Mahasiswa FKKG UNPRI Selesaikan Program Short Course Traditional Chinese Medicine di Tiongkok
Menyelami Sistem Kesehatan Global dan Inovasi Medis Timur untuk Perkuat Kompetensi Dokter Masa Depan yang Adaptif.

Universitas Prima Indonesia (UNPRI) secara resmi menyambut kepulangan 20 mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi (FKKG) yang telah sukses menyelesaikan program Short Course di Shandong Food and Drug Vocational College, Tiongkok. Acara penyambutan yang penuh rasa bangga ini diselenggarakan di Ruang Rapat Besar, Kampus Utama UNPRI, Jln. Sampul No. 3 Medan, Kamis (5/2/2026).
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNPRI, Dr. Refi Ikhtiari, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa program International Student Mobility ini merupakan salah satu keunggulan kompetitif bagi UNPRI sebagai FKKG swasta terbaik di Sumatera Utara. Program yang dikelola secara berkelanjutan melalui Center of Entrepreneurship and Development Center (CEDC) ini bertujuan mencetak lulusan dokter dengan nilai tambah berupa kemampuan bahasa Mandarin profesional serta penguasaan etos kerja internasional.
“Melalui inisiatif ini, institusi terus berupaya mencetak tenaga medis yang tidak hanya unggul secara akademik di Sumatera Utara, tetapi juga kompetitif melalui penguasaan bahasa Mandarin dan pemahaman budaya lintas negara,” ujar Dr. Refi Ikhtiari.
Delon, mahasiswa yang bertindak sebagai komandan tingkat (komting), menceritakan kedisiplinan tinggi yang ia temui di Tiongkok, terutama budaya ketepatan waktu yang sangat ketat. "Pukul 08.15 aktivitas sudah dimulai secara ontime. Kami juga harus menyesuaikan diri dengan jadwal kelas malam atau self-study dari jam 19.00 hingga 20.40, serta jam makan yang mengikuti jadwal staf di sana," ungkapnya. Dari sisi fasilitas, Delon mencatat keunggulan teknologi seperti papan tulis monitor touchscreen besar dan metode pembelajaran yang sangat efektif, di mana kurikulum membagi fokus secara seimbang antara satu bulan teori dan satu bulan praktik.
Pengalaman kemandirian juga dirasakan oleh Findelin yang dipercaya sebagai koordinator asrama. Tinggal bersama mahasiswa asal Rusia dan Sri Lanka, Findelin berperan aktif membantu menerjemahkan materi dosen di kelas agar rekan-rekannya tetap dapat mengikuti pelajaran dengan optimal. Baginya, program ini tidak hanya mengasah kemampuan akademis tetapi juga kemampuan beradaptasi di lingkungan internasional. Para mahasiswa juga mendalami konsep energi "Chi" yang memberikan sudut pandang berbeda dalam melihat sebuah penyakit.
Sementara itu, Dinda sebagai mahasiswi Muslim membagikan kesannya mengenai toleransi di Tiongkok. Meski waktu ibadah cukup berbeda dengan Magrib pada pukul 4 sore, ia merasa terbantu dengan tersedianya kantin berlabel halal. "Warga lokal sangat ramah dan sering mengajak foto bersama. Selama praktik, dosen sangat telaten membimbing teknik pijat bayi, bekam, hingga akupunktur. Kami bahkan sempat belajar membuat bakpao tradisional di kelas memasak," kenang Dinda.
Rangkaian program ini menjadi bagian dari langkah strategis universitas dalam memperkuat kolaborasi internasional serta memberikan wawasan global bagi mahasiswa. Dengan penguasaan teknik medis tradisional Tiongkok dan kompetensi bahasa, lulusan FKKG UNPRI dipersiapkan untuk menjadi dokter yang adaptif dan inovatif. Hal ini sejalan dengan komitmen UNPRI dalam mendukung pencapaian SDGs 4 dan SDGs 17 melalui kemitraan pendidikan lintas negara.
Jadilah bagian dari fakultas kedokteran unggulan yang berwawasan internasional. Informasi lengkap mengenai program studi dan pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui website resmi kami di: www.unprimdn.ac.id. Bergabunglah dengan Universitas Prima Indonesia untuk meraih masa depan karier medis yang gemilang dan berdaya saing global.
Berita seputar "Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi:"
2026-02-06 15:23:49 by Muhammad Aditya Kurnia
Menyelami Sistem Kesehatan Global dan Inovasi Medis Timur untuk Perkuat Kompetensi Dokter Masa Depan yang Adaptif.
2026-02-06 15:23:49 by Muhammad Aditya Kurnia
Menyelami Sistem Kesehatan Global dan Inovasi Medis Timur untuk Perkuat Kompetensi Dokter Masa Depan yang Adaptif.
2026-02-06 15:23:49 by Muhammad Aditya Kurnia
Menyelami Sistem Kesehatan Global dan Inovasi Medis Timur untuk Perkuat Kompetensi Dokter Masa Depan yang Adaptif.
2026-02-06 15:23:49 by Muhammad Aditya Kurnia
Menyelami Sistem Kesehatan Global dan Inovasi Medis Timur untuk Perkuat Kompetensi Dokter Masa Depan yang Adaptif.
2026-02-06 15:23:49 by Muhammad Aditya Kurnia
Menyelami Sistem Kesehatan Global dan Inovasi Medis Timur untuk Perkuat Kompetensi Dokter Masa Depan yang Adaptif.
Berita Lain
2026-02-06 15:23:49 by Muhammad Aditya Kurnia
Menyelami Sistem Kesehatan Global dan Inovasi Medis Timur untuk Perkuat Kompetensi Dokter Masa Depan yang Adaptif.
2026-02-06 15:23:49 by Muhammad Aditya Kurnia
Menyelami Sistem Kesehatan Global dan Inovasi Medis Timur untuk Perkuat Kompetensi Dokter Masa Depan yang Adaptif.
2026-02-06 15:23:49 by Muhammad Aditya Kurnia
Menyelami Sistem Kesehatan Global dan Inovasi Medis Timur untuk Perkuat Kompetensi Dokter Masa Depan yang Adaptif.
2026-02-06 15:23:49 by Muhammad Aditya Kurnia
Menyelami Sistem Kesehatan Global dan Inovasi Medis Timur untuk Perkuat Kompetensi Dokter Masa Depan yang Adaptif.
2026-02-06 15:23:49 by Muhammad Aditya Kurnia
Menyelami Sistem Kesehatan Global dan Inovasi Medis Timur untuk Perkuat Kompetensi Dokter Masa Depan yang Adaptif.