Implementasi Visi Sociotechnopreneurship

Civitas Akademika UNPRI dan ITSI Sosialisasikan Bank Pupuk Organik

Rabu, 29 Mei 2024 08:04:58 oleh Kristiawan Indriyanto | berita sebelumnya | berita selanjutnya



Civitas akademika Universitas Prima Indonesia (UNPRI) bersama dengan Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) bekerja sama dalam menyosialisasikan konsep dan praktik Bank Pupuk Organik (BPO) kepada petani, termasuk petani sawit. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari di Desa Kandangan, Kecamatan Laut Tador, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan ini dipimpin oleh dosen-dosen dari ITSI, yakni Sakiah SP MP dan Tuty Ningsih SP MP, serta Dr. Bayu Pratomo SST MP dari UNPRI. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang pengelolaan limbah ternak menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomis dan menguntungkan bagi lahan pertanian mereka.

Kepala Desa Kandangan, Suratmin, mengungkapkan bahwa selama ini masyarakat setempat belum memahami cara mengelola limbah ternak menjadi pupuk organik dan cenderung membiarkan tumpukan kotoran ternak diambil begitu saja oleh siapa pun yang datang.

Sakiah SP MP dari ITSI menyatakan kekagetan saat mengetahui bahwa petani sawit di Desa Kandangan masih mengeluhkan harga pupuk yang mahal, padahal mereka memiliki sumber daya berupa kotoran ternak yang dapat diolah menjadi pupuk organik melalui Bank Pupuk Organik (BPO)."Ini semua terjadi karena keterbatasan pengetahuan dan lemahnya penyerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah masyarakat Desa Kandangan," ujar Sakiah. "Situasi inilah yang melatarbelakangi ITSI dan UNPRI untuk mengadakan sosialisasi dan pelatihan bertajuk pengelolaan limbah ternak, dapur, dan pertanian sebagai implementasi ekonomi sirkular Bank Pupuk Organik," tambahnya.

Dalam sosialisasi tersebut, petani setempat dibekali dengan pengetahuan tentang manfaat pupuk organik bagi kesehatan dan kesuburan tanah, serta dampak positif pengelolaan limbah terhadap pemanasan global. Selain itu, pihak penyelenggara juga menyerahkan bantuan berupa satu unit mesin pencacah bahan organik, satu unit ayakan kompos, dan alat-alat penting lainnya.

Pada hari berikutnya, semua peralatan tersebut digunakan untuk praktik langsung pembuatan pupuk organik cair (POC) dan pupuk organik padat (POP) dari kotoran lembu dan kambing. Proses ini juga melibatkan penggunaan limbah pertanian atau ecoenzyme dari buah dan sayur, yang berfungsi sebagai dekomposer dalam pembuatan POC dan POP.

Dengan kegiatan ini, UNPRI berkomitmen mengimplementasikan visi sociotechnopreneurship, yaitu memadukan aspek sosial, teknologi, dan kewirausahaan untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui sosialisasi dan pelatihan ini, UNPRI berperan aktif dalam membantu petani meningkatkan kesejahteraan mereka dan menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan.


Berita Seputar Universitas Prima Indonesia:

Berita Lain:

Berita Halaman Depan: