- 2026-02-09 14:04:29 by Muhammad Aditya Kurnia
Aksi Nyata Rekayasa Sipil UNPRI Atasi Dampak Banjir di Langkat
Mahasiswa dan Dosen Rekayasa Sipil UNPRI Berkolaborasi dalam Merancang Solusi Drainase dan Konstruksi Efektif

Banjir yang melanda Kabupaten Langkat pada Desember 2025 bukan sekadar luapan air yang perlahan surut dan selesai begitu saja. Di banyak sudut Kecamatan Tanjung Pura, jejaknya masih tertinggal: rumah lembap dan rusak, sumur mengeruh, hingga terhentinya proses belajar anak-anak karena ruang kelas yang terendam. Peristiwa ini menyimpan luka sekaligus catatan besar bagi Universitas Prima Indonesia (UNPRI) untuk hadir lebih dekat di tengah masyarakat terdampak.
Menurut Puji Syukran, B.Eng., M.Eng., Ketua Program Studi Rekayasa Sipil UNPRI, sedikitnya ada tiga catatan penting dari banjir Langkat 2025. Pertama, hunian dan fasilitas publik yang terlalu dekat dengan koridor sungai sangat rentan. Kedua, akses air minum yang aman menjadi masalah utama saat sumber air tercemar. Ketiga, dampak psikologis dan edukasi akibat rusaknya sarana pendidikan yang kerap luput dari statistik.
"Di UNPRI, kami menamakan program studi ini Rekayasa Sipil, bukan sekadar Teknik Sipil, karena kami melihat infrastruktur sebagai satu sistem utuh yang melibatkan tata ruang dan perilaku sosial. Rekayasa dipahami sebagai upaya merancang solusi sistemik untuk memastikan warga mendapat air bersih dan anak-anak tetap bisa belajar meski bencana datang."
Sebagai langkah konkret, Program Studi Rekayasa Sipil dan Arsitektur UNPRI menjalankan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Tanggap Darurat Filter Air Bersih dan Paket Logistik Pemulihan Pascabanjir Berbasis Gotong Royong". Setelah pemetaan cepat bersama tim Fakultas Sains dan Teknologi (FAST) di Desa Paya Perupuk dan Desa Pematang Cengal, UNPRI memasang unit teknologi penyaring air serta melatih warga lokal untuk membangun ketangguhan desa yang berkelanjutan.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen nyata UNPRI dalam mendukung pencapaian SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Ke depan, UNPRI akan mengembangkan riset rumah panggung sebagai perpaduan solusi teknis dan kearifan lokal untuk memperkuat mitigasi bencana di Sumatera Utara.
Jadilah bagian dari generasi insinyur yang peka terhadap persoalan lingkungan dan sosial. Informasi lebih lanjut mengenai program pengabdian, penelitian, dan pendaftaran dapat diakses melalui website resmi kami di: www.unprimdn.ac.id. Mari membangun masa depan yang lebih tangguh bersama Universitas Prima Indonesia.
Penulis: Puji Syukran
Berita seputar "Fakultas Sains dan Teknologi:"
2026-02-09 14:04:29 by Muhammad Aditya Kurnia
Mahasiswa dan Dosen Rekayasa Sipil UNPRI Berkolaborasi dalam Merancang Solusi Drainase dan Konstruksi Efektif
2026-02-09 14:04:29 by Muhammad Aditya Kurnia
Mahasiswa dan Dosen Rekayasa Sipil UNPRI Berkolaborasi dalam Merancang Solusi Drainase dan Konstruksi Efektif
2026-02-09 14:04:29 by Muhammad Aditya Kurnia
Mahasiswa dan Dosen Rekayasa Sipil UNPRI Berkolaborasi dalam Merancang Solusi Drainase dan Konstruksi Efektif
2026-02-09 14:04:29 by Muhammad Aditya Kurnia
Mahasiswa dan Dosen Rekayasa Sipil UNPRI Berkolaborasi dalam Merancang Solusi Drainase dan Konstruksi Efektif
2026-02-09 14:04:29 by Muhammad Aditya Kurnia
Mahasiswa dan Dosen Rekayasa Sipil UNPRI Berkolaborasi dalam Merancang Solusi Drainase dan Konstruksi Efektif
Berita Lain
2026-02-09 14:04:29 by Muhammad Aditya Kurnia
Mahasiswa dan Dosen Rekayasa Sipil UNPRI Berkolaborasi dalam Merancang Solusi Drainase dan Konstruksi Efektif
2026-02-09 14:04:29 by Muhammad Aditya Kurnia
Mahasiswa dan Dosen Rekayasa Sipil UNPRI Berkolaborasi dalam Merancang Solusi Drainase dan Konstruksi Efektif
2026-02-09 14:04:29 by Muhammad Aditya Kurnia
Mahasiswa dan Dosen Rekayasa Sipil UNPRI Berkolaborasi dalam Merancang Solusi Drainase dan Konstruksi Efektif