuliah Pelayanan Prima pada Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG UNPRI membekali mahasiswa Kepaniteraan Klinik dengan kemampuan memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut prima pada pasien dengan penyakit degeneratif (diabetes mellitus, penyakit kardiovaskular, dan osteoporosis). Kemudian pembelajaran juga mencakup prinsip manajerial dan Sociotechnopreneurship dalam pengelolaan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, meliputi manajemen mutu, standar pelayanan prima, serta inovasi Sociotechnopreneurship serta melaksanakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara kolaboratif dan interprofesional bersama bidang ilmu lainnya, yang diwujudkan dalam penanganan pasien secara komprehensif pada akhir program pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di RSGM Prima dan Rumah Sakit jejaring lainnya.
From Knowledge to Practice. From Student to Future Dentist.
Meraih gelar Sarjana Kedokteran Gigi (SKG) adalah sebuah pencapaian sekaligus awal dari perjalanan berikutnya. Di Program Studi Profesi Dokter Gigi FKKG UNPRI Medan, pengetahuan yang telah dipelajari mulai diterjemahkan menjadi pengalaman klinis nyata. Mahasiswa belajar mengintegrasikan ilmu, keterampilan klinis, teknologi, komunikasi, etika, dan empati dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan pendampingan dosen dan pembimbing klinik.
Setiap kasus menjadi pengalaman. Setiap tantangan menjadi kesempatan untuk berkembang. Dan setiap interaksi dengan pasien menjadi bagian dari proses membentuk kepercayaan diri serta profesionalisme sebagai calon dokter gigi. Saatnya melanjutkan perjalanan dari SKG menuju drg. dan mempersiapkan diri menjadi dokter gigi yang kompeten, adaptif, profesional, dan siap memberikan dampak.
Memasuki Program Studi Profesi Dokter Gigi adalah langkah baru dari dunia akademik menuju pengalaman klinis yang sesungguhnya.
Melalui Orientasi dan Adaptasi Profesi, Mahasiswa Kepaniteraan Klinik dipersiapkan untuk mengenal struktural Rumah Sakit, fasilitas Rumah Sakit, lingkungan dan sistem pendidikan klinis, sistem pelayanan, alur pelayanan pasien, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, etika dan disiplin profesi, komunikasi, kerja sama tim, serta tanggung jawab sebagai calon Dokter Gigi. Tahap ini membantu mahasiswa beradaptasi dengan ritme pembelajaran profesi sekaligus membangun mindset profesional, percaya diri, disiplin, dan berorientasi pada pasien sebagai fondasi dalam menjalani pendidikan klinik.
Six Disciplines. One Integrated Journey.
Klinik Integrasi Dasar merupakan tahap penting dalam alur pembelajaran Program Studi Profesi Dokter Gigi FKKG UNPRI Medan, tempat mahasiswa mulai menghubungkan ilmu yang telah dipelajari dengan pengalaman klinis dan pelayanan pasien secara nyata.
Pada tahap ini, pembelajaran mengintegrasikan enam bidang ilmu, yaitu Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat, Ilmu Penyakit Mulut, Ilmu Radiologi Kedokteran Gigi, Periodonsia, Konservasi Gigi, dan Bedah Mulut. Integrasi berbagai disiplin tersebut membentuk cara berpikir mahasiswa agar mampu melihat kondisi pasien secara menyeluruh, sistematis, dan berorientasi pada kebutuhan individual pasien. Mahasiswa dilatih untuk menguasai pencegahan, melakukan asesmen pasien, pemeriksaan klinis dan penunjang, interpretasi informasi diagnostik, penentuan diagnosis, penyusunan rencana perawatan, pelaksanaan tindakan sesuai kompetensi, hingga evaluasi hasil perawatan dengan pendampingan dosen dan pembimbing klinik. Pelayanan pasien melingkupi kasus pembersihan karang gigi, penambalan, pencabutan, dan penyakit mulut sederhana.
Advancing Skills, Integrating Care
Klinik Integrasi Lanjutan merupakan tahap pengembangan kompetensi klinis mahasiswa setelah memperoleh fondasi pembelajaran pada Klinik Integrasi Dasar. Pada tahap ini, mahasiswa menghadapi kebutuhan perawatan yang semakin beragam dan dituntut untuk mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan klinis, clinical reasoning, serta pengambilan keputusan secara lebih komprehensif. Pembelajaran menghubungkan bidang ilmu Periodonsia, Konservasi Gigi, Bedah Mulut, dan Ortodonsia dalam suatu pendekatan pelayanan yang terintegrasi dan berorientasi pada pasien.
Mahasiswa mengembangkan kompetensi dalam kasus bedah periodontal, melakukan perawatan sesuai indikasi, mendiagnosis serta menangani permasalahan jaringan pulpa, melakukan tindakan bedah minor dalam bedah mulut sesuai kompetensi, serta melakukan asesmen dan penatalaksanaan kasus ortodonti sesuai tahapan pendidikan profesi. Melalui berbagai pengalaman klinis, mahasiswa dilatih untuk menghubungkan temuan anamnesis, pemeriksaan klinis dan penunjang, menentukan diagnosis, menyusun prioritas serta rencana perawatan, melakukan tindakan, hingga mengevaluasi hasil dan menentukan tindak lanjut pasien.
Little Smiles, Lifelong Impact
Klinik Integrasi Kedokteran Gigi Anak membekali mahasiswa dengan pengalaman dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara komprehensif kepada anak dan remaja sesuai kompetensi pendidikan profesi. Pada tahap ini, mahasiswa belajar memahami bahwa setiap anak adalah pasien yang unik. Perawatan tidak hanya berfokus pada kondisi gigi, tetapi juga mempertimbangkan usia, tumbuh kembang, perilaku, kondisi kesehatan umum, faktor risiko, serta kebutuhan individual anak.
Dengan pendampingan dosen dan pembimbing klinik, mahasiswa mengembangkan kemampuan dalam melakukan anamnesis dan pemeriksaan, penilaian risiko karies, diagnosis, penyusunan rencana perawatan, pencegahan penyakit gigi dan mulut, manajemen perilaku, perawatan gigi sulung dan permanen muda, serta edukasi kesehatan gigi kepada anak dan orang tua. Tahap ini juga menjadi ruang untuk mengembangkan komunikasi, empati, kesabaran, clinical reasoning, keselamatan pasien, dan pendekatan child-centered care. Setiap perawatan bukan hanya tentang menyelesaikan masalah hari ini, tetapi juga tentang membangun kebiasaan sehat dan pengalaman positif terhadap kesehatan gigi sejak dini.
One Patient. One Comprehensive Journey.
Klinik Integrasi Komprehensif mengasah kemampuan mahasiswa dalam memberikan perawatan kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh, terintegrasi, dan berpusat pada pasien. Pada tahap ini, mahasiswa bertanggung jawab melakukan perawatan terhadap satu pasien secara komprehensif dalam satu rongga mulut, mulai dari asesmen awal hingga tercapainya kondisi kesehatan gigi dan mulut yang optimal sesuai kebutuhan dan rencana perawatan pasien.
Mahasiswa belajar mengintegrasikan berbagai bidang ilmu kedokteran gigi melalui proses anamnesis, pemeriksaan klinis dan penunjang, penentuan diagnosis, identifikasi masalah, penyusunan prioritas dan sequencing perawatan, pelaksanaan tindakan lintas disiplin, hingga evaluasi dan tindak lanjut dengan pendampingan dosen dan pembimbing klinik. Perawatan komprehensif mengajarkan mahasiswa untuk tidak hanya melihat satu gigi atau satu keluhan, tetapi memahami kondisi rongga mulut pasien sebagai satu kesatuan.
Tahap ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan seluruh ilmu dan pengalaman klinis yang telah diperoleh menjadi satu perjalanan perawatan pasien yang utuh. Bukan sekadar menyelesaikan satu tindakan, tetapi merencanakan, melakukan, dan mengevaluasi perawatan untuk membantu pasien mencapai fungsi, kesehatan, kenyamanan, dan kualitas kesehatan gigi dan mulut yang lebih baik.
Beyond Clinical Skills, Becoming a Professional
Menjadi dokter gigi tidak hanya membutuhkan kemampuan klinis yang baik. Seorang dokter gigi juga perlu memiliki integritas, empati, komunikasi, kemampuan berkolaborasi, kepemimpinan, kedisiplinan, serta tanggung jawab profesional dalam setiap pelayanan kepada pasien. Pada tahap Penguatan Profesionalisme dan Soft Skills, mahasiswa mengembangkan kemampuan nonklinis yang menjadi bagian penting dalam membentuk identitas sebagai calon dokter gigi profesional.
Mahasiswa dibimbing untuk membangun komunikasi efektif dengan pasien dan keluarga, kerja sama dalam tim kesehatan, manajemen waktu, kemampuan adaptasi, problem solving, pengambilan keputusan, kepemimpinan, serta pengelolaan emosi dan konflik dalam lingkungan pelayanan kesehatan. Profesionalisme juga berarti memahami bahwa di balik setiap tindakan terdapat etika, tanggung jawab, keselamatan pasien, kerahasiaan informasi, informed consent, disiplin profesi, serta penghormatan terhadap hak dan kebutuhan setiap pasien.
Tahap ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tumbuh dari seorang pembelajar klinis menjadi calon dokter gigi yang juga siap dengan dunia kerja dan manajerial sebuah klinik maupun rumah sakit.
One Final Challenge, One Step Closer to Your Dream
Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi (UKOMNAS) merupakan salah satu tahap penting dalam perjalanan mahasiswa menuju profesi dokter gigi. Uji kompetensi menjadi bagian dari proses untuk memastikan calon dokter gigi memiliki pengetahuan, kemampuan berpikir klinis, dan kompetensi yang diperlukan sesuai standar profesi.
Persiapan menuju uji kompetensi bukan sekadar tentang menghafal materi. Mahasiswa dilatih untuk memahami masalah pasien, menganalisis informasi klinis, menentukan diagnosis, memilih pemeriksaan penunjang, menyusun rencana perawatan, menentukan tindakan yang tepat, serta mempertimbangkan aspek keselamatan pasien, etika, dan profesionalisme. Melalui proses pembelajaran, diskusi kasus, latihan soal berbasis kasus, evaluasi, serta pendampingan dosen, mahasiswa didorong untuk membangun clinical reasoning, critical thinking, problem solving, integrasi lintas bidang ilmu, dan kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai situasi klinis.
Uji kompetensi menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menunjukkan bahwa perjalanan belajar yang telah dilalui telah membentuk mereka menjadi calon dokter gigi yang semakin siap memasuki dunia profesi.
One Profession, Many Possibilities
Menjadi dokter gigi bukan berarti hanya memiliki satu pilihan karier. Dunia kedokteran gigi menawarkan berbagai jalur profesional yang dapat berkembang sesuai dengan passion, kompetensi, minat, dan tujuan hidup masing-masing. Dari pelayanan klinis hingga dunia akademik, dari penelitian hingga entrepreneurship, perjalanan setelah menjadi dokter gigi dapat membawa kamu ke berbagai kesempatan untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan dampak.
Start with Care, Grow with Experience. Memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara langsung kepada pasien menjadi salah satu pilihan utama seorang dokter gigi. Pengalaman klinis menjadi ruang untuk terus mengasah keterampilan, komunikasi, clinical reasoning, dan profesionalisme.
Care Beyond the Dental Chair. Dokter gigi dapat berkarier di rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya serta berkolaborasi dengan berbagai tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang terintegrasi dan berorientasi pada pasien.
Find Your Expertise. Take It Further.. Bagi yang ingin mendalami bidang tertentu, pendidikan spesialis membuka kesempatan untuk mengembangkan kompetensi lebih lanjut dalam berbagai cabang ilmu kedokteran gigi sesuai minat dan ketentuan pendidikan yang berlaku.
Teach. Inspire. Shape the Next Generation.. Bagi yang memiliki passion dalam pendidikan, dunia akademik memberikan kesempatan untuk berbagi ilmu, membimbing mahasiswa, mengembangkan pendidikan, serta ikut membentuk generasi dokter gigi berikutnya.
Discover Today. Transform Tomorrow.. Dunia kedokteran gigi terus membutuhkan penelitian. Dokter gigi dapat terlibat dalam pengembangan pengetahuan, bahan kedokteran gigi, teknologi diagnostik, metode perawatan, kesehatan masyarakat, hingga berbagai inovasi yang berpotensi meningkatkan kualitas pelayanan.
From Clinical Skills to Business Vision. Dokter gigi juga dapat mengembangkan kemampuan kewirausahaan dan manajemen untuk membangun serta mengelola layanan kesehatan gigi sesuai regulasi dan standar profesi yang berlaku. Perpaduan antara clinical knowledge, leadership, service, dan business mindset dapat membuka ruang untuk menciptakan pelayanan yang inovatif dan bernilai bagi masyarakat.
Dentistry Meets Technology. Transformasi digital menghadirkan ruang baru bagi dokter gigi untuk berkembang bersama teknologi. Digital imaging, CAD/CAM, intraoral scanning, artificial intelligence, dan berbagai inovasi lainnya semakin menjadi bagian dari perkembangan kedokteran gigi modern.
Create Smiles. Create Impact.. Tidak semua dampak harus dimulai dari dental chair. Dokter gigi juga dapat berkontribusi dalam program promotif dan preventif, edukasi kesehatan, pelayanan berbasis komunitas, serta berbagai program peningkatan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
Connect Science with Innovation. Pengetahuan klinis seorang dokter gigi juga relevan dalam perkembangan industri kedokteran gigi. Dengan kompetensi dan pengalaman yang sesuai, dokter gigi dapat terlibat dalam edukasi profesional, pengembangan produk, clinical affairs, scientific communication, maupun berbagai bentuk kolaborasi antara ilmu kedokteran gigi dan industri.
Lead Beyond Dentistry. Dengan kemampuan leadership, komunikasi, manajemen, problem solving, dan strategic thinking, dokter gigi dapat mengambil peran dalam pengelolaan klinik, rumah sakit, institusi pendidikan, organisasi profesi, maupun berbagai bidang pelayanan kesehatan lainnya.
Sepuluh jalur di atas bukanlah batas dari perjalanan seorang dokter gigi. Ilmu pengetahuan terus berkembang. Teknologi terus berubah. Peluang baru akan terus muncul. Yang terpenting adalah memiliki fondasi kompetensi yang kuat, profesionalisme, integritas, kemampuan beradaptasi, dan semangat untuk terus belajar.
Choose Your Path. Build Your Expertise. Create Your Impact. Karena menjadi dokter gigi bukan hanya tentang where you work, tetapi juga tentang who you become and the impact you create. One Profession. Many Paths. Endless Possibilities.
Program Studi Profesi Kedokteran Gigi Universitas Prima Indonesia didukung oleh sarana dan prasarana yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran klinis yang optimal. UNPRI memiliki Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) PRIMA milik sendiri sebagai wahana utama pendidikan profesi, yang dilengkapi dengan 50 dental unit serta berbagai fasilitas penunjang pembelajaran dan pelayanan kedokteran gigi.
Lingkungan klinis yang representatif memungkinkan mahasiswa belajar, berlatih, dan mengembangkan keterampilan profesional secara langsung dalam suasana pelayanan kesehatan yang nyata. Didukung fasilitas modern dan ekosistem pendidikan yang terintegrasi, mahasiswa dipersiapkan untuk tumbuh menjadi dokter gigi yang kompeten, profesional, adaptif, dan siap menghadapi dunia pelayanan kesehatan masa kini.
Belajar dari Para Pakar, Terhubung dengan Dunia
Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Prima Indonesia terus menghadirkan lingkungan akademik yang dinamis melalui berbagai kegiatan kuliah umum bersama dosen tamu, pakar, akademisi, dan praktisi dari tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran para narasumber dari berbagai institusi dan latar belakang keilmuan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengenal perkembangan terkini dalam dunia kedokteran gigi, serta memahami perspektif yang lebih luas mengenai pendidikan, penelitian, dan praktik profesional.
Lebih dari sekadar forum akademik, setiap kuliah umum menjadi ruang untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring keilmuan. Interaksi langsung dengan para pakar menghadirkan inspirasi baru bagi mahasiswa sekaligus memperkuat budaya belajar yang terbuka, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kehadiran dosen tamu nasional dan internasional juga menjadi bagian dari upaya UNPRI untuk terus membangun kolaborasi akademik dan memperluas konektivitas dengan komunitas kedokteran gigi yang lebih luas. Melalui diskusi yang hangat dan penuh makna, mahasiswa diajak untuk tidak hanya memahami ilmu dari ruang kelas, tetapi juga melihat bagaimana ilmu tersebut berkembang dan diterapkan dalam konteks global.
Berbagai kesan dan testimoni dari para dosen tamu turut menjadi refleksi berharga bagi Kedokteran Gigi UNPRI. Pandangan mereka mengenai semangat belajar mahasiswa, suasana akademik, fasilitas pendidikan, serta komitmen institusi terhadap pengembangan pendidikan kedokteran gigi menjadi motivasi bagi UNPRI untuk terus tumbuh dan menghadirkan pengalaman pendidikan yang semakin berkualitas.
Setiap kunjungan meninggalkan lebih dari sekadar pengetahuan. Ia menghadirkan inspirasi, koneksi, dan perspektif baru yang memperkaya perjalanan akademik mahasiswa. Di Kedokteran Gigi UNPRI, kami percaya bahwa pendidikan terbaik lahir ketika ilmu, pengalaman, dan kolaborasi bertemu dalam satu ruang untuk tumbuh bersama.
Meet Our Dental Educators
Kualitas pendidikan profesi tidak terlepas dari kualitas para pendidik yang mendampingi setiap proses pembelajaran. Program Studi Profesi Kedokteran Gigi FKKG Universitas Prima Indonesia Medan didukung oleh dosen-dosen yang memiliki kompetensi akademik dan klinis, termasuk dokter gigi spesialis dari delapan departemen bidang ilmu Kedokteran Gigi.
Kehadiran para dosen spesialis dari berbagai disiplin keilmuan memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi mahasiswa. Setiap mahasiswa memperoleh pendampingan dalam mengintegrasikan pengetahuan ilmiah, keterampilan klinis, penalaran diagnostik, perencanaan perawatan, serta pengambilan keputusan klinis secara sistematis dan bertanggung jawab. Proses pendidikan tidak hanya diarahkan pada kemampuan melakukan tindakan, tetapi juga pada pemahaman terhadap dasar ilmiah, keselamatan pasien, etika profesi, dan kualitas pelayanan.
Dengan pengalaman akademik dan praktik klinis yang dimiliki, para dosen berperan sebagai pendidik, pembimbing klinis, mentor, sekaligus teladan profesional bagi mahasiswa. Interaksi yang intensif dalam lingkungan pendidikan klinik memungkinkan terjadinya proses transfer pengetahuan dan pengalaman secara langsung, sehingga mahasiswa dapat berkembang melalui pembelajaran berbasis kasus nyata dan berbagai situasi klinis yang relevan.
Kolaborasi antarbidang ilmu juga menjadi bagian penting dalam pendidikan profesi di UNPRI. Melalui pendekatan multidisiplin, mahasiswa dibimbing untuk melihat kondisi kesehatan gigi dan mulut pasien secara menyeluruh, menyusun rencana perawatan yang tepat, serta memahami pentingnya koordinasi dan kolaborasi dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien.
Lebih dari sekadar mengajarkan keterampilan klinis, para dosen turut membentuk integritas, kedisiplinan, empati, kemampuan komunikasi, dan profesionalisme calon dokter gigi. Dengan dukungan tenaga pendidik yang kompeten dari delapan departemen keilmuan, UNPRI berkomitmen menghadirkan pendidikan profesi yang kuat secara akademik, relevan secara klinis, dan berorientasi pada mutu pelayanan.
Once a Student, Now a Dentist: Voices of Our Alumni
Setiap alumni memiliki cerita tentang proses belajar, tantangan, pencapaian, dan perjalanan yang membentuk langkah profesional mereka. Bagi Kedokteran Gigi UNPRI, alumni bukan hanya bagian dari sejarah institusi, tetapi juga menjadi cerminan dari nilai, pengalaman, dan semangat yang tumbuh selama menempuh pendidikan.
Melalui Suara Alumni, kami menghadirkan kisah-kisah nyata dari para lulusan yang kini menapaki berbagai jalur pengabdian dan karier di bidang kedokteran gigi. Pengalaman mereka menjadi ruang berbagi yang hangat sekaligus inspiratif bagi mahasiswa dan calon mahasiswa untuk melihat bahwa proses pendidikan tidak berhenti di ruang kuliah atau klinik, tetapi terus berkembang dalam setiap langkah profesional.
Kenangan tentang pembelajaran, bimbingan dosen, pengalaman klinis, persahabatan, hingga tantangan selama pendidikan menjadi bagian penting yang membentuk karakter dan kepercayaan diri para alumni. Dari sanalah lahir generasi dokter gigi yang membawa semangat untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
05 September 2026
Kuliah tamu menghadirkan pembicara tamu untuk membahas perkembangan digital dentistry dan penerapannya dalam praktik klinik gigi sehari hari.
28 Juli 2026
Sejumlah koas dilantik dan mengucapkan sumpah dokter gigi, menandai berakhirnya tahap pendidikan profesi di lingkungan FKKG UNPRI.
