KULIAH UMUM FH UNPRI

Lemahnya Regulasi Merupakan Tantangan Nyata Yang Dihadapi Indonesia Mengantisipasi Ekonomi ASEAN 2015

Rabu, 04 November 2015 15:48:52 oleh Bayu Angga Wijaya | berita sebelumnya | berita selanjutnya

Tantangan nyata yang dihadapi Indonesia mengantisipasi ekonomi ASEAN 2015 terletak pada lemahnya regulasi, koordinasi , sikap pemerintah yang selama ini yang selama ini seolah-olah business as usual, kurangnya sosialisasi dan penyiapan terhadap masyarkat dan dunia usaha.Demikian diungkpkan Dekan Fakultas Hukum (FH) 17 Agustus 1945 Surabaya Dr. Otto Yudianto, S.H., M.Hum., saat memberikan kuliah umum di FH Universitas Prima Indonesia (Unpri), Rabu(15/4) di Ruang Serba Guna Lantai 5 Rumah Sakit Royal Prima Medan.

"Dengan pasar ASEAN yang besar sekitar 612 juta, sebenarnya merupakan peluang pasar besar bagi Indonesia, untuk di penetrasi jika Indonesiacukup memilikidaya saing, baik dibidang produk barang, jasa, daya tarik investasi dan lain-lain,"kata Otto Yudianto. Kuliah umum dengan tema Membangun Karakter Hukum Indonesia Menghadapi ASEAN Community tersebut dihadiri Rektor Unpri Prof. dr. Djakobus Tarigan, AAI., DAAK., Wakil Rektor I Seno Aji, Wakil Rektor II Ermi Girsang, SKM., MKes., Dekan FH Unpri Dr. Tommy Leonard, S.H., MKn., para wakil dekan dan mahasiswa/i Unpri.

Otto Yudianto mengatakan, kesiapan daya saing Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 ini terganting komitmen pemerintah. Dan, sebagaimana yang kita ketahui, bahwa dalam hal ini, pada tahun 2008 Presiden melalui Inpres No.5 Tahun 2008 menginstruksikan perlunya langkah-langkah yang diperlukan, termasuk melalui regulasi dalam bentuk Perpres dan Permen untuk memastikan kepatuhan kepada Blueprint dari Masyarakar Ekonomi ASEAN.

Disebutkan Otto, bahwa Singapura negara yang paing siap, baik regulasi, komitmen pemerintah, daya saing sektor barang dan jasa, kemudahan berusaha, daya tarik investasi dan lain-lain. Sedangkan, Malaysia, relatif siap. Karena selama ini Malaysia menjadi salah satu pendorong utama dan eksekutor dari Masyarakat Ekonomi ASEAN. Pada kesempatan yang sama, Otto Yudianto juga memaparkan tentang membangun karakter hukum Indonesia.

Menurutnya, membangun karakter hukum bernilai Pancasila merupakan kewajiban dan tanggungjawab bersama untuk membalikan jarum jam sejarah hukum di Indonesia yang selama ini, berkiblat kepada the western legal philosophy.

"Upaya membangun karakter hukum bernilai Pancasila adalah membangunkan para ahli hukum dan ahli ekonomi dari 'tidur lelap' di alam khayal liberalisme dan individualisme, yang sampai saat ini hanya meneteskan kekayaan alam kita, yaitu jika tidakkepada orang asing atau kepada sebagian orang kita, tetapi tidak secara merata", katanya.

Sementara itu, Dekan FH Unpri Dr. Tommy Leonard, S.H., M.Kn., menambahkan, Indonesia sebagai salah satu Anggota ASEAN, tidak dapat mengindar dari Era Masyarakat ASEAN.

Menurut Doktor muda ini juga, isu mengenai ASEAN Economic Community Tahun 2015, merupakan salah satu yang paling disorot saat ini. Disatu sisi, ASEAN Economic Community memberikan peluang pasar yang lebih besar, namun disisi lain ASEAN Economic Community akan memberikan petaka bagi Indonesia, apabila tidak dihadapi dengan bijaksana.

Pria berkacamata ini juga menuturkan, salah satu faktor yang mempengaruhi kesiapan ASEAN dalam menghadapi ASEAN Economic Community adalah karakter hukum masing-masing negara. Dimana, hukum positif suatu negara akan saling mempengaruhi. "Dalam h ini, Indonesia perlu untuk menjaga karakter hukum Indonesia yang berdasarkan Pancasila, untuk menjaga kepentingan negara Indonesia‚ÄĚ, katanya.

Diakhir sambutannya, Tommy berharap, kuliah umum ini dapat memberikan pencerahan kepada mahasiswa FH Unpri, bagaimana peran Pancasila dalam menjaga karakter hukum Indonesia dalam menghadapi ASEAN Economic Community.

Dekan Fakultas Hukum (FH) 17 Agustus 1945 Surabaya Dr. Otto Yudianto, S.H., M.Hum., foto bersama dengan Rektor Unpri Prof. dr. Djakobus Tarigan, AAI., DAAK., Wakil Rektor I Seno Aji, S.Pd., M.Eng., Prac., Wakil Rektor II Ermi Girsang, SKM., M.Kes., Dekan FH Unpri Dr. Tommy Leonard, S.H., M.Kn, Wakil Dekan I FH Unpri Theresia Simatupang, S.H., M.Hum., Ketua Program Studi Ilmu Hukum Ronald Hasudungan Sianturi, S.H., M.H., Sekretaris Program Studi Ilmu Hukum Rahmayanti, S.H., M.H.


Berita Seputar Hukum:

Berita Lain:

Berita Halaman Depan: