Visi
Menghasilkan Lulusan Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer yang Profesional, Berwawasan Sociotechnopreneurship dan unggul pada penyakit degeneratif.
Spesialis · Universitas Prima Indonesia
Mendidik Spesialis Kedokteran Keluarga yang Unggul dalam Pelayanan Primer dan Kesehatan Komunitas
Program spesialis yang berfokus pada layanan kesehatan keluarga primer.
Program Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer adalah pendidikan lanjutan bagi dokter yang ingin mendalami pelayanan kesehatan berbasis keluarga dan komunitas. Program ini bertujuan mencetak dokter spesialis yang mampu memberikan layanan kesehatan primer secara komprehensif dan berkesinambungan. Mahasiswa akan mendapatkan pelatihan dalam diagnosis, manajemen penyakit kronis, pencegahan penyakit, serta promosi kesehatan di tingkat individu, keluarga, dan masyarakat. Kurikulum berbasis klinis dan komunitas memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dalam menangani pasien dengan pendekatan holistik. Selain keterampilan klinis, program ini juga menekankan pengembangan komunikasi dokter-pasien, koordinasi antar tenaga kesehatan, serta penelitian di bidang kedokteran keluarga. Mahasiswa didorong untuk melakukan publikasi ilmiah dan mengikuti seminar akademik guna memperluas wawasan mereka. Lulusan program ini diharapkan dapat bekerja di berbagai fasilitas kesehatan primer, seperti puskesmas, klinik keluarga, serta rumah sakit dengan fokus pada pelayanan kesehatan berbasis komunitas dan pencegahan penyakit.
Menghasilkan Lulusan Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer yang Profesional, Berwawasan Sociotechnopreneurship dan unggul pada penyakit degeneratif.
Dihasilkannya lulusan Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer yang profesional, beretika, memiliki wawasan sociotechnopreneurship, unggul dalam penyakit degeneratif, serta mampu memberikan pelayanan kesehatan komprehensif yang berpusat pada individu, keluarga, dan komunitas, dengan pendekatan bio-psiko-sosial yang berkelanjutan dan berfokus pada pengembangan komunitas tenaga kesehatan. Dihasilkannya karya ilmiah unggulan dalam bidang penyakit degeneratif yang berkontribusi pada pengembangan IPTEK Kedokteran, serta mampu digunakan untuk memecahkan permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Dihasilkannya pengabdian masyarakat berbasis sociotechnopreneurship yang didukung oleh penalaran ilmiah dan karya penelitian di bidang penyakit degeneratif, guna memberikan solusi inovatif dan berkelanjutan bagi peningkatan kesehatan masyarakat. Dihasilkannya layanan Tridharma perguruan tinggi yang berkualitas melalui tata kelola sumber daya yang optimal, didukung oleh kerjasama strategis dengan institusi baik dalam maupun luar negeri, guna mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang Kedokteran Keluarga Layanan Primer.
Terwujudnya lulusan Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer yang profesional, unggul dalam penyakit degeneratif, beretika, serta memiliki wawasan sociotechnopreneurship, dengan kemampuan memberikan pelayanan kesehatan komprehensif dan berkelanjutan yang berpusat pada individu, keluarga, dan komunitas. Terwujudnya karya ilmiah unggulan dalam bidang penyakit degeneratif yang berkontribusi signifikan terhadap pengembangan IPTEK Kedokteran, serta dapat digunakan untuk memecahkan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan pendekatan yang komprehensif, berkelanjutan, dan berbasis pada pelayanan primer Terwujudnya pengabdian masyarakat berbasis sociotechnopreneurship yang didukung oleh penalaran ilmiah dan karya penelitian dalam penyakit degeneratif, yang bermanfaat secara nyata untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat secara inovatif dan berkelanjutan. Terwujudnya layanan pendidikan yang prima dengan tata pamong yang baik, untuk memastikan tercapainya kompetensi lulusan Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer yang berkualitas Terciptanya kerjasama institusional yang bermutu dan saling menguntungkan, baik dengan institusi dalam maupun luar negeri, guna mendukung ketercapaian kompetensi lulusan yang sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan primer Terciptanya sumber daya manusia yang unggul dan berkompeten, untuk mendukung pencapaian kompetensi lulusan yang mampu memberikan pelayanan kesehatan primer yang komprehensif Terciptanya mahasiswa yang unggul dan berprestasi, baik dalam bidang akademis maupun non-akademis, dengan kemampuan mengaplikasikan ilmu kedokteran keluarga secara holistik dan berkelanjutan.
| Kode | Mata Kuliah / Tahap | SKS |
|---|---|---|
| KLP8201 | Dasar-Dasar Kedokteran Keluarga Layanan Primer | 2 |
| KLP8102 | Komunikasi, Profesionalisme, dan Kolaborasi antar Profesi | 1 |
| KLP8203 | Kepemimpinan dan Manajemen Kedokteran Keluarga Layanan Primer | 2 |
| KLP8104 | Evidence Based Medicine Pada Kedokteran Keluarga Layanan Primer | 1 |
| KLP8205 | Metodologi Penelitian dan Biostatistik Kedokteran Keluarga Layanan Primer | 2 |
| KLP8206 | Sociotechnopreneurship | 2 |
| KLP8107 | Biologi Molekuler dan Genetika Penyakit Degeneratif | 1 |
| Total | 11 | |
Buka mata kuliah untuk membaca ringkasan materi dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang diharapkan setelah pembelajaran.
Mata kuliah Tahap I (Pengayaan/Dasar), Level 1, Semester 1, berbobot 2 SKS, yang meletakkan dasar bagi residen Sp.KKLP untuk memberikan pelayanan kedokteran keluarga dan pelayanan kesehatan primer secara komprehensif, berkesinambungan, terintegrasi, terkoordinasi, aman, dan bermutu, yang berpusat pada individu, berfokus pada keluarga, dan berorientasi pada komunitas melalui pendekatan biopsikososial dan siklus kehidupan dengan mengintegrasikan Patient-Centered Care (PCC), Family-Oriented Medical Care (FOMC), Community-Oriented Primary Care (COPC), dan Primary Care Practice and Management (PCPM). Pembelajaran berbasis tempat kerja (workplace-based) di RSU Royal Prima, Klinik Royal Cemara, dan Puskesmas mitra, secara hybrid melalui SPADA UNPRI, dengan alur kegiatan: pretest; OSLER; Mini-CEX; DOPS; Konsultasi Istimewa (Metode Stott-Davis); Konseling (CEA, Motivational Interviewing, 5A-5R, dan konseling NAPZA sesuai pedoman BNN); Perawatan Paliatif; Perawatan Transisi; Pertemuan Keluarga; Balint Group; Evidence Based Case Report; Project Based Assessment (Community Diagnosis dan Community Empowerment Report); 360 Degree Feedback; dan posttest. Mata kuliah ini mencakup tujuh area kompetensi Sp.KKLP (Keselamatan dan Pelayanan Pasien, Kompetensi Medis, Penguasaan Pengetahuan Medis, Keterampilan Interpersonal dan Komunikasi, Profesionalisme, Praktik Berbasis Sistem, serta Kesadaran Biaya dalam Pelayanan Medis), dinilai dengan bentuk penilaian Level 1 (Case-based analysis, OSCE, 360 Degree, Portfolio, dan Progress Test), mendukung pencapaian CPL 3, CPL 4, dan CPL 5, serta menjadi landasan bagi mata kuliah Tahap II (Pengalaman dengan Supervisi) dan Tahap III (Pemantapan).
Mata kuliah Tahap I (Pengayaan/Dasar), Level 1, Semester 1, berbobot 1 SKS, yang membekali residen Sp.KKLP dengan dasar komunikasi klinis, profesionalisme, etika dan hukum kedokteran, serta kolaborasi antarprofesi untuk memberikan pelayanan kedokteran keluarga dan pelayanan kesehatan primer secara komprehensif, berkesinambungan, terintegrasi, terkoordinasi, aman, dan bermutu, yang berpusat pada individu, berfokus pada keluarga, dan berorientasi pada komunitas melalui pendekatan biopsikososial dan siklus kehidupan dengan mengintegrasikan Patient-Centered Care (PCC), Family-Oriented Medical Care (FOMC), Community-Oriented Primary Care (COPC), dan Primary Care Practice and Management (PCPM). Pembelajaran berbasis tempat kerja (workplace-based) di RSU Royal Prima, Klinik Royal Cemara, dan Puskesmas mitra secara hybrid melalui SPADA UNPRI, dengan alur kegiatan: pretest; OSLER; Mini-CEX; DOPS; Konsultasi Istimewa (Metode Stott-Davis); Konseling (CEA, Motivational Interviewing, 5A-5R, dan konseling NAPZA sesuai pedoman BNN); Perawatan Paliatif; Perawatan Transisi; Pertemuan Keluarga; Balint Group; Evidence Based Case Report; Project Based Assessment (Community Diagnosis dan Community Empowerment Report); 360 Degree Feedback; dan posttest. Mata kuliah ini mencakup tujuh area kompetensi Sp.KKLP (Keselamatan dan Pelayanan Pasien, Kompetensi Medis, Penguasaan Pengetahuan Medis, Keterampilan Interpersonal dan Komunikasi, Profesionalisme, Praktik Berbasis Sistem, serta Kesadaran Biaya dalam Pelayanan Medis), dinilai dengan bentuk penilaian Level 1 (Case-based analysis, OSCE, 360 Degree, Portfolio, dan Progress Test), mendukung pencapaian CPL 3 dan CPL 5, serta menjadi landasan peran clinical leader dan care coordinator pada Tahap II (Pengalaman dengan Supervisi) dan Tahap III (Pemantapan).
Mata kuliah Tahap I (Pengayaan/Dasar), Level 1, Semester 1, berbobot 2 SKS, yang meletakkan dasar kepemimpinan dan manajemen bagi residen Sp.KKLP untuk memberikan pelayanan kedokteran keluarga dan pelayanan kesehatan primer secara komprehensif, berkesinambungan, terintegrasi, terkoordinasi, aman, dan bermutu, yang berpusat pada individu, berfokus pada keluarga, dan berorientasi pada komunitas melalui pendekatan biopsikososial dan siklus kehidupan dengan mengintegrasikan Patient-Centered Care (PCC), Family-Oriented Medical Care (FOMC), Community-Oriented Primary Care (COPC), dan Primary Care Practice and Management (PCPM). Mata kuliah ini membekali residen dengan peran dasar sebagai clinical leader, care coordinator, serta pengembang mutu dan sistem pelayanan kesehatan primer: kepemimpinan klinis dan manajemen kasus, pengambilan keputusan klinis yang rasional dan sadar biaya dalam sistem JKN, manajemen penyakit kronis, manajemen mutu dan keselamatan pasien, kesinambungan dan koordinasi pelayanan lintas profesi dan lintas tingkat fasilitas kesehatan, kepemimpinan tim dan manajemen konflik, evidence-based management, serta fungsi manajemen (POAC) dalam program komunitas. Pembelajaran berbasis tempat kerja (workplace-based) di RSU Royal Prima, Klinik Royal Cemara, dan Puskesmas mitra, secara hybrid melalui SPADA UNPRI, dengan alur kegiatan: pretest; OSLER; Mini-CEX; DOPS; Konsultasi Istimewa (Metode Stott-Davis); Konseling (CEA, Motivational Interviewing, 5A-5R, dan konseling NAPZA sesuai pedoman BNN); Perawatan Paliatif; Perawatan Transisi; Pertemuan Keluarga; Balint Group; Evidence Based Case Report; Project Based Assessment (Community Diagnosis dan Community Empowerment Report); 360 Degree Feedback; dan posttest. Mata kuliah ini mencakup tujuh area kompetensi Sp.KKLP (Keselamatan dan Pelayanan Pasien, Kompetensi Medis, Penguasaan Pengetahuan Medis, Keterampilan Interpersonal dan Komunikasi, Profesionalisme, Praktik Berbasis Sistem, serta Kesadaran Biaya dalam Pelayanan Medis), dinilai dengan bentuk penilaian Level 1 (Case-based analysis, OSCE, 360 Degree, Portfolio, dan Progress Test), mendukung pencapaian CPL 4 dan CPL 5, serta menjadi landasan bagi CPL 9 (Tahap II) dan CPL 11 (Tahap III) serta mata kuliah Manajemen Fasyankes Primer (KLP8229).
Mata kuliah Tahap I (Pengayaan/Dasar), Level 1, Semester 1, berbobot 1 SKS, yang membekali residen Sp.KKLP dengan dasar evidence-based medicine (EBM) untuk memberikan pelayanan kedokteran keluarga dan pelayanan kesehatan primer secara komprehensif, berkesinambungan, terintegrasi, terkoordinasi, aman, dan bermutu, yang berpusat pada individu, berfokus pada keluarga, dan berorientasi pada komunitas melalui pendekatan biopsikososial dan siklus kehidupan dengan mengintegrasikan Patient-Centered Care (PCC), Family-Oriented Medical Care (FOMC), Community-Oriented Primary Care (COPC), dan Primary Care Practice and Management (PCPM). Residen berlatih menerapkan lima langkah EBM (Ask, Acquire, Appraise, Apply, Assess): merumuskan pertanyaan klinis PICO, menelusuri dan menelaah kritis bukti terapi, diagnosis, prognosis, dan pencegahan, memahami ukuran epidemiologi klinik dan biostatistik dasar (risiko absolut, NNT, sensitivitas, spesifisitas, likelihood ratio), serta memadukan bukti terbaik dengan keahlian klinis dan nilai pasien, keluarga, dan komunitas, dengan fokus pada pencegahan dan pengelolaan penyakit degeneratif. Pembelajaran berbasis tempat kerja (workplace-based) di RSU Royal Prima, Klinik Royal Cemara, dan Puskesmas mitra secara hybrid melalui SPADA UNPRI, dengan alur kegiatan: pretest; OSLER; Mini-CEX; DOPS; Konsultasi Istimewa (Metode Stott-Davis); Konseling (CEA, Motivational Interviewing, 5A-5R, dan konseling NAPZA sesuai pedoman BNN); Perawatan Paliatif; Perawatan Transisi; Pertemuan Keluarga; Balint Group; Evidence Based Case Report; Project Based Assessment (Community Diagnosis dan Community Empowerment Report); 360 Degree Feedback; dan posttest. Mata kuliah ini mencakup tujuh area kompetensi Sp.KKLP (Keselamatan dan Pelayanan Pasien, Kompetensi Medis, Penguasaan Pengetahuan Medis, Keterampilan Interpersonal dan Komunikasi, Profesionalisme, Praktik Berbasis Sistem, serta Kesadaran Biaya dalam Pelayanan Medis), dinilai dengan bentuk penilaian Level 1 (Case-based analysis, OSCE, 360 Degree, Portfolio, dan Progress Test), mendukung pencapaian CPL 2, CPL 3, dan CPL 4, serta menjadi landasan peran pendidik dan peneliti pada Tahap II (Pengalaman dengan Supervisi) dan Tahap III (Pemantapan).
Mata kuliah Tahap I (Pengayaan/Dasar), Level 1, Semester 1, berbobot 2 SKS, yang meletakkan dasar metodologi penelitian, epidemiologi, dan biostatistik bagi residen Sp.KKLP sebagai pendidik dan peneliti dalam memberikan pelayanan kedokteran keluarga dan pelayanan kesehatan primer secara komprehensif, berkesinambungan, terintegrasi, terkoordinasi, aman, dan bermutu, yang berpusat pada individu, berfokus pada keluarga, dan berorientasi pada komunitas melalui pendekatan biopsikososial dan siklus kehidupan dengan mengintegrasikan Patient-Centered Care (PCC), Family-Oriented Medical Care (FOMC), Community-Oriented Primary Care (COPC), dan Primary Care Practice and Management (PCPM). Residen belajar merumuskan masalah dan pertanyaan penelitian, variabel, desain, sampling dan besar sampel, instrumen dan pengukuran, manajemen data, analisis statistik deskriptif dan inferensial (numerik, kategorik, nonparametrik, dan kesintasan), penelitian kualitatif, etika dan integritas penelitian, telaah kritis, serta evaluasi program dan analisis biaya, dengan fokus pada penyakit degeneratif. Pembelajaran berbasis tempat kerja (workplace-based) di RSU Royal Prima, Klinik Royal Cemara, dan Puskesmas mitra, secara hybrid melalui SPADA UNPRI, dengan alur kegiatan: pretest; OSLER; Mini-CEX; DOPS; Konsultasi Istimewa (Metode Stott-Davis); Konseling (CEA, Motivational Interviewing, 5A-5R, dan konseling NAPZA sesuai pedoman BNN); Perawatan Paliatif; Perawatan Transisi; Pertemuan Keluarga; Balint Group; Evidence Based Case Report; Project Based Assessment (Community Diagnosis dan Community Empowerment Report); 360 Degree Feedback; dan posttest. Mata kuliah ini mencakup tujuh area kompetensi Sp.KKLP (Keselamatan dan Pelayanan Pasien, Kompetensi Medis, Penguasaan Pengetahuan Medis, Keterampilan Interpersonal dan Komunikasi, Profesionalisme, Praktik Berbasis Sistem, serta Kesadaran Biaya dalam Pelayanan Medis), dinilai dengan bentuk penilaian Level 1 (Case-based analysis, OSCE, 360 Degree, Portfolio, dan Progress Test), mendukung pencapaian CPL 4 dan CPL 5, serta menjadi landasan bagi Seminar Proposal, Publikasi Hasil Penelitian, dan Tesis pada Tahap II (Pengalaman dengan Supervisi) dan Tahap III (Pemantapan).
Mata kuliah Tahap I (Pengayaan/Dasar), Level 1, Semester 1, berbobot 2 SKS, yang meletakkan dasar sociotechnopreneurship bagi residen Sp.KKLP, yaitu kemampuan menelaah kebutuhan pasien, keluarga, dan komunitas yang belum terpenuhi sebagai peluang inovasi, memanfaatkan teknologi kesehatan tepat guna dan digital secara etis, serta merumuskan solusi kewirausahaan sosial yang bernilai sosial, berdampak berkelanjutan, dan sadar biaya. Dengan landasan ini residen dapat memberikan pelayanan kedokteran keluarga dan pelayanan kesehatan primer secara komprehensif, berkesinambungan, terintegrasi, terkoordinasi, aman, dan bermutu, yang berpusat pada individu, berfokus pada keluarga, dan berorientasi pada komunitas melalui pendekatan biopsikososial dan siklus kehidupan dengan mengintegrasikan Patient-Centered Care (PCC), Family-Oriented Medical Care (FOMC), Community-Oriented Primary Care (COPC), dan Primary Care Practice and Management (PCPM), dengan keunggulan pada penyakit degeneratif. Pembelajaran berbasis tempat kerja (workplace-based) di RSU Royal Prima, Klinik Royal Cemara, dan Puskesmas mitra, secara hybrid melalui SPADA UNPRI, dengan alur kegiatan: pretest; OSLER; Mini-CEX; DOPS; Konsultasi Istimewa (Metode Stott-Davis); Konseling (CEA, Motivational Interviewing, 5A-5R, dan konseling NAPZA sesuai pedoman BNN); Perawatan Paliatif; Perawatan Transisi; Pertemuan Keluarga; Balint Group; Evidence Based Case Report; Project Based Assessment (Community Diagnosis dan Community Empowerment Report); 360 Degree Feedback; dan posttest, yang masing-masing dibingkai dengan sudut pandang inovasi sosial dan teknologi. Mata kuliah ini mencakup tujuh area kompetensi Sp.KKLP (Keselamatan dan Pelayanan Pasien, Kompetensi Medis, Penguasaan Pengetahuan Medis, Keterampilan Interpersonal dan Komunikasi, Profesionalisme, Praktik Berbasis Sistem, serta Kesadaran Biaya dalam Pelayanan Medis), dinilai dengan bentuk penilaian Level 1 (Case-based analysis, OSCE, 360 Degree, Portfolio, dan Progress Test), mendukung pencapaian CPL 1 (utama), CPL 5, dan CPL 4, serta menjadi landasan bagi mata kuliah Teknologi Informasi Kesehatan Layanan Primer (KLP8216) dan Telemedisin dalam Kedokteran Keluarga (KLP8217) pada Tahap II serta Manajemen Fasyankes Primer (KLP8229), Praktik KKLP di Fasyankes Primer Perkotaan (KLP8431), dan Tesis (KLP8633) pada Tahap III.
Mata kuliah Tahap I (Pengayaan/Dasar), Level 1, Semester 1, berbobot 1 SKS, yang meletakkan dasar biologi molekuler dan genetika penyakit degeneratif (struktur DNA dan ekspresi gen, mutasi dan polimorfisme, pola pewarisan monogenik dan multifaktorial, interaksi gen–lingkungan, epigenetik, stres oksidatif, inflamasi kronis, penuaan seluler, farmakogenomik, dan genomik kesehatan masyarakat) bagi residen Sp.KKLP untuk memberikan pelayanan kedokteran keluarga dan pelayanan kesehatan primer secara komprehensif, berkesinambungan, terintegrasi, terkoordinasi, aman, dan bermutu, yang berpusat pada individu, berfokus pada keluarga, dan berorientasi pada komunitas melalui pendekatan biopsikososial dan siklus kehidupan dengan mengintegrasikan Patient-Centered Care (PCC), Family-Oriented Medical Care (FOMC), Community-Oriented Primary Care (COPC), dan Primary Care Practice and Management (PCPM). Pembelajaran berbasis tempat kerja (workplace-based) di RSU Royal Prima, Klinik Royal Cemara, dan Puskesmas mitra, secara hybrid melalui SPADA UNPRI, dengan alur kegiatan: pretest; OSLER; Mini-CEX; DOPS; Konsultasi Istimewa (Metode Stott-Davis); Konseling (CEA, Motivational Interviewing, 5A-5R, dan konseling NAPZA sesuai pedoman BNN); Perawatan Paliatif; Perawatan Transisi; Pertemuan Keluarga; Balint Group; Evidence Based Case Report; Project Based Assessment (Community Diagnosis dan Community Empowerment Report); 360 Degree Feedback; portofolio; dan posttest. Mata kuliah ini mencakup tujuh area kompetensi Sp.KKLP (Keselamatan dan Pelayanan Pasien, Kompetensi Medis, Penguasaan Pengetahuan Medis, Keterampilan Interpersonal dan Komunikasi, Profesionalisme, Praktik Berbasis Sistem, serta Kesadaran Biaya dalam Pelayanan Medis), dinilai dengan bentuk penilaian Level 1 (Case-based analysis, OSCE, 360 Degree, Portfolio, dan Progress Test), mendukung pencapaian CPL 2, CPL 3, dan CPL 5 (serta CPL 4), dan menjadi landasan bagi mata kuliah penyakit degeneratif pada Tahap II (Pengalaman dengan Supervisi) dan Tahap III (Pemantapan), khususnya KLP8211, KLP8212, KLP8214, KLP8121, dan KLP8427.
Ketua Program Studi
Sekretaris Program Studi