14 Juli 2026
Kegiatan pengabdian masyarakat menghadirkan pemeriksaan gigi gratis dan edukasi kesehatan gigi dan mulut bagi warga desa binaan.
02 Agustus 2026
Pelatihan diikuti koas sebagai bekal kesiapan menangani kondisi darurat sebelum memasuki kepaniteraan klinik di RSGM.
19 Juni 2026
Profesor tamu dari mitra internasional membahas peluang kuliah tamu, program elektif, dan penelitian bersama di bidang kedokteran gigi.
30 Juni 2026
Seminar membahas perkembangan terkini praktik kedokteran gigi dan penerapan evidence based dentistry di layanan primer.
Aula FKKG UNPRI
RSGM FKKG UNPRI
Skills Lab FKKG UNPRI
Gedung Serbaguna UNPRI
Kabupaten Deli Serdang
Aula FKKG UNPRI
Kampus Utama UNPRI
RSGM FKKG UNPRI
Program Studi Profesi Dokter Gigi merupakan jenjang pendidikan yang melanjutkan Sarjana Kedokteran Gigi, di mana mahasiswa mempraktikkan langsung ilmu dan keterampilan klinis pada pasien nyata di bawah bimbingan dosen dan pembimbing klinik sesuai standar profesi, etik, dan keselamatan pasien.
Masa studi Program Profesi Dokter Gigi adalah 4 semester.
Belum. Setelah menyelesaikan seluruh tahap kepaniteraan klinik, mahasiswa mengikuti yudisium dan pengambilan sumpah dokter gigi, kemudian menyelesaikan uji kompetensi nasional untuk memperoleh sertifikat profesi dan sertifikat kompetensi sebelum resmi menyandang gelar drg.
Mahasiswa menjalani kepaniteraan klinik di RSGM (Rumah Sakit Gigi dan Mulut) milik FKKG UNPRI sendiri, sehingga siklus stase dan ketepatan waktu kelulusan dapat terjadwal dengan baik di bawah bimbingan dosen dan pembimbing klinik.
Pendidikan profesi mencakup berbagai bidang ilmu kedokteran gigi klinis, di antaranya Prostodonsia, Konservasi Gigi, Ortodonsia, Periodonsia, Bedah Mulut, Radiologi Dental, Ilmu Penyakit Mulut, Odontologi Forensik, hingga Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat, dibimbing oleh dosen yang kompeten di bidangnya masing-masing.
Ya. Program Studi Profesi Dokter Gigi FKKG UNPRI secara berkala menghadirkan profesor tamu dan visiting professor dari mitra internasional melalui rangkaian Temu Pakar Kedokteran Gigi, memberi mahasiswa kesempatan belajar langsung dari pakar di bidangnya.
Ya. Lulusan Profesi Dokter Gigi FKKG UNPRI dapat melanjutkan studi ke Program Magister Kedokteran Gigi yang tersedia di lingkungan kampus yang sama.
Lulusan dapat langsung berpraktik sebagai dokter gigi umum, bergabung dengan RSGM atau klinik gigi, melanjutkan ke Program Magister Kedokteran Gigi, terjun ke bidang penelitian dan akademik, maupun bidang lain yang relevan dengan kompetensi dan pendidikan lanjutan.
Beasiswa diberikan berdasarkan penilaian prestasi dan kemampuan finansial, serta beberapa ketentuan dari fakultas/universitas, bagi mahasiswa yang melanjutkan ke Program Profesi Dokter Gigi.
Lingkungan pembelajaran diarahkan untuk mendukung pengembangan keterampilan klinis, profesionalisme, kolaborasi, komunikasi, etika, dan disiplin, termasuk interaksi langsung dengan pasien, tenaga kesehatan lain, serta pembimbing klinik di RSGM.
Program Studi Profesi Dokter Gigi FKKG UNPRI mempersiapkan mahasiswa dengan wahana klinik milik sendiri, kurikulum berbasis OBE, dosen yang berpengalaman, serta pengalaman belajar bersama profesor tamu internasional yang mendukung perjalanan menuju profesi dokter gigi yang kompeten dan profesional.
Penerimaan Mahasiswa Baru
Bangun masa depan Anda di bidang kedokteran gigi bersama UNPRI melalui pendidikan berkualitas, RSGM milik sendiri, fasilitas pembelajaran modern, serta dosen dan pembimbing klinik berpengalaman.