Kerjasama dengan OJK :

OJK Gelar EduFin on Location di UNPRI

Rabu, 21 Juni 2023 08:31:41 oleh Muhammad Aditya Kurnia | berita sebelumnya | berita selanjutnya



Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar EduFin on Location di Universitas Prima Indonesia (UNPRI) untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan tugas dan fungsi OJK kepada mahasiswa serta memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis produk investasi yang sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan. OJK berharap mahasiswa dapat memahami manfaat dan risiko investasi agar dapat menjadi agen literasi keuangan di masyarakat.

Hasil survei nasional OJK tahun 2022 menunjukkan adanya kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Indeks literasi keuangan hanya mencapai 49,68 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 85 persen. Acara yang digelar di Hall Utama Kampus UNPRI, Jalan Sampul 4, Kota Medan mengangkat tema "Fix You(r) Investment" dan dihadiri oleh sekitar 1000 mahasiswa dan civitas akademika UNPRI.

Plt Kepala Group Komunikasi Publik OJK, Sekar Putih Djarot, menyampaikan bahwa meskipun inklusi keuangan telah tinggi, banyak masyarakat yang belum memahami manfaat dan risiko layanan keuangan. Hal ini membuat mereka rentan menjadi korban pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. OJK melalui EduFin on Location berusaha memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai investasi ilegal dan pinjaman online ilegal, serta edukasi keuangan yang mencakup keuangan syariah.

EduFin on Location merupakan program talkshow yang diinisiasi oleh OJK sejak tahun 2022 dan dilaksanakan secara hybrid dan live streaming melalui YouTube OJK. Acara tersebut bertujuan untuk memperkenalkan tugas dan fungsi OJK kepada mahasiswa serta memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis produk investasi yang sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan. OJK berharap mahasiswa dapat memahami manfaat dan risiko investasi agar dapat menjadi agen literasi keuangan di masyarakat.

Kepala Kantor OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Bambang Mukti Riyadi, menekankan pentingnya pemanfaatan kemajuan teknologi digital oleh mahasiswa tanpa mengalami kerugian. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen literasi keuangan yang meningkatkan pemahaman masyarakat Sumatera Utara terhadap keuangan. Bambang juga menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat pengembalian investasi, semakin tinggi pula risikonya. Oleh karena itu, mahasiswa diminta untuk mengikuti materi EduFin dengan baik agar dapat mengenali peluang, tantangan, dan peluang dalam hal investasi dengan bijak.

Edukasi keuangan yang disampaikan melalui EduFin on Location diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan pribadi. OJK dan Unpri bekerja sama dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Sumatera Utara. Selain itu, edukasi tersebut diharapkan dapat membantu menghindari investasi ilegal dan pinjaman online ilegal melalui pemahaman literasi keuangan. Melalui EduFin, OJK dan UNPRI berharap dapat terus membangun sinergi dan kolaborasi untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Wakil Rektor I Unpri, Abdi Dharma, S.Kom,M.Kom menyebutkan, di zaman teknologi seperti saat ini semua hal terasa sangat mudah begitu juga dengan memperoleh permodalan."Jika dulu sangat sulit mendapat permodalan atau pinjaman, tapi kini sangat mudah, tinggal download aplikasi bisa langsung dapat,” sebut Abdi. Begitupun, dengan semakin banyaknya transaksi keuangan secara onine maupun tawaran-tawaran investasi di dunia digital yang menggunakan teknologi canggih maka ancaman investasi ilegal ataupun penipuan berkedok investasi juga semakin marak dan banyak ditemukan.

“Dibalik kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan berbagai platform investasi online maka tak sedikit pula orang memanfaatkan produk ini dengan tak bijak sehingga terjerat semakin dalam,” kata Abdi.

Dia berharap melalui EduFin yang menghadirkan narasumber yang profesional di bidangnya maka para mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk menggali lebih jauh, memahami lagi semua kemungkinan, tantangan dan peluang dalam hal investasi.“Mahasiswa haruslah bijak melihat peluang tersebut, perbanyak literasi tentang produk perbankan, fintech dan semua hal yang berhubungan dengan proses-proses keuangan,” harapnya.



Berita disadur dari : medan.inews.id ; sumut24co ; suaratani.com ; beritasore.co.id ;


Berita Seputar Universitas Prima Indonesia:

Berita Lain:

Berita Halaman Depan